Nilai Estetika Kacaping Sebagai Konsep Dasar Pendidikan Karakter Pada Pendidikan Formal Masyarakat Bugis di Kabupaten Sidrap

  • Andi Ihsan Makassar State University

Abstract

Kacaping merupakan salah-satu produk budaya masyarakat bugis khususnya di kabupaten Sidrap, Sulawesi-Selatan. Secara estetika, kacaping memiliki nilai-nilai baik ekstrinsik maupun intrinsik, yang tentunya dapat menjadi nilai-nilai lokal sebagai peletak dasar pendidikan karakter bagi generasi penerus. Di dalam pendidikan formal dikenal domain yang terintegrasi ke dalam satu kesatuan pembelajaran yang menjadi sasaran atau tujuan dari pendidikan tersebut yakni kognitif, afektif dan psikomotorik. Aspek-aspek tersebut idealnya bersumber dari nilai-nilai lokal kedaerahan sehingga pendidikan karakter yang diharapkan benar-benar dapat terwujud sesuai sasaran yang diinginkan. Nilai-nilai kedaerahan sebagai dasar pembentukan karakter generasi terdapat dalam kacaping. Adapun rumusan masalah dalam penelitian ini adalah (1) bagaimana nilai ekstrinsik kacaping sebagai konsep dasar kurikulum pendidikan formal berbasis pendidikan karakter pada masyarakat bugis di kabupaten sidrap, (2) bagaimana konsep pendidikan formal melalui nilai estetika kacaping pada masyarakat bugis di kabupaten Sidrap. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif melalui pendekatan etnomusikologi didukung dengan ilmu-ilmu lannya yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kacaping bugis di kabupaten Sidrap memiliki estetika yakni nilai-nilai baik nilai ekstrinsik maupun nilai intrinsik yang melekat pada kacaping, maupun pada penyajian kacaping tersebut di masyarakat. Dengan mengangkat nilai-nilai estetika kacaping ke dalam proses pendidikan formal berbasis pendidikan karakter maka tujuan pendidikan karakter yang diharapkan benar-benar dapat terwujud.

References

Ganap, Victor. (2012). Konsep Multikulturaldan Etnisitas Pribumi dalam Penelitian seni. Jurnal Humaniora. 24(2): 156-167.

Gie, The Liang. (1976), Garis Besar Estetik (Falsafah Keindahan). (Cetakan ke-2). Yogyakarta: Fakultas Filsafat Universitas Gajah Mada.

Hasan, Salahuddin. (1995), Kecapi Bugis Makassar: Bagian Proyek Pembinaan Permuseuman Sulawesi Selatan.

Kluckhohn, C. dan Strodtbeck. (1961). Variatioan in Values Orientation. Englewood Cliffs, N.J.: Prentice-Hall.)

Mattulada. (1975). “Latoa satu lukisan analitik terhadap antropologi-politik Orang Bugis”. Universitas Indonesia, Jakarta.

Merriam, Alan P. (1999). The Anthropology of Music.Terjemahan Triyono Bramantyo. Yogyakarta: ISI Yogyakarta.

Miles, Matthew. B. Miles dan A. Michael Huberman. (2007). Analisis Data Kualitatif Buku Sumber Tentang Metode-metode Baru. Terjemahan Tjetjep Rohendi Rohidi. Jakarta: Universitas Indonesia.

Moleong, Lexy J. (2006). Metode Penelitian Kualitatif. Bandung: Rosdakarya.

Rahim, A. Rahman. (2011). Nilai-nilai Utama Kebudayaan Bugis: Penerbit Ombak: Yogyakarta.

Sugiyono. (2006). Metode Penelitian Pendidikan (Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif dan R&D). Bandung: Alfabeta.

Taylor, Edward. B. (1958). Primitive Culture. Harper, New York.

Tjetjep, R. (2011). Metodologi Penelitian Seni. Semarang: Cipta Prima Nusantara.

Published
2019-05-23
How to Cite
Ihsan, A. (2019). Nilai Estetika Kacaping Sebagai Konsep Dasar Pendidikan Karakter Pada Pendidikan Formal Masyarakat Bugis di Kabupaten Sidrap. Mudra Jurnal Seni Budaya, 34(2), 259-268. https://doi.org/10.31091/mudra.v34i2.627
Section
Articles