Jejak Seni Pertunjukan Bali Kuna Dalam Karya Kesusastraan Usana Bali Mayantaka Carita

Authors

  • Hendra Santosa
  • Dyah Kustiyanti
  • Ida Ayu Wayan Arya Satyani Institut Seni Indonesia Denpasar

DOI:

https://doi.org/10.31091/mudra.v36i2.1247

Keywords:

Mayantaka, Rejang, Wayang, Gambang, Seni Pertunjukan

Abstract

Tulisan ini merupakan bagian dari penelitian yang berjudul “Inventarisasi Istilah-istilah Seni Pertunjukan Bali dalam Karya Kesusastraan Jaman Gelgel (1401-1687) dan bertujuan untuk memperlihatkan bagaimana seni pertunjukan pada masa Bali kuno masih bertahan dan berkembang dengan baik pada masa Gelgel, setelah penaklukan Majapahit. Berbagai karya pada masa Raja Waturenggong lahir di Bali, sehingga dapat dikatakan sebagai sebuah masa keemasan bagi seni sastra di Bali. Penelitian ini menggunakan metode sejarah yaitu, yaitu melalui tahapan heuristik, kritik, interpretasi, dan historiografi. Khusus untuk artikel ini karya kesusastraan pada masa Gelgel (1401-1687) dijadikan sebagai sumber primer untuk mengetahui berbagai seni pertunjukan yang lahir pada masa tersebut. Naskah Usana Bali Mayantaka Carita yang diambil dalam buku Karya Sastra Filsafat Kakawin Mayantaka Karya Danghyang Nirartha., karya, I. B. Agastia tahun 2018 terbitan Taman Sastra Wagiswari Dharmasabha karena karya kesusastraan tersebut paling banyak menyuratkan unsur-unsur seni pertunjukan Bali. Metode yang dipergunakan adalah deskripsi analisis dengan interpretasi faktual apa adanya. Berdasarkan Kakawin Usana Bali Mayantaka Carita, dapat ditarik kesimpulan bahwa bahwa pada masa Raja Waturenggong masih terus dipertahankan dan sepertinya terdapat penambahan fungsi serta perubahan istilah terutama pada seni karawitan (instrumen).

References

Agastia, I. B. (2018). Karya Sastra Filsafat Kakawin Mayantaka Karya Danghyang Nirartha. Taman Sastra Wagiswari Dharmasabha.

Bandem, I. M. (2013). Gamelan Bali di atas Panggung Sejarah. Badan Penerbit STIKOM Bali.

Kusuma, I. N. W. (1998). Kakawin Usana Bali Mayantaka Carita: Suntingan Teks, Terjemahan serta telaah bentuk Kakawin dan Konsep-konsep Kepercayaan. Universitas Indonesia.

Mirsha, I. G. N. R. (1986). Sejarah Bali. Proyek Penyusunan Sejarah Bali, Pemerintah Daerah Tingkat I Bali.

Parimartha, I. G. dkk. (2015). Sejarah Bali Pertengahan Abad XIV-XVII. In Sejarah Bali dari Prasejarah Hingga Modern. Udayana Universitry Press.

Putra, T. R. (2015). Babad Dalem Warih Dalem Sri Aji Kresna Kepakisan (I. B. R. Putra (ed.)). Pustaka Bali Post.

Roelof Goris. (1954). Prasasti Bali I. Lembaga Bahasa dan Budaya, Fakultas Sastra dan Filsafat. Universitas Indonesia, NV Masa Baru.

Santosa, Hendra., Nina Herlina Lubis., Kunto Sofianto., & R. . M. (2016). The Story of the War Gamelan Is A Story of Truth. Mudra, 31, 3, 317–325. http://jurnal.isi-dps.ac.id/index.php/mudra/article/view/46

Santosa, Hendra., D. K. (2018). Mrĕdangga: Sebuah Penelusuran Awal Tentang Gamelan Perang Di Bali. Kalangwan, 4(1), 16–25. http://jurnal.isi-dps.ac.id/index.php/kalangwan/article/view/281

Santosa, H. (2017). Gamelan Perang di Bali Abad ke-10 Sampai Awal Abad ke-21. Sumedang: Universitas Padjadjaran.

Santosa, H. (2019). Mredangga: Perubahan dan Kelanjutannya. Fakultas Seni Pertunjukan Institut Seni Indonesia Denpasar.

Warna, I. W. (1986). Usana Bali; Usana Jawa: Teks dan Terjemahan. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Provinsi Daerah Tingkat I Bali.

Downloads

Published

2021-06-11

How to Cite

Santosa, H., Kustiyanti, D., & Arya Satyani, I. A. W. (2021). Jejak Seni Pertunjukan Bali Kuna Dalam Karya Kesusastraan Usana Bali Mayantaka Carita. Mudra Jurnal Seni Budaya, 36(2), 179–185. https://doi.org/10.31091/mudra.v36i2.1247

Issue

Section

Articles