Mendulang Mutiara Kata: Identifikasi dan Intertektualitas Ekspresi Kearifan Lokal Dalam Sastra Bali Modern

  • I Nyoman Darma Putra Prodi Sastra Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Udayana
  • Ida Ayu Laksmita Sari Prodi Sastra Jepang, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Udayana
Keywords: sastra bali modern, kearifan lokal, kata-kata mutiara, intertekstualitas

Abstract

Banyak ungkapan terkenal di masyarakat yang asal-usulnya kurang diketahui oleh publik, padahal ungkapan itu berasal dari karya seni seperti lagu atau karya sastra. Ungkapan-ungkapan seperti “jaen hidup di Bali” (enak hidup di Bali), “sakadi ngurug pasih” (ibarat menimbun samudera), “gede ombak gede angin” (ombak besar angin kencang), dan “tresnane ajur lebur satonden kembang” (kasih layu sebelum berkembang) adalah ekspresi kearifan lokal Bali yang bisa dirunut jejaknya lewat karya sastra. Artikel ini bertujuan untuk mendulang, menggali, mengumpulkan, dan menganalisis kata-kata mutiara yang terkandung dalam sastra Bali modern. Data yang terkumpul dianalisis dengan intertekstualitas untuk melihat hubungan antara ungkapan dalam sastra dan dalam sumber lainnya serta perbedaan makna kontekstualnya. Hasil analisis menunjukkan ada tujuh jenis kata-kata mutiara yang banyak muncul dalam karya sastra Bali modern, yaitu sesonggan (pepatah), sesawangan (perumpamaan), seloka (bidal), wawangsalan, sesimbing, peparikan, dan bladbadan. Dari ketujuh bentuk itu, sesonggan (pepatah) yang paling banyak muncul karena paling efektif untuk menyampaikan ungkapan secara tidak langsung.

References

Agastia, I.B.G. 1994. Ida Pedanda Made Sidemen Pengarang Besar Bali Abad ke-20. Denpasar: Yayasan Dharma Sastra.

Allen, Graham. 2000. Intertextuality. London: Routledge.

Bagus, I Gusti Ngurah, dkk. 1978. Kembang Rampe Kasusastraan Bali. Singaraja: Balai Penelitian Bahasa Singaraja, Bali.

Bagus, I Gusti Ngurah, dkk. 1979/1980. Peribahasa dalam Bahasa Bali. Singaraja: FKIP Universitas Udayana.

Barthes, Roland. 1977. Image-Music-Text, Essays Selected and Translated by Stephen Heat. Glasgow: Fontana/Collin.

Eddy, Nyoman Tusthi. 1991. Mengenal Sastra Bali Modern. Jaakrta: Balai Pustaka.

Ginarsa, Ketut. 1980. Paribasa Bali. Singaraja: Balai Penelitian Bahasa Singaraja, Bali.

Putra, I Nyoman Darma. 2010. Tonggak Baru Sastra Bali Modern. Denpasar: Pustaka Larasan.

Putra, I Nyoman Darma. 2013. “Hadiah Sastra Rancage: Pilar Penting Perkembangan Sastera Balio Modern”, dalam Etti R.S. dkk. (eds) Seperempat Abad Hadiah Sastera Rancage, pp.47-59. Bandung: Yayasan Kebudayaan Rancage.

Putra, I Pt. Budiantara, I Kt. Paramarta, I Md. Sutama. 2016. “Basita Paribasa ring Album “Nasi Goreng Spesial” Kekawian Widi Widiana” e-Journal JPBB Universitas Pendidikan Ganesha, Volume 04 No. 02, pp. tanpa halaman.

Rida, I Ketut. 2014. Lawar Goak. Denpasar: Buku Arti.

Sanggra, I Made. 2003. Ketemu ring Tampaksiring. Denpasar: Buku Arti.

Santha, IGG Djelantik. 2015. Kacunduk ring Besakih. Tabanan: Pustaka Ekspresi.

Simpen I Wayan. 1980. Basita Paribasa. Denpasar : Upada sastra

Suarsa, I Made. 2006. Gede Ombak Gede Angin. Denpasar: Fakultas Sastra Unud.

Tinggen, I Nengah. 1988. Aneka Rupa Paribasa Bali. Singaraja: Rhika Dewata.

Tryniecka, Aleksandra. 2014. “The Faces of Intertextuality in The Literary Analysis: A Reappraisal”, International Journal of Arts & Sciences, 07(04):153–159 (2014)

Turaeni, Ni Nyoman Tanjung. 2017. “Pengalihwahanaan Paribasa Bali Lisan ke dalam Lagu Bali Populer”, Aksara, Vol. 29, No. 2, Desember 2017, pp. 211.224.
Published
2019-05-23
How to Cite
Darma Putra, I. N., & Laksmita Sari, I. A. (2019). Mendulang Mutiara Kata: Identifikasi dan Intertektualitas Ekspresi Kearifan Lokal Dalam Sastra Bali Modern. Mudra Jurnal Seni Budaya, 34(2), 239-249. https://doi.org/10.31091/mudra.v34i2.706
Section
Articles