Fungsi Dan Makna Sastra Bali Tradisional Sebagai Pembentuk Karakter Diri

  • Ni Nyoman Karmini

Abstract

Tujuan tulisan ini adalah untuk mendeskripsikan fungsi dan makna yang diungkapkan dalam sastra Bali tradisional. Setiap karya sastra memiliki fungsi dan makna yang dapat memberikan kesenangan dan manfaat (dulce et utile) bagi penikmatnya. Demikian juga halnya dengan karya sastra Bali tradisional. Fungsi sastra Bali tradisional adalah untuk memberi hiburan dan mendidik. Makna yang terdapat di dalamnya memberi- kan manfaat untuk membentuk karakter pada penikmatnya. Pendekatan pragmatik dan hermeneutik diguna- kan untuk memperoleh data dan hasilnya disajikan secara deskriptif dengan teknik induktif-deduktif.

References

Alwi, Hasan. (1996). Kamus Besar Bahasa Indone- sia. Edisi Kedua. Balai Pustaka, Jakarta.

Bandem, I Made dan Sal Murgiyanto. (1996). Teater Daerah Indonesia. Kanisius, Yogyakarta.

Danandjaja. James. (1997). Folklor Indonesia. Pustaka Utama Grafiti, Jakarta.

Halliday, M.A.K. dan Ruqaiya Hasan. 1994. Bahasa, Konteks, dan Teks: Aspek-aspek Bahasa dalam Pandangan Semiotik Sosial. Terjemahan dari Language, Contex, and Text: Aspects of Language in a Social-semiotik Perspective. Penerjemah Drs. Asrudin Barori Tou, M.A. Yogyakarta: Gajah Mada University Press.

Kaplan, David dan Robert A.Manners. (2002). Tori Budaya. Pustaka Pelajar, Yogyakarta.

Karmini, Ni Nyoman. 2002. “Geguritan Sarasamus- caya: Analisis Bentuk, Fungsi, dan Makna”. Tesis. Universitas Udayana, Denpasar.

Karmini, Ni Nyoman. (2008). ”Sosok Perempuan dalam Teks Geguritan di Bali: Analisis Femi- nisme”. Disertasi Program Doktor Linguistik. Universitas Udayana, Denpasar.

Karmini, Ni Nyoman. 2011a. Teori Pengkajian Prosan Fiksi dan Drama. Pustaka Larasan bekerja sama dengan Saraswati Institut Press, Denpasar.

Karmini, Ni Nyoman. 2011b. ”Geguritan Diah Sawitri: Inspirasi Kemandirian Bagi Perempuan Bali”. Dimuat dalam jurnal terakreditasi B LIPI, No. 337/AU1/P2MBI/04/2011. Sawerigading: Jurnal Bahasa dan Sastra, Volume 17, Edisi Khusus, Oktober 2011, hlm.45-56, ISSN0854- 4220. Balai Bahasa Ujung Pandang, Makassar.

Karmini, Ni Nyoman. 2012. ”Analisis Feminisme dalam Geguritan Saci.” Dimuat dalam jurnal terakreditasi Dikti, Mudra, Jurnal Seni Budaya, Volume 27, No. 2 Juli 2012, hlm 141-154, ISSN:0854-3461. Institut Seni Indonesia, Denpasar.

Karmini, Ni Nyoman. 2015a. ”Tingkatkan Kualitas Kehidupan dengan Memahami Kreativitas Manu- sia”. Dimuat dalam jurnal Suluh Pendidikan (Jurnal Ilmu-Ilmu Pendidikan), Volume 13, Nomor 1 Juni 2015, hlm.1-10, ISSN 1829-894X. LPPM IKIP Saraswati, Tabanan.

Karmini, Ni Nyoman. 2015b. ”Narasi Kesetiaan demi Keutuhan Rumah Tangga dalam Sastra Bali:: Analisis ”Geguritan Bali”. Dimuat dalam jurnal terakreditasi B Menristek Dikti No.12/KP/II/2015, tanggal 11 Februari 2015, Jurnal Kajian Bali, Jour- nal of Bali Studies, Volume 05, Nomor 01, April 2015, hlm.143-164, ISSN 2088-4443. Universitas Udayana, Denpasar.

Karmini, Ni Nyoman. 2015c. ”Value Education in Literature Tradisional Bali as the Establishment of Reference Characters”. Dimuat dalam International Journal of Science and Research (IJSR). Volume 4, Issue 11, November 2015. Paper ID NOV151488, page 1566-1568, ISSN (online) 2319-7064, Index Copernicus Value (2013): 6.14, Impact Factor (2014):5.611.Licensed Under Creative Commons Attribution CCBY. www.ijsr.net.

Karmini, Ni Nyoman. (2016). ”Analysis the Mean- ing of Geguritan Dyah Arini” Dimuat dalam Inter- national Journal of Science and Research (IJSR). Volume 5, Issue 1, Januari 2016. Paper ID NOV152878, ISSN (online) 2319-7064, p.938-941, Index Copernicus Value (2013): 6.14, Infact Factor (2014): 5.611, Licensed Under Creative Commons Attribution CC BY, www.ijsr.net Kleden, Ignas. (2004). Sastra Indonesia dalam Enam Pertanyaan. Anggota IKAPI, Jakarta.

Koentjaraningrat. (1993). Kebudayaan Mentalitas dan Pembangunan. Gramedia Pustaka Utama, Jakarta.

Luxemburg, J.v., Mieke Bal dan Willem G. West- steijn. 1992. Pengantar Ilmu Sastra. Gramedia Pustaka Utama, Jakarta.

Teeuw, A. 1983. Membaca dan Menilai Sastra. Gramedia, Jakarta.

Teeuw, A. (1984). Sastra dan Ilmu Sastra. Pustaka Jaya, Jakarta.

Teeuw, A. (2003). Sastra dan Ilmu Sastera. Pustaka Jaya, Jakarta.

Suwija, I.K. 1979. “Mengenal Prasi”. Gedong Kirtya, Singaraja.

Putra, I Nyoman Darma. 2009. ‘'Kidung Interaktif' Vocalising and interpreting traditional literature through electronic mass media in Bali’, Indonesia and the Malay World, 37:109, pp. 249-276.

Putra, I Nyoman Darma. 2010. Tonggak Baru Sastra Bali Modern. Pustaka Larasan, Denpasar.

Putra, I Nyoman Darma. 2011a.”Politik Identitas dalam Teks Sastrawan Bali” dimuat dalam Jurnal Kajian Bali, Volume 01, Nomor 01, April 2011, ISSN2088-4443. Universitas Udayana.

Putra, I Nyoman Darma. 2011b. A literary Mirror; Balinese Reflections on Modernity and Identity in the Twentieth Century. Leiden: KITLV Press.

Pradopo, R. D. 1995. Beberapa Teori Sastra, Metode Kritik, dan Penerapannya. Pustaka Pelajar, Yogyakarta.

Putra, I Nyoman Darma. 2010. Tonggak Baru Sastra Bali Modern. Pustaka Larasan, Denpasar.

Putra, I Nyoman Darma. 2011a.”Politik Identitas dalam Teks Sastrawan Bali” dimuat dalam Jurnal Kajian Bali, Volume 01, Nomor 01, April 2011, ISSN 2088-4443. Universitas Udayana.

Putra, I Nyoman Darma. 2011b. A literary Mirror; Balinese Reflections on Modernity and Identity in the Twentieth Century. Leiden: KITLV Press.

Triguna, Yudha. I.B.G. 2000. Teori Tentang Simbol. Widya Dharma, Denpasar.

Warna, I.W. 1990. Kamus Bali-Indonesia. Dinas Pendidikan Dasar Provinsi. Bali.

Published
2017-09-11
How to Cite
Karmini, N. N. (2017). Fungsi Dan Makna Sastra Bali Tradisional Sebagai Pembentuk Karakter Diri. Mudra Jurnal Seni Budaya, 32(2). https://doi.org/10.31091/mudra.v32i2.106
Section
Articles