Variabilitas Tangga Nada Talempong Pacik Dalam Konteks Kesenian Tradisi Minangkabau

Authors

  • Wimbrayardi Wimbrayardi Sendratsik FBS, Universitas Negeri Padang, Air Tawar, Padang, Indonesia
  • Bambang Parmadi FKIP Universitas Bengkulu, Jl. WR. Supratman, Kota Bengkulu, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.31091/mudra.v36i2.1438

Keywords:

Variabilitas, Tangganada, Talempong Pacik

Abstract

Dalam musik tradisional Minangkabau khususnya musik Talempong Pacik, tidak ada kesamaan tangga nada antar kelompok musik Talempong di setiap kanagarian di Minangkabau. Tangga nada yang digunakan dalam Talempong tradisional tidak sama dengan tangga musik barat (diatonis) dengan kata lain tangga nada yang dipakai adalah pentatonis. Bagi masyarakat Minangkabau untuk memainkan Talempong Pacik, yang dibutuhkan adalah kebenaran oral rasa musik dalam menafsirkan suara atau nada yang diinginkan (sense of music). Hal tersebut, menjadikan bentuk variabilitas nada ataupun tangga nada tradisi Talempong Pacik menjadi sangat beragam. Dalam konteks kesenian tradisi bentuk tangga nada atau pola musik Talempong Pacik berbeda-beda, sehingga menjadikan kesenian tradisi ini sebagai kesenian kearifan lokal dengan warna varian tradisi dalam sosiokultur masyarakat pada beberapa kanagarian di Minangkabau. Berdasarkan pada teori etnomusikologi, kesenian tradisi khususnya musik mempunyai peran penting pada sosiokultur masyarakat pendukungnya, baik secara penggunan (use) maupun fungsinya (function).

Downloads

Download data is not yet available.

Downloads

Published

11-06-2021

Issue

Section

Articles

How to Cite

Variabilitas Tangga Nada Talempong Pacik Dalam Konteks Kesenian Tradisi Minangkabau. (2021). Mudra: Jurnal Seni Budaya, 36(2), 135-139. https://doi.org/10.31091/mudra.v36i2.1438

Most read articles by the same author(s)