Antara Teks dan Praktik: Ritual Iomante pada Cerita Rakyat Ainu Jepang

  • Ida Ayu Laksmita Sari Prodi Sastra Jepang, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Udayana Jalan Pulai Nias No. 13 Denpasar, Bali 80114, Indonesia
Keywords: ritual iomante, cerita rakyat ainu, ideologi, pariwisata etnik

Abstract

Masyarakat Ainu, penduduk asli Jepang yang selama ratusan tahun sempat termaginalkan, kaya akan budaya yang terus dilestarikan antara lain melalui aktivitas ritual dan cerita rakyat. Salah satu ritual penting yang muncul berulang dalam cerita rakyat Ainu adalah iomante (iyomante), ritual pengembalian arwah beruang ke alam dewa. Makalah ini menganalisis hubungan antara praktik ritual dengan teks cerita tentang iomante. Analisis difokuskan pada bagaimana ritual iomante dilukiskan dalam cerita rakyat, mengapa iomante muncul berulang dalam cerita-cerita rakyat Ainu, dan apa hubungan antara cerita rakyat iomante dengan praktik ritual iomante yang digelar masyarakat Ainu dewasa ini. Objek dari penelitian ini diambil dari cerita rakyat yang terkumpul dalam buku antologi cerita rakyat Ainu Ainu Mukashi Banashi: Hitotsubu no Satciporo dengan editor Kayano Shigeru (1993). Data dikaji dengan teori sosiologi sastra dan teori semiotika. Teori sosiologi sastra menganalisis cerita sebagai refleksi kehidupan sosial budaya masyarakat, sedangkan teori semiotika digunakan untuk mengkaji simbol-simbol dalam cerita rakyat secara denotatif, konotatif dan mitos atau ideologi. Makalah ini menyimpulkan bahwa pelukisan ritual iomante dalam cerita rakyat Ainu menjadi wadah bagi masyarakat untuk ideologisasi tradisi budaya, sementara praktik ritual iomante dewasa ini mengalami penambahan fungsi dari sebatas fungsi spiritual dengan fungsi festival, khususnya ketika ritual dipromosikan sebagai daya tarik pariwisata etnik yang dikembangkan masyarakat Ainu.

References

kino, Shigeki. (1999), “Spirit Sending Ceremony” dalam dalam Ainu Spirit of a Northern People. William W. Fitzhugh dan Chisato O. Dubreuil (ed.). Washington: National Museum of Natural History in association with University of Washington Press, pp. 248-255.

Askenazi, Michael. (2008), Hand Book of Japanese Mythology. New York: Oxford University Press.

Barthes, Roland. (1962), Elements of Semiology. New York: Hill and Wang.

Barthes, Roland. (1977), Image-Music-Text, Essays Selected and Translated by Stephen Heat. Glasgow: Fontana/Collin.

Batchelor, John. (1889), The Speciments of Ainu Folklore. USA:! Library of Alexandria.

Batchelor, John. (1892), The Ainu of Japan: The Religion, Superstitions, and General History of The Hairy Aborigines of Japan. London: Religious Tract Society.

Batchelor, John. (1901), The Ainu and Their Folklore. Tokyo: Kyoubunkan.

Chandler, Daniel. (2002), Semiotics, The Basics. London: Routledge.

Damono, Sapardi Djoko. (1978), Sosiologi Sastra: Sebuah Pengantar Ringkas. Jakarta: Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa, Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.

Davidson, Deborah. (2007), “Two Ainu Folktales”, dalam World Literature Today, Vol. 81, No. 5 (Sep. – Oct., 2007), hlm. 26—28.

Fitzhugh, William W. (1999), “Ainu Ethnicity: A History”, dalam Ainu Spirit of a Northern People. William W. Fitzhugh dan Chisato O. Dubreuil (ed.). Washington: National Museum of Natural History in association with University of Washington Press, pp. 9-27.

Kayano, Shigeru. 1993. Ainu Mukashi Banashi: Hito Tsubu no Satchiporo. Tokyo: Heibonsha.

Kindaichi, Kyōsuke and Minori Yoshida. (1949), “The Concepts behind the Ainu Bear Festival (Kumamatsuri)”, Southwestern Journal of Anthropology, Vol. 5, No. 4 (Winter, 1949), pp. 345-350.

Kitagawa, Joseph M. (1961), “Ainu bear Festival (Iyomante)” History of Religions, Vol. 1, No. 1 (Summer, 1961), pp. 95-151.

Ohnuki-Tierney, E. 1981. Illness and Healing among the Sakhalin Ainu: A Symbolic Interpretation. Cambridge: Cambridge University Press.

Renner, Nate. (2012). “Ainu Ceremonial Music and Dance: “Restored” and Recontextualized”, Volume 39, Number 1 (2012), pp. 208-225.

Sari, Ida Ayu Laksmita. (2019), “Kajian Komparatif Wacana Kearifan Lokal Cerita Rakyat Bali Aga dan Ainu Jepang”, disertasi Prodi Doktor Linguistik, Universitas Udayana.

Sjöberg, Katarina V. 2013. The Return of the Ainu Cultural Mobilization and the Practice of Ethnicity in Japan. London: Routledge.

Strong, Sarah M. (2011), Ainu Spirits Singing: The Living World of Chiri Yukie’s Ainu Shin’yushu. Honolulu: University of Hawai’i Press.

Teeuw, A. (1984). Sastra dan Ilmu Sastra: Pengantar Teori Sastra. Jakarta: Dunia. Pustaka Jaya.

Utagawa, Hiroshi. (1999) “The Archeology of Iyomante”, dalam Ainu Spirit of a Northern People. William W. Fitzhugh dan Chisato O. Dubreuil (ed.). Washington: National Museum of Natural History in association with University of Washington Press, pp. 256-260.

Walker, Brett L. (2001), The conquest of Ainu lands: ecology and culture in Japanese expansion, 1590–1800. Berkeley Los Angeles London: University of California Press.

Yamada, Takako. (1999), An Anthropology of Animism and Shamanism. Budapest: Akadémiai Kiadó.
Published
2019-05-22
How to Cite
Laksmita Sari, I. A. (2019). Antara Teks dan Praktik: Ritual Iomante pada Cerita Rakyat Ainu Jepang. Mudra Jurnal Seni Budaya, 34(2), 205-212. Retrieved from https://jurnal.isi-dps.ac.id/index.php/mudra/article/view/702
Section
Articles