Film Tari; Sebuah Hibridasi Seni Tari, Teknologi Sinema, dan Media Baru

  • Deny Tri Ardianto Desain Komunikasi Visual, Universitas Sebelas Maret, Surakarta, Indonesia
  • Bedjo Riyanto Desain Komunikasi Visual, Universitas Sebelas Maret, Surakarta, Indonesia

Abstract

Film tari telah memiliki sejarah panjang seiring kelahiran film di dunia. Namun demikian kehadirannya tidak serta merta disadari oleh masyarakat dunia. Film tari berkembang dalam sepi di tengah riuhnya film-film popular yang merajai bioskop-bioskop komersial. Kini film tari seakan ingin menampilkan eksistensinya melalui pemutaran dan diskusi di beberapa event festival film tari, pemutaran di kampus-kampus, serta komunitas kesenian. Semakin banyak ruang-ruang pemutaran turut menggiatkan para pembuat film dan koreografer untuk semakin produktif memproduksi film tari. Ditunjang perkembangan teknologi sinema yang secara nominal semakin terjangkau masyarakat, produksi dan distribusi film tari semakin meningkat. Hal tersebut yang menjadi salah satu penanda bangkitnya film tari di dunia. Namun bagaimanakah perkembangan film tari di Indonesia? Potensi film tari berkembang di Indonesia sangat terbuka lebar, karena Indonesia kaya akan tari tradisional yang siap untuk dieksplorasi berhibridasi dengan film/video. Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, kajian dari tulisan ini diharapkan bisa memberikan wawasan bagaimana perkembangan seni tari dan seni film berkolaborasi dengan beragam dukungan teknologi sinema dan media baru berkembang di Indonesia.

References

Ardianto, Deny Tri, 2014. Risang Tetuka; Adaptasi Lakon Gathutkaca Lahir ke Dalam Film Tari. Disertasi Program Doktoral Pengkajian dan Penciptaan Seni, PPs ISI Yogyakarta

Brannigan, Erin. 2006. Yvonne Rainer’s memoir “Feelings Are Facts: A Life”. MIT Press published.

Croteau and Hoynes (2003) Media Society: Industries, Images and Audiences (third edition) Pine Forge Press: Thousand Oakes.

Indriasari, Lusiana, 2012. Diakses pada 10 Oktober 2017 pukul 22.00 WIB, pada laman:http://entertainment.kompas.com/read/2012/06/05/21363642/idf.perkenalkan.konsep.film.tari

Mitoma, Judy. 2002. Envisioning Dance on Film and Video, Great Britain: Routledge.

Moleong, Lexy J. 2005. Metodologi Penelitian Kualitatif, Bandung: Remaja Rosdakarya.

Rosenberg, Douglas. 2001. Essay on Screen Dance. Dipresentasikan dalam seminar/simposium Dance for The Camera di Madison, Wiscosin, USA.

Rousseve, David. 2012. “Dance Film and Dance for the Camera.” E-mail untuk Deny Tri Ardianto. 12 Februari 2012.

Sukmadinata, Nana Syaodih. 2010. Metode Penelitian Pendidikan. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.

Venza, Jac. 2002. Dance as Television: A Continuing Challege. Editor. Judy Mitoma. Envisioning Dance on Film and Video, Great Britain: Routledge.

Wolff, Jessica. 2005. Yvonne Rainer – Director. Diakses pada 11 Januari 2014 pukul 21.00WIB, pada laman: http://www.filmreference.com/Directors-Pe-Ri/Rainer-Yvonne.html

Published
2020-05-12
How to Cite
Ardianto, D., & Riyanto, B. (2020). Film Tari; Sebuah Hibridasi Seni Tari, Teknologi Sinema, dan Media Baru. Mudra Jurnal Seni Budaya, 35(1), 112-116. https://doi.org/10.31091/mudra.v35i1.856
Section
Articles