Pendidikan Seni Tari Sanggar Seni Sarwi Retno Budaya Surakarta Sebagai Pengembangan Karakter Anak

  • Laras Ambika Resi Prodi Pendidikan Seni, Pascasarjana Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sebelas Maret Surakarta, Jalan Ir. Sutami 36 A Jebres, Surakarta, Indonesia
  • Sutarno Haryono Prodi Pendidikan Seni, Pascasarjana Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sebelas Maret Surakarta, Jalan Ir. Sutami 36 A Jebres, Surakarta, Indonesia
  • Slamet Subiyantoro Prodi Pendidikan Seni, Pascasarjana Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sebelas Maret Surakarta, Jalan Ir. Sutami 36 A Jebres, Surakarta, Indonesia
Keywords: education, dance, values of character, Sarwi Retno Budaya art studio

Abstract

Penelitian ini adalah untuk mengkaji pendidikan seni tari di sanggar seni Sarwi Retno Budaya Surakarta sebagai pengembangan karakter anak. Metodologi penelitiannya bersifat kualitatif dengan pendekatan kritik seni holistik yang menggunakan rujukan teori: (1) Pembelajaran, (2) Pendidikan Karakter, (3) Seni Pertunjukan, dan (4) Komunikasi. Adapun teknik pengumpulan datanya melalui: studi pustaka, wawancara, observasi, dan dokumentasi. Teknik analisisnya menggunakan cara-cara kualitatif yaitu seluruh kegiatan atau aktifitas analisisnya dilakukan bersamaan dengan proses atau waktu pengumpulan data dan pada bagian akhir data-data yang bersifat genetik, objektif dan afektif dikaji secara integratif untuk menarik simpulan sebagai makna tunggal yang menempatkan posisi setiap temuan berada pada satu kesatuan konteks. Hasil temuan penelitian ini bahwa pendidikan seni tari di sanggar seni Sarwi Retno Budaya mampu mendidik penari profesional yang memiliki nilai-nilai karakter sebagai pengembangan karakter anak supaya memiliki kepribadian yang bertanggungjawab untuk menjaga, melestarikan dan mengembangkan peradaban budaya bangsa Indonesia. Adapun nilai-nilai karakter yang ditanamkan terhadap anak-anak atau siswa sanggar seni Sarwi Retno Budaya yaitu: nilai spiritual, nilai kejujuran, nilai santun, nilai kerjasama, nilai tenggang rasa, nilai disiplin, nilai kreatif, dan nilai tanggungjawab.

References

Cahya. (2016). Nilai, Makna, dan Simbol Dalam Pertunjukan Wayang Golek Sebagai Representasi Media Pendidikan Budi Pekerti. Panggung, 26, (2), 117-127.

Kesuma, Dharma dkk. (2011). Pendidikan Karakter. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.

Maryono. (2010). Komponen Verbal Dan Nonverbal Dalam Genre Tari Pasihan Gaya Surakarta (Kajian Pragmatik). (Doktor/ Dr), Program Pascasarjana, UNS.

Maryono. (2010). Pragmatik Genre Tari Pasihan Gaya Surakarta. Surakarta: ISI Press Solo.

Maryono. (2015). Analisa Tari. Surakarta: ISI Press Solo.

Megawangi, Ratna. (2004). Pendidikan Karakter: Solusi yang Tepat Untuk Membangun Bangsa. Bogor: Indonesia Heritage Foundation.

Lickona, Thomas. (2008). Educating for Character. Diterjemahkan oleh. Lita. S. 2014. Pendidikan Karakter. Bandung: Nusa Media.

Parker, De Witt. H. (1920). The Principle of Aestetics. Diterjemahkan oleh. S.D Humardani. 1980. Dasar-dasar Estetika. Surakarta: Akademi Seni Karawitan Indonesia (ASKI).

Saptono. (2011). Dimensi-Dimensi Pendidikan Karakter. Jakarta: Erlangga.

Suhartono, Suparlan. (2008). Filsafat Pendidikan. Yogyakarta: Ar-ruzz Media.

Sutopo, H.B. (1995). Kritik Seni Holistik Sebagai Model Pendekatan Penelitian Kualitatif. Surakarta: Sebelas Maret University Press.

Sutopo, H.B. (2006). Metodologi Penelitian Kualitatif Dasar Teori dan Terapannya dalam Penelitian. Surakarta: UNS.

Yule, George. (1996). Pragmatics. Diterjemahkan oleh. Indah Fajar Wahyuni. 2006. Pragmatik. Penerbit: Pustaka Pelajar.

Published
2019-09-09
How to Cite
Resi, L., Haryono, S., & Subiyantoro, S. (2019). Pendidikan Seni Tari Sanggar Seni Sarwi Retno Budaya Surakarta Sebagai Pengembangan Karakter Anak. Mudra Jurnal Seni Budaya, 34(3), 402-410. https://doi.org/10.31091/mudra.v34i3.648
Section
Articles