Film Tari; Sebuah Hibridasi Seni Tari, Teknologi Sinema, dan Media Baru

Authors

  • Deny Tri Ardianto Desain Komunikasi Visual, Universitas Sebelas Maret, Surakarta, Indonesia
  • Bedjo Riyanto Desain Komunikasi Visual, Universitas Sebelas Maret, Surakarta, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.31091/mudra.v35i1.856

Keywords:

film tari, hibridasi, sinema

Abstract

Film tari telah memiliki sejarah panjang seiring kelahiran film di dunia. Namun demikian kehadirannya tidak serta merta disadari oleh masyarakat dunia. Film tari berkembang dalam sepi di tengah riuhnya film-film popular yang merajai bioskop-bioskop komersial. Kini film tari seakan ingin menampilkan eksistensinya melalui pemutaran dan diskusi di beberapa event festival film tari, pemutaran di kampus-kampus, serta komunitas kesenian. Semakin banyak ruang-ruang pemutaran turut menggiatkan para pembuat film dan koreografer untuk semakin produktif memproduksi film tari. Ditunjang perkembangan teknologi sinema yang secara nominal semakin terjangkau masyarakat, produksi dan distribusi film tari semakin meningkat. Hal tersebut yang menjadi salah satu penanda bangkitnya film tari di dunia. Namun bagaimanakah perkembangan film tari di Indonesia? Potensi film tari berkembang di Indonesia sangat terbuka lebar, karena Indonesia kaya akan tari tradisional yang siap untuk dieksplorasi berhibridasi dengan film/video. Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, kajian dari tulisan ini diharapkan bisa memberikan wawasan bagaimana perkembangan seni tari dan seni film berkolaborasi dengan beragam dukungan teknologi sinema dan media baru berkembang di Indonesia.

Downloads

Download data is not yet available.

Downloads

Published

2020-05-12

How to Cite

Ardianto, D. T., & Riyanto, B. (2020). Film Tari; Sebuah Hibridasi Seni Tari, Teknologi Sinema, dan Media Baru. Mudra Jurnal Seni Budaya, 35(1), 112–116. https://doi.org/10.31091/mudra.v35i1.856

Issue

Section

Articles