Model Normatif Kemasan Seni Pertunjukan Melayu Objek Wisata Candi Muarajambi

  • Mahdi Bahar
  • Hartati Muchtar
Keywords: kreatif, estetika, artistitika, budaya Melayu, wisatawan

Abstract

Seni tradisional masyarakat Melayu Muarajambi adalah seni rakyat dan belum tentu mampu memenuhi kebutuhan apresiasi kontemporer para wisatawan. Untuk alasan ini, diperlukan model  seni pertunjukan kreatif bercitra global di kompleks candi Muarajambi yang mampu memenuhi apresiasi para wisatawan. Sementara itu, kegiatan wisata berada di pusat kehidupan  masyarakat Melayu Muarajambi yang kebudayaannya secara ideal berdasarkan pada ajaran Islam. Di sisi lain, ketahanan budaya dibutuhkan seiring dengan penguatan budaya. Solusi akomodatif untuk melakukan kemasan seni untuk itu adalah, model normatif didasarkan pada estetika dan kesenian Melayu Muarajambi, serta Melayu pada umumnya dan kreativitas seni berorientasi pada artistika global.

References

Bahar, Mahdi and Hartati Muchtar, “The Trace Of Animism In Art Of Islamic Minangkabau Culture: Continuity And Change”, in INTERNATIONAL JOURNAL OF SCIENTIFIC & TECHNOLOGY RESEARCH, Volume 8, Issue 10, October 2019, ISSN 2277-8616, p. 198.

Bahar, Mahdi. Musik Perunggu Nusantara Perkembangan Budayanya di Minangkabau. Bandung: Sunan Ambu STSI Press, 2009.

Brandon, James R. Theatre in Southeast Asia. Cambridge, Massachusetts: Harvard University Press, 1967.

Dicky, George. Aestetics. Indianapolis: Bobbs-Merrill Educational Publishing, 1971.

Franklin, Adrian. “Art Tourism: A New Field For Tourist Studies, in Tourist Studies: SAGE Journal”, Vol. 18(4), 2018, p. 401

Irawati, Eli. “Transmisi, Musik Lokal-Tradisional, dan Musik Populer “, dalam Jurnal Panggung, V0l. 30, Nomor 3, /09/, tahun 2020, h. 392-410.

Kementerian Agama RI, Syaamil Al-Qur’anulkarim: Miracle The Reference, Bandung: PT. Sygma Creative Media Corp, tanpa tahun.

Kirk, Jerome and Marc L. Miller. Reliability and Validity in Qualitative Research, Beverly Hills: Sage Publications, 1986.

Kostelanetz, Richard., ed. Esthetics Contemporary. Buffalo, New York: Prometheus Books, 1978.

Kusuma, Monica Revias Purwa dan Aji Susanto Anom Purnomo. “Emotional Branding Dalam Strategi Pemasaran Kolaborasi: Studi Kasus Desain Kemasan Mizzu “Khong Guan Face Palette” dalam MUDRA Jurnal Seni Budaya, Volume 35, Nomor 3, September 2020, h. 318.

PT. Sae Citra Endah, “Masterplan Kawasan Percandian Muara Jambi: Laporan Akhir”, Jambi: Balai Pelestarian Cagar Budaya Kota Jambi, Tahun Anggaran 2014.

Ruastiti, Ni Made. “Keterpinggiran Kelompok Kesenian Cak Bedulu Dalam Seni Pertunjukan Pariwisata Bali”, dalam MUDRA Jurnal Seni Budaya, Volume 34, Nomor 2, Mei 2019, pp. 186-198

Schnitger, F.M. Forgotten Kingdoms in Sumatra. Leiden: E.J. Brill, 1964.

Suardana, dkk., Gede. “The Legend Of Balinese Goddesses”: Komodifikasi Seni Pertunjukan Hibrid Dalam Pariwisata Bali” dalam Jurnal Kajian Bali, Volume 08, Nomor 01, April 2018, H.40.

Turner, Jonathan H. The Structure of Sociological Theory, Illinois: The Dorsey Press, 1978.
Published
2021-02-17
How to Cite
BaharM., & MuchtarH. (2021). Model Normatif Kemasan Seni Pertunjukan Melayu Objek Wisata Candi Muarajambi. Mudra Jurnal Seni Budaya, 36(1), 1-14. https://doi.org/10.31091/mudra.v36i1.1322
Section
Articles