Animasi sebagai Media Pendidikan Karakter Berbasis Tri Kaya Parisudha untuk Anak-Anak

  • I Gusti Agung Rangga Lawe Institut Teknologi Bandung
  • Irfansyah Irfansyah
  • Hafiz Aziz Ahmad
Keywords: character education, tri kaya parisudha, animation

Abstract

Pendidikan karakter sangat penting untuk diberikan pada anak sejak dini, terutama saat ia berada dalam fase imitasi, di mana anak belajar meniru perangai seperti cara bicara dan cara bersikap yang diambil dari model yang diteladani. Meniru dengan keteladanan mengajarkan anak untuk mengembangkan moral, sosial dan spiritual mereka. Salah satu landasan pendidikan karakter dalam Hindu adalah ajaran Tri Kaya Parisudha, yang terdiri dari Manacika, Wacika, dan Kayika. Ajaran ini sangat penting untuk dipahami dan diamalkan oleh anak di kehidupan sehari-hari, karena akan membentuk sifat integritas dan jati dirinya. Keselarasan antara pikiran, ucapan, dan tindakan agar selalu berada di jalan yang baik dan benar dalam Tri Kaya Parisudha dapat disampaikan menggunakan pendekatan keteladanan, yaitu proses meniru perilaku yang diperagakan oleh model/idola yang disukai mereka. Di era modern, penerapan pendidikan karakter bisa dilakukan dengan bantuan media eksternal seperti animasi. Konsep pendidikan karakter dikemas lewat tokoh animasi dan dapat dijadikan model/idola oleh anak untuk ditiru. Selain itu, nilai yang terkandung lewat cerita di animasi juga dapat terbawa sampai anak tumbuh dewasa, dan dijadikan referensi olehnya saat dibutuhkan. Adanya ikatan emosional anak pada karakter animasi menyebabkan anak meniru gaya/gerak karakter tersebut, hingga turut merasakan apa yang dirasakan karakter itu. Selain itu, cerita dalam animasi juga memberikan pengalaman baru bagi anak untuk dijadikan pembelajaran dalam pembentukkan karakternya. Sebagai media pembelajaran, animasi dapat menunjang aspek kognitif anak dengan cara mengingat apa yang ia dapat di animasi tersebut, untuk kemudian ditiru agar dapat membentuk karakter mereka.

References

Dwiyanto, A., 2016. Ilmu Administrasi Publik di Indonesia: Mencari Identitas. Yogyakarta: UGM Press.

Butler, P., K. Green and D. Galvin, 2013. The Principles of Pride: The science behind the mascot. Arlington, VA: Rare.

Heryanto, Ariel. 2015. Identitas Dan Kenikmatan. Jakarta: Gramedia.

Hoed, Benny. 2011. Semiotika dan Dinamika Sosial Budaya. Depok: Komunitas Bambu.

Jenks, Chris. 2013. Culture. Studi Kebudayaan. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Kertajaya, Hermawan. 2013. Pemimpin dan Reformasi Birokrasi Catatan Inspiratif dan Alat Ukur dalam Implementasi Reformasi Birokrasi. Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi.

Kusrianto, Adi. 2009. Pengantar Desain Komunikasi Visual. Yogyakarta: Andi offset.

Kusuma, Paku. 2012. Perancangan maskot PT. KAI Persero sebagai jembatan komunikasi yang ideal. Thesis Penciptaan Seni, ISI Yogyakarta.

Kusuma, Paku. 2018. City Mascot as a supporting force in city imaging. Bandung Creative Movement (BCM) Journal.

Neuman, W. Lawrence. 2015. Metode Penelitian Sosial: Pendekatan Kualitatif dan Kuantitatif. Jakarta: PT. Indeks.

Pramusinto, Agus. 2009. Mengembangkan Budaya Kepemimipinan Profesional Birokrasi, Kumpulan Tulisan. Yogyakarta: Gava Media.

Purwanto, EA. 2019. Pidato Pengukuhan Jabatan Guru Besar Ilmu Kebijakan Publik Pada Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Gadjah Mada.

Ricoeur, Paul. 2012. Teori Interpretasi. Yogyakarta: IRCiSoD.

Sumardjo, Jakob. 2010. Estetika Paradoks (Edisi Revisi). Bandung: Sunan Ambu Press.

Sunardi. St., 2002. Semiotika Negatifa. Yogyakarta. Buku Baik.

Wheeler, Alina. 2009. Designing Brand Identity: An Essential Guide For The Entire Branding Team. Hoboken, New Jersey: John Willey & Son. Inc.

Published
2020-07-24
How to Cite
Rangga Lawe, I. G. A., Irfansyah, I., & Ahmad, H. (2020). Animasi sebagai Media Pendidikan Karakter Berbasis Tri Kaya Parisudha untuk Anak-Anak. Mudra Jurnal Seni Budaya, 35(2), 242-249. https://doi.org/10.31091/mudra.v35i2.975
Section
Articles