Perkembangan Fungsi dan Makna Kain Tenun Gotya dalam Industri Fashion

  • I Wayan Dedy Prayatna Institut Seni Indonesia Denpasar
  • Hendra Santosa Institut Seni Indonesia Denpasar https://orcid.org/0000-0002-6286-4387
  • Tjok Istri Ratna Cora Institut Seni Indonesia Denpasar
Keywords: Kain Tenun Gotya, Pegringsingan, Perkembangan, Fungsi, Makna

Abstract

Kain Tenun Gotya merupakan salah satu kain tenun tradisional di Desa Adat Tenganan Pegringsingan yang dipercaya oleh masyarakat memiliki makna filosofi dan sangat berperan penting dalam kegiatan upacara adat di Desa Tenganan Pegringsingan. Seiring dengan perkembangan zaman permintaan terhadap kain Tenun Gotya semakin meningkat khususnya dalam industry fashion sehingga menimbulkan suatu perkembangan dari fungsi ataupun makna yang di akibatkan oleh perkembangan tersebut. Tujuan dari penelitian ini yaitu menganalisis fungsi dan makna kain Tenun Gotya dalam industri fashion. Metode yang di gunakan adalah deskriptif kualitatif. Berdasarkan analisa data menunjukan bahwa dalam perkembangan fungsi kain Tenun Gotya yaitu berupa fungsi personal, fungsi sosial dan fungsi fisik. Fungsi personal dalam perkembangannya kain Tenun Gotya dapat dipakai sebagai ranah dalam menuangkan ide-ide dalam berkarya oleh para penenun dan desainer.  Fungsi fisik kain Tenun Gotya sudah digunakan oleh masyarakat luas dan telah dikombinasikan sebagai udeng, saput dan penutup dada. Fungsi social sudah digunakan oleh kalangan masyarakat luas dan telah dikombinasiakan dari segi tampilan dan pemakian. Kain Tenun Gotya memiliki makna denotasi berupa selembar kain yang ditenun dengan tehnik plain weave dengan motif geometris dan garis vertikal dan horizontal. Makna konotasi yaitu sebagai suatu makna pelestarian terhadap kain   Tenun Gotya dan pertenunan, sebagai makan pendidikan dan makna perekonomian dalam lingkungan masyarakat.

References

Bandem, I. M. (1996). Wastra Bali, Makna Simbolis Kain Bali. Hartanto Art Books.

Burke, F. E. (1967). Art As Image An Idea. Prentice Hall, Inc, Di Terjemahkan Oleh Gustami 1991.

Gautama, N. M., Santosa, H., & Swandi, W. (2019). Pemanfaatan Warna Pada Poster Buku Cerita Bergambar Sejarah Pura Pulaki. Desain, 7(1), 71–84. https://doi.org/10.30998/jurnaldesain.v7i1.3833

Hartanto. N Sugiarto. (2003). Teknologi Tekstil. PT. Pradnya Paramitha.

Hasbullah, Hendra Santosa, I. W. S. (2020). Makna Desain karakter “Si Meton” Pada Maskot Pilkada NTB Tahun 2018. ANDHARUPA: Jurnal Desain Komunikasi Visual & Multimedia, 6(2), 173–186. https://doi.org/https://doi.org/10.33633/andharupa.v6i02.3440

I Gede Adi Sudi Anggara, Hendra Santosa, & A A Gde Bagus Udayana. (2019). Character Education and Moral Value in 2D Animation Film Entitled “Pendeta Bangau.” In Capture: Jurnal Seni Media Rekam (Vol. 10, Issue 2). Institut Seni Indonesia Surakarta. https://doi.org/10.33153/capture.v10i2.2449

I Wayan Dedy Prayatna, Hendra Santosa, T. I. ratna C. (2020). Struktur Keseimbangan dan Keselarasan dalam Kain Tenun Gotya. Gelar: Jurnal Seni Dan Budaya, 18(2), 88–96. https://jurnal.isi-ska.ac.id/index.php/gelar/article/view/3119

Karuni, N. K. (2008). Seni Kerajinan Ukir Kayu Di Desa Guwang, Gianyar, Bali tahun 1980-2007. Institut Seni Indonesia Jakarta.

Mugi Raharja, I. G. (2014). Semiotika Desain. Fakultas Seni Rupa Dan Desain, Institut Seni Indonesia Denpasar.

Nugraha, G. S. (2013). Kamus Bahasa Indonesia Praktis. Sulita Jaya.

Pebryani, N. D. (2014). Perkembangan Motif Tenun Endek Di Kabupaten Gianyar.

Prayatna, I. W. D. (2020). Analisa makna pada estetika kain tenun gotia di desa adat tenganan pageringsingan. 16(2), 129–138. https://trijurnal.lemlit.trisakti.ac.id/dimensi/article/view/7054/5352

Ratna, N. K. (2010). Metode Penelitian Kajian Budaya dan Ilmu Sosial Humaniora Pada Umumnya. Pustaka Pelajar.

Rohidi, T. R. (2011). Metodelogi Penelitian. CV. Penerbit Cipta Prima Nusantara.

Rupa, I. W. (2002). Budaya Masyarakat Suku Bangsa Bali Aga Di Kabupaten Karangasem Provinsi Bali. Badan Pengkajian dan Pemanfaatan Sejarah dan Tradisi bali.

Sugiyono. (2012). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan Research & Development. Alfabeta.

Utami, N. L. P. (2019). Kain Tenun Idup Panak Berbasis Upcycle Di Desa Tenganan Pegringsingan. Institut Seni Indonesia Denpasar.

Yusuf, S. L. . (2006). Psikologi Perkembangan Anak Dan Remaja. PT. Remaja Rosdakarya.

Published
2021-02-18
How to Cite
Dedy PrayatnaI. W., SantosaH., & Ratna CoraT. I. (2021). Perkembangan Fungsi dan Makna Kain Tenun Gotya dalam Industri Fashion. Mudra Jurnal Seni Budaya, 36(1), 106-114. https://doi.org/10.31091/mudra.v36i1.1101
Section
Articles