Kreasi Bros Dan Pincushion Dari Kain Perca Hasil Karya Penerima Manfaat Jurusan Menjahit Di Balai Rehabilitasi Sosial “Taruna Yodha” Sukoharjo

Kreasi Bros Dan Pincushion Dari Kain Perca Hasil Karya Penerima Manfaat Jurusan Menjahit Di Balai Rehabilitasi Sosial “Taruna Yodha” Sukoharjo

Authors

  • Rachmi Kurnia Mulyana Prodi Pendidikan Seni UNS
  • Slamet Supriyadi Prodi Pendidikan Seni UNS
  • Zaini Rohmad Prodi Pendidikan Sosiologi Antropologi UNS

DOI:

https://doi.org/10.31091/mudra.v34i3.789

Keywords:

kain perca, pemberdayaan, bros, pincushion

Abstract

Pada Balai Rehabilitasi Sosial Taruna Yodha Sukoharjo, kain perca yang merupakan sisa dari jurusan menjahit di sana masih terabaikan dan belum dimanfaatkan secara maksimal oleh pihak balai. Kain perca yang terabaikan dapat diolah lebih lanjut menjadi kerajinan yang memiliki nilai ekonomi yang disesuaikan dengan tren masyarakat masa kini. Bros dan pincushion merupakan produk olahan kain perca yang berkaitan dengan hijab, yang diminati oleh masyarakat. Pembuatan bros dan pincushion bersama penerima manfaat di balai dilakukan dengan metode demonstrasi, dan data yang diperoleh diolah secara kualitatif. Hasil yang diperoleh adalah karya berupa bros dan pincushion, kemudian hasil karya tersebut dikemas secara menarik untuk selanjutnya dapat dipamerkan dan dijual oleh pihak balai pada showroom yang menyajikan karya penerima manfaat pada balai tersebut.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Joesoef, Soelaman. 1999.Konsep Dasar Pendidikan non formal.Jakarta: Bumi Aksara Sagala, Syaiful. 2011. Konsep dan Makna Pembelajaran. Bandung : Alfabeta Zakiya,

Kurrien. 2005. Memberdayakan Anak Belajar. Surabaya: Plan Indonesia https://id.wikipedia.org/wiki/Bros diunduh pada tanggal 28 Juli 2018

Downloads

Published

06-09-2019

How to Cite

Mulyana, R. K., Supriyadi, S., & Rohmad, Z. (2019). Kreasi Bros Dan Pincushion Dari Kain Perca Hasil Karya Penerima Manfaat Jurusan Menjahit Di Balai Rehabilitasi Sosial “Taruna Yodha” Sukoharjo. Mudra Jurnal Seni Budaya, 34(3), 330–334. https://doi.org/10.31091/mudra.v34i3.789

Issue

Section

Articles

Most read articles by the same author(s)

Loading...