Ragam Hias Beberapa Masjid di Jawa: Kajian Sejarah Kebudayaan dan Semiotika

Authors

  • Edi Sunaryo
  • Nur Sahid
  • Akhmad Nizam

DOI:

https://doi.org/10.31091/mudra.v31i2.27

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengkaji perkembangan transformasi bentuk ragam hias sejak Zaman Hindu-Budha hingga Zaman Islam di Jawa. Obyek penelitian ini berupa ragam hias yang ada di masjid Demak, Mantingan Iepara, Menara Kudus, dan Masjid Besar Kauman Yogyakarta. Kajian ini menggunakan pendekatan sejarah kebudayaan dan semiotika. Pendekatan sejarah kebudayaan dipergunakan untuk mengkaji perkembangan ragam hias di keempat masjid. Sedangkan teori semiotika dipergunakan untuk
menganalisis makna ragam hias. Ragam hias pengaruh Hindu - Budha menemukan bentuk ekspresinya di Jawa dan Bali, sedangkan seni Islam berkembang di daerah kekuasaan raja Islam di Sumatera, Jawa dan Madura. Seni Islam dibentuk dengan mengadopsi tradisi seni Indonesia Hindu yang disesuaikan dengan kebudayaan Islam pada Waktu itu. Kesenian Islam mendorong semakin subumya teknik penggayaan atau stilasi, dengan menghindari penggambaran obyek secara realistik. Kekayaan ragam hias, bentuk dan maknanya menjadi garda depan untuk mencari ciri khas bentuk kesenian Indonesia. Stilasi jika dimaknai sebagai pengalihan atau pengganti, maka cara ini sudah dilakukan sejak masa Hindu dengan paradigma ‘apa saja yang mempunyai persamaan sifat dianggap sama pula dalam hakekatnya‘.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Handinoto dan Samuel, Hartono. (2007), “Pengaruh Penukangan Cina pada Bangunan Mesjicl Kuno di Jawa Abad 15-16â€, dalam Jumal Dimensi Teknik Arsitektur, Vol. 35, N0. 1, Juli 2007.

Hoop, A. N. J. Th. ‘a Th. van der. (1949), Indonesische Siermotieven, Koninklijk Bataviaasch Genootschap Van Kunsten En Wetenschappen.

Jasadipoera, R. Ng.(1925), Serat Rama: Jilid III, Bale Poestaka, Weltevreden.

Kuntowijoyo. (2003), Metodologi Sejarah, Yogyakarta, Tiara Wacana.

Pradopo, Rachmat Djoko. (1987), Puisi Indonesia, Gadjah Mada University Press, Yogyakarta.

Nuryanto. (1992), “Penerapan Metode Cintent Analysis dalam Bidang Penelitian Bahasa Dan Seni“, dalam Lokakakrya Pendidikan Bahasa dan

Seni, IKIP Yogyakarta, ll-13 Mei 1992, Yogyakarta.

Sunarto. (2009), Wayang Kulit Purwa Dalam Pandangan Sosio-Budaya, Arindo Nusa Media, Yogyakarta.

Zaimar, K.S. (1990), Menelusuri Makna Ziarah Karya Iwan Simatupang, Jambatan, Jakana.

Zoest, Aart Van. (1993), Semiotika, Sumber Agung, Jakarta.

Downloads

Published

2017-04-12

How to Cite

Sunaryo, E., Sahid, N., & Nizam, A. (2017). Ragam Hias Beberapa Masjid di Jawa: Kajian Sejarah Kebudayaan dan Semiotika. Mudra Jurnal Seni Budaya, 31(2). https://doi.org/10.31091/mudra.v31i2.27

Issue

Section

Articles