Makna Budi Pekerti Remaja pada Serat Wulangreh Karya Pakubuwono IV: Pupuh Macapat Durma
DOI:
https://doi.org/10.31091/mudra.v34i3.681Keywords:
Keywords: Serat Wulangreh, Durma, Character, teenager.Abstract
Penelitian berjudul “Makna Budi Pekerti Remaja pada Serat Wulangreh Karya Pakubuwono IV: Pupuh Macapat Durmaâ€. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan dan mengungkapkan nilai budi pekerti yang terdapat dalam Serat Wulangreh khususnya pupuh Durma. Penelitian ini menggunakan pendekatan hermeneutika dengan analisis disiplin sastra Jawa. Sumber data yang digunakan berupa sumber pustaka, yaitu teks bait-bait tembang Durma dalam Serat Wulangreh karya Sri Susuhunan Pakubuwono IV. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan beberapa langkah, yaitu (1) inventarisasi naskah, (2) deskripsi naskah (3) alih tulis dengan transliterasi standar (4) menterjemahkan dengan metode terjemahan harfiah dan bebas. Keabsahan data penelitian dilakukan dengan menggunakan, (1) validasi semantis, (2) kajian berulang, dan (3) diskusi dengan teman sejawat. Teknik Analisis data yang digunakan adalah pemahaman (vresthen), dengan tahapan pembahasan: mengungkapkan, menjelaskan serta menterjemahkan tembang tersebut. Hasil penelitian ini mengungkapkan bahwa pada beberapa bait tembang macapat Durma dalam Serat Wulangreh mengandung nilai budi pekerti bagi remaja.
Downloads
References
Aris Widodo. (2016). Islam dan Budaya Jawa. Yogyakarta: Kaukaba Dipantara.
Bertens, K. (2001). Etika. Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama.
Chepy Hary Cahyono. (1995). Dimensi-Dimensi Pendidikan Moral. Semarang: IKIP Press.
Dewanta, Aria. (2003). Upaya Merumuskan Etika Ekologi Global. Basis (01-02) 20.
Depdikbud. (1997). Pusat Pengembangan Kurikulum dan Sarana Pendidikan. Jakarta: Pedoman Pengajaran Budi Pekerti.
Magnis-Suseno Franz. (1987). Etika Dasar: Masalah-Masalah Pokok Filsafat Moral. Yogyakarta: Kanisisus.
Rachels, James. (2004). Filsafat Moral James Rachels. Terj A. Sudiaja. Yogyakarta: PT. Kanisius.
Ridwan, N.A. (2007). Landasan Keilmuan Kearifan Lokal. Jurnal Studi Islam dan Budaya Vol 5 (1) 27-38.
Rochmadi, Nurwahyu. (2002). Dasar Dan Konsep Pendidikan Moral. Malang:Wineka Media.
Rohendi Rohidi Tjetjep. (1994). Pendekatan Sistem Sosial Budaya Dalam Pendidikan. Semarang:IKIP Semarang Press.
Saputra, Karsono H. (2010). Pengantar Sekar Macapat. Jakarta: Wedatama Widya Sastra.
Subalidinata, R.S. (1994). Kawruh Kasusastran Jawa. Yogyakarta: Pustaka Nustama
Setiyadi, Dwi Bambang P. (2012). Kajian Wacana Tembang Macapat.Yogyakarta: Media Perkasa.
Sutardjo, Imam. (2011). Tembang Jawa (Macapat). Surakarta: Fak Seni Rupa UNS.
Suwardi. (2006). Dasar-Dasar Pembelajaran Tembang. Bahan Pelatihan Bahasa Jawa SMA/MA/SMK Dinas Pendidikan Kabupaten Magelang. FBS: UNY.
Suparno, Paul. (2002). Pendidikan Budi Pekerti Di Sekolah Suatu Tinjauan Umum. Yogyakarta: Kanisius.
Padmosoekotjo, S. (1953). Ngengrengan Kasusastran Jawa. Jilid II. Jogjakarta: Hien Hoo Sing.
Padmosoekotjo, S. (1960). Ngengrengan Kasu-sastran Djawa. Jilid II. Yogyakarta: Hien Hoo Siang.
Purna, I Made. Dkk. (1996). Macapat dan Gotong Royong. Jakarta: Direktorat Sejarah dan Nilai Tradisional Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.
Tim Penyusun. (2001). Kamus Besar Bahasa Indonesia Edisi ketiga. Jakarta: Balai Pustaka.
Windradi, Nanang. (2002). Suluk, Kawruh Pedhalangan lan Macapat. Sukoharjo: Cenderawasih.
Zoetmulder. (1983). Kalangwan; Selayang Pandang Sastra Jawa Kuna. Terjemahan Dick Hartoko. Jakarta: Djambatan.
Downloads
Published
Issue
Section
License
- Copyright on any open access article in a journal published by Mudra Jurnal Seni Budaya is retained by the author(s).
-
The Creative Commons Attribution License 4.0 formalizes these and other terms and conditions of publishing articles.