Visualisasi Tando Tabalah Penari Tunggal dalam Photomotion Pertunjukan Rampak Kelompok Tari Minang

  • Sri Rustiyanti Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI) Bandung
  • Wanda Listiani Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI) Bandung

Abstract

Pertunjukan tari adakalanya dibawakan oleh penari tunggal atau penari kelompok. Tari tunggal dilakukan oleh seorang penari memerankan seorang karakter atau tokoh. Bentuk tariannya berdiri sendiri dan tidak ada kaitannya dengan penampilan tari sebelumnya. Pertunjukan penari tunggal dituntut untuk tampil matang dan terampil, kemampuan virtuositas karena fokus perhatian yang terpusat pada satu orang saja, tentu saja berbeda dengan penari kelompok yang dituntut kerampakkan baik dalam garak (bentuk gerak) maupun garik (rasa gerak). Sifat tari tunggal menjadikan seseorang sebagai subjek sekaligus objek tarian yang dibawakannya. Adapun tari kelompok merupakan bentuk karya tari yang memerlukan kerja sama antarpe- nari, karena diperagakan lebih dari satu penari. Gerak penari satu dan penari lain saling berkaitan dan tidak dapat berdiri sendiri. Keseragaman untuk mencapai keindahan bentuk tari kelompok bukan hal yang mudah. Adapun hasil penelitian ini, dalam penyajian tari kelompok tando tabalah (identitas pribadi) harus lebur ditinggalkan dan ditanggalkan egoisme masing-masing pribadi penari.

References

Carter, Curtis L. 2000 “Improvisation in Dance. ”Journal of Aesthetics and Art Criticism 58:2, Spring.

Cohen, Selma Jean. 1968 “A Prolegomenon to an Aesthetic of Dance,” dalam Lee A. Jacobus, ed., Aesthetics and the Arts. New York: McGraw-Hill.

Davidoff, Linda L. 1988 Psikologi Suatu Pengantar. Jakarta: Erlangga.

Derks, Will. [t. th. ] “Tubuh Liar: Realisme Grotesk dalam Cerita Melayu”, dalam Kalam: Menguak Tubuh. Jakarta: Yayasan Kalam.

Krasner, Jon. 2008. Motion Graphic Design : Applied History and Aesthetics. Oxford : Focal Press

LIPI. 198 Kapita Selekta Manifestasi Budaya Indonesia. Bandung: Badan Penelitian dan Pengemban- gan Departemen Luar Negeri bekerja sama dengan Penerbit Alumni.

Murthada Muthahhari 2014 Falsafah Kenabian, Monoteisme, Teoretis. Jogyakarta: Rausyanfikr

R. M. Soedarsono 2004 Seni Pertunjukan Dari Perspektif Politik, Sosial, dan Ekonomi. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.

Seni Pertunjukan Indonesia di Era Globalisasi. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.

Metodologi Penelitian Seni Pertunjukan & Seni Rupa. Bandung: MSPI.

“Seni diIndonesia: Kontinuitas dan Perubahan”. Terjemahan. Art in Indonesia: Continuitas and Change, ClaireHolt. Yogyakarta: ISI Yogyakarta.

Sal Murgiyanto 2004 Mencermati Seni Pertunju- kan: Perspektif Kebudayaan, Ritual, Hukum. Surakarta: Kerjasama Ford Foundation& Program Pascasarjana ISI Surakarta.

“Minangkabau Dance Redefined: 1968–1971”, dalam Disertasi Moving Between Unity and Diversity, Four Indonesian Choreographers. New York: New York University.

Penata Tari Muda. Jakarta: PT Harapan/Dewan Kesenian.

Y. Sumandiyo Hadi 1996 Aspek-aspek Dasar Kore- ografi Kelompok. Yogyakarta: Manthili

Published
2017-09-11
How to Cite
Rustiyanti, S., & Listiani, W. (2017). Visualisasi Tando Tabalah Penari Tunggal dalam Photomotion Pertunjukan Rampak Kelompok Tari Minang. Mudra Jurnal Seni Budaya, 32(2). https://doi.org/10.31091/mudra.v32i2.112
Section
Articles