Nilai Pendidikan Karakter pada Wangsalan Sindhenan Karya Nyi Bei Mardusari

  • Mambaul Khasanah Program Studi S2 Pendidikan Seni, Pascasarjana Universitas Sebelas Maret Surakarta
  • Suyanto Suyanto
  • Sudiyanto Sudiyanto

Abstract

Wangsalan sindhenan merupakan salah satu bentuk karya sastra Jawa yang memiliki kandungan nilai- nilai luhur. Terdapat teka- teki dalam teks wangsalan yang membutuhkan sebuah metode untuk mengungkapkannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap dan menjelaskan teka teki dan nilai pendidikan karakter yang terkandung dalam wangsalan sindhenan serat Kidung Kandhasanyata Nyi Bei Mardusari. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kualitatif dengan menggunakan metode pendekatan semiotik. Sumber data penelitian ini adalah teks wangsalan sindhenan dalam serat Kidung Kandhasanyata karya Nyi Bei Mardusari. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan pembacaan dan pencatatan terhadap data yang diperoleh dari data pustaka dan wawancara. Analisis data menggunakan teknik pembacaan heuristik dan pembacaan hermeneutik dengan tahapan: (1) menterjemahkan teks wangsalan, (2) mengungkapkan teka- teki dan makna wangsalan, dan (3) menginterpretasi makna wangsalan secara filosofis. Hasil penelitian ini berupa nilai- nilai pendidikan karakter yang terkandung dalam wangsalan sindhenan karya Nyi Bei Madusari. Nilai- nilai pendidikan tersebut diantaranya nilai keimanan dan ketaqwaan, kesabaran, kemuliaan dan pengendalian diri. Nilai- nilai tersebut dapat digunakan sebagai media untuk menanamkan pendidikan karakter yaitu dengan memahami dan menginterpretasi makna yang terkandung di dalam wangsalan sehingga mampu menggerakkan rasa dan naluri pembaca untuk menjadi manusia yang lebih baik.

References

Abrams, M. H. (1979). The Mirror and The Lamp. Oxford: Oxford University Press.

Hidayatullah, M. Furqon. (2010). Pendidikan Karakter: Membangun Peradaban Bangsa. Surakarta: Yuma Pustaka.

Irmayanti, M. Budianto. (2002). Realitas dan Objektivitas: Refleksi Kritis Atas Cara Kerja Ilmiah. Jakarta: Wedya Sastra.

Kadarisman, A. Effendi. (2010). Mengurai Bahasa Menyibak Budaya. Bunga Rampai Linguistik, Puitika dan Pengajaran Bahasa. Malang: UIN- Maliki Press.

Kaelan. (2005). Metode Penelitian Kualitatif Bidang Filsafat; Paradigma Bagi Pengembangan Penelitian Interdisipliner Bidang Filsafat, Budaya, Sosial, Semiotika, Sastra, Hukum dan Seni. Yogyakarta: Penerbit Paradigma.

Mursidin, (2011). Moral, Sumber Pendidikan. Bogor: Ghalia Indonesia.

Padmopuspita, Asia. (1990). Citra Wanita dalam Sastra Dalam Cakrawala Pendidikan. Yogyakarta: Lembaga Pengabdian Masyarakat.

Padmosoekotjo, S. (1956). Ngengrengan KasusastranJawa II. Yogyakarta: Hien Hoo Sing.

Prawiroatmodjo, S. (1996). Bausastra Jawa- Indonesia. Jakarta: PT Karya Unipress.

Schleiermacher. F.D.E. (1977). Hermeneutics: The Handwritten Manuscripts, (ed.) Heinz Kimmerle. Terj: James Duke & Jack Forstman. Montana: Scholars Perss.

Semi, M. Atar. (1994). Metode Penelitian Sastra. Bandung: Angkasa.

Solichin, Suyanto, Setiawan A., Zuriah N., Nurrochsyam M Wildha. (2011). Pendidikan Budi Pekerti dalam Pertunjukan Wayang. Jakarta: Yayasan Sena Wangi.

Subroto, Edi. (2000). Kajian Wangsalan dalam Bahasa Jawa. Jakarta: Pusat Bahasa Departemen Pendidikan Nasional

Sumaatmadja, Nursyid. (2002). Pendidikan Pemanusiaan Manusia Manusiawi. Alfabeta: Bandung.

Suroso., Santosa, Puji. (2009). Estetika: Sastra, Sastrawan & Negara. Yogyakarta: Pararaton Publishing

Thomson, Godfrey. (1977). Dasar Konsep Pendidikan Moral. Jakarta: Alfabeta.

Wijoyanto, Danang. (2014). Ngripta lan Negesi Wangsalan. Dalam Majalah: Jayabaya No. 4 Minggu IV September 2014. Surabaya: Temprina Media Grafika.

Published
2019-05-22
How to Cite
Khasanah, M., Suyanto, S., & Sudiyanto, S. (2019). Nilai Pendidikan Karakter pada Wangsalan Sindhenan Karya Nyi Bei Mardusari. Mudra Jurnal Seni Budaya, 34(2), 172-176. https://doi.org/10.31091/mudra.v34i2.666
Section
Articles

Most read articles by the same author(s)