Seni Pertunjukan Bali Pada Masa Dinasti Warmadewa

Hendra Santosa, Nina Herlina Lubis, Kunto Sofianto, R.M. Mulyadi

Abstract


Tulisan ini merupakan bagian dari disertasi yang berjudul “Gamelan Perang di Bali, Abad ke-10 Sampai Awal Abad ke-21”, sebagai salah satu syarat untuk maju Ujian Naskah Disertasi pada program studi Ilmu Sastra Konsentrasi Ilmu Sejarah Universitas Padjadjaran (UNPAD). Tulisan ini mengulas tentang gamelan zaman Bali Kuno yang mengambil rentang waktu dari Tahun 882 sampai 1077 Masehi, yang kemudian dikembangkan dengan menggunakan seni pertunjukan agar tidak terlalu sama dengan bagian disertasi yang dimaksud tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan kejelasan tentang seni pertunjukan pada masa pemerintahan Dinasti Warmadewa melalui penelusuran prasasti dan naskah-naskah Jawa Kuna.Penelitian ini menggunakan metode sejarah. Pada tahap heuristik, prasasti-prasasti yang dikeluarkan pada zaman Bali Kuno dikoroborasikan dengan karya kesusastraan yang sezaman dengan masanya. Pada zaman Dinasti Warmadewa tidak semua seni pertunjukan ditujukan untuk kegiatan upacara, tetapi ada juga seni pertunjukan untuk hiburan baik untuk kalangan istana maupun untuk rakyat biasa.


Full Text:

PDF

References


Achdiati, et al. (1988), Sejarah Peradaban Manusia Zaman Bali Kuno, Seri Penerbitan. Jakarta: PT Gita Karya.

Ardika, I Wayan. dkk. (2015), Sejarah Bali dari Prasejarah Hingga Modern. Denpasar: Udayana Universitry Press.

Brigitta Hauser-Schäublin and I Wayan Ardika. (2008), Burials, Texts and Rituals Ethnoarchaeological Investigations in North Bali, Indonesia. Volume 1 Göttinger Beiträge zur Ethnologie. Universitätsverlag Göttingen.

Garaghan, S.J. Gilbert. (1957), A Guide to Historical Method, edited by Jean Delanglez, New York: Fordhan University Press, East Fordham Road, Fourth Printing.

Goris, Roelof. (1941). Engkele historische en sociologische Gegevens uit Balische Oorkonden terbit dalam T.B.G. LXXXI (1941) halaman 279294, terjemahan Haryati

Soebadio, 1974. Beberapa Data Sejarah dan Sosiologi dari Piagam-piagam Bali. Djakarta: Bhatara.

________________. (1948), Sedjarah Bali Kuna. Singaraja.

________________. (1954a), Prasasti Bali I. Lembaga Bahasa dan Budaja, Fakultas Sastra dan Filsafat. Universitet Indonesia. Bandung: N.V. Masa Baru.

_______________. (1954b), Prasasti Bali II. Lembaga Bahasa dan Budaja, Fakultas Sastra dan Filsafat. Universitet Indonesia. Bandung: N.V. Masa Baru.

________________. (1962), Ancient History of Bali, Denpasar: Faculty of Letters Udayana University.

________________. (1974), Secten op Bali, Mededelingen Kirtya, L.V.D. Turk. No. 3. Hlm 37-54. Terjemahan Ny. P.S. Kusumo Sutoyo, Jakarta: Bharata.

Grouneveldt. W.P. (1960), Historical Notes on Indonesia and Malaya Compiled from Chinese Sources. Jakarta: Bharata.

Kartodirdjo, Sartono., Marwati Djoned Poesponegoro, Nugroho Notosusanto. (1975), Sejarah Nasional Indonesia II. Jakarta: Departemen pendidikan dan Kebudayaan.

Lubis, Nina Herlina. Prof., Dr., MS. (2014), Metode Sejarah. Ed. Revisi, Bandung: Yayasan Masyarakat Sejarawan Indonesia Cabang Jawa Barat.

Santosa, Hendra., Dyah Kustiyanti, Komang Sudirga. (2016), Jejak Instrumen Musik Dalam Kakawin Bharatayudha. Dalam E-Jurnal Kajian Budaya (Online Journal of Cultural Studies), Volume 9 nomor 2. Mei 2016


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
Mudra Jurnal Seni Budaya is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.