Estetika Gerak Tari Rejang Sakral Lanang Di Desa Mayong, Seririt, Buleleng, Bali

  • I Made Rianta Program Studi Penciptaan dan Pengkajian Seni (S2) Institut Seni Indonesia Denpasar
  • Hendra Santosa Program Studi Penciptaan dan Pengkajian Seni (S2) Institut Seni Indonesia Denpasar
  • I Ketut Sariada Program Studi Seni Karawitan Institut Seni Indonesia Denpasar

Abstract

Tari Rejang Sakral Lanang di Desa Mayong, Kecamatan Seririt, Kabupaten Buleleng adalah sebuah tari sakral yang memiliki keunikan salah satunya terletak pada gerak tarinya. Memahami dan mengetahui estetika gerak dalam Tari Rejang Sakral Lanang di Desa Mayong merupakan tujuan penelitian ini. Pengumpulan data penelitian ini menggunakan teknik observasi tidak berstruktur, teknik wawancara, studi dokumentasi, dan studi kepustakaan. Berdasarkan analisis data yang dilakukan, diperoleh kesimpulan yaitu gerak Tari Rejang Sakral Lanang di Desa Mayong hanya terdiri dari empat gerakan yang selalu dipergunakan secara berulang-ulang dari awal tarian hingga akhir tarian, sehingga struktur dari tarian ini menggunakan struktur tunggal. Adapun empat gerakan tersebut meliputi: agem, nengkleng, nindak, dan nutup. Gerakan pada tarian ini memiliki estetika karena sesuai dengan pendapat dari Thomas Aquinas yang berpendapat bahwa, keindahan meliputi tiga persyaratan yaitu kesatuan, perimbangan, dan kejelasan. Kesatuan dapat dilihat dari gerak dalam tari tersebut didukung dengan tata busana, tata rias, tempat pementasan dan musik iringan tari sesuai dengan karakter tari; Keseimbangan dapat dilihat dari pengulangan gerakan dari kanan ke kiri maupun dari kiri ke kanan karena disebabkan struktur dalam tarian serta adanya keharmonisan antara desain lantai dan desain atas; Kejelasan gerak Tari Rejang Sakral Lanang dapat dilihat dari pementasannya yang menampilkan hanya empat gerakan saja yang diulang-ulang dari awal hingga akhir tarian. Gerakan yang dilakukan juga didukung oleh penari, tata busana, tata rias, dan tempat pementasan yang juga dapat dilihat kejelasannya.  

References

Agung, A. A. A. K. (2004). Busana Adat Bali. Denpasar: Pustaka Bali Post.

Bandem, I. M. (1983). Ensiklopedi Tari Bali. Denpasar: Sekolah Tinggi Seni Indonesia (STSI) Denpasar.

Bandem, I. M. (2005). Tari Bali Sebuah Simbol Masyarakat Bali. Seni, 1(1), 9–21.

Bungin, Burhan. (2015). Penelitian Kualitatif: Komunikasi, Ekonomi, Kebijakan Publik, Dan Ilmu Sosial Lainya-Edisi Kedua. Jakarta: Prenada Media Group.

Cerita, I. N. (2009). Analisis Tari dan Gerak. Denpasar: Institut Seni Indonesia Denpasar.

Dibia, I. W. (1999). Selayang Pandang Seni Pertunjukan Bali. Bandung: Masyarakat Seni Pertunjukan Indonesia.

Dibia, I. W. (2013). Puspasari Seni Tari Bali. Denpasar: UPT. ISI Denpasar.

Gie, T. L. (2004). Filsafat Keindahan. Yogyakarta: Pusat Belajar Ilmu Berguna (PUBIB).

Hawkins, A. M. (2003). Mencipta Lewat Tari. Terj. Y. Sumandiyo Hadi. Yogyakarta: Manthili.

Koentjaraningrat. (1995). Manusia dan Kebudayaan di Indonesia. Jakarta: Djambatan.

Kussudiardjo, B. (1981). Tentang Tari. Yogyakarta: C.V:Nur Cahaya.

Moleong, L. (2012). Metodologi Penelitian Kualitatif Edisi Revisi. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya.

Nugroho, E. (2008). Pengenalan Teori Warna. Yogyakarta: C.V Andi Offset.

Rai, Wayan. (2001). Gong Antropologi Pemikiran. Denpasar: Bali Mangsi.

Ratna, Nyoman Kutha. (2010). Metodologi Penelitian Kajian Budaya Dan Ilmu Sosial Humaniora Pada Umumnya. Yogyakarta: Pustaka Belajar.

Sarwono, Jonathan. (2006). Metode Penelitian Kuantitatif & Kualitatif. Yogyakarta: Graha Ilmu,

Soedarsono. (1975). Komposisi Tari Elemen-elemen Dasar. Yogyakarta: Akademi Seni Tari Indonesia.

Soedarsono. (1977). Tari-tarian Indonesia I. Jakarta: Proyek Pengembangan Media Kebudayaan. Direktorat Jendral. Departemen Pendidikan Dan Kebudayaan.

Tim Redaksi. (2011). Kamus Besar Bahasa Indonesia Pusat Bahasa Edisi Keempat. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama.

Widjaja, N. L. . S. (1997). Busana Tari: Sebuah Refleksi Dan Tantangan. Mudra Jurnal Seni Dan Budaya, V(No.5), 80–89.

Yudabakti, I. M. dan I. W. W. (2007). Filsafat Seni Sakral Dalam Kebudayaan Bali. Surabaya: Paramita.

Published
2019-09-06
How to Cite
Rianta, I. M., Santosa, H., & Sariada, I. K. (2019). Estetika Gerak Tari Rejang Sakral Lanang Di Desa Mayong, Seririt, Buleleng, Bali. Mudra Jurnal Seni Budaya, 34(3), 285-393. https://doi.org/10.31091/mudra.v34i3.678
Section
Articles