Kajian Aroma Sebagai Salah Satu Pertimbangan Desain Ruang Huni Studi Kasus Cluster Naraya BSB Semarang

  • Christian Moniaga Program Studi Arsitektur, Fakultas Arsitektur dan Desain, Universitas Katolik Soegijapranata
Keywords: aroma, ruang huni, kontemporer, BSB semarang

Abstract

Kajian tentang bentuk, warna, material, dan tekstur sudah sering dijumpai dalam berbagai rujukan yang membahas tentang desain ruang huni. Namun dalam mendapatkan sebuah kualitas fungsi ruang yang maksimal terdapat aroma yang semestinya menjadi salah satu nilai yang penting untuk diperhatikan. BSB (Bukit Semarang Baru) di Kota Semarang merupakan sebuah kawasan pengembangan baru yang di dalamnya terdapat rancangan arsitektural hunian kontemporer. Bagaimana kajian aroma dipertimbangkan di dalam pengembangan hunian kontemporer inilah yang menjadi latar belakang penulisan penelitian ini. Metode penelitian yang digunakan adalah studi kualitatif dengan pendekatan observasi, wawancara, dan literatur. Adapun yang menjadi tujuan akhir dari penelitian ini adalah untuk melihat sejauh mana aroma menjadi pertimbangan desain ruang huni dalam hunian kontemporer untuk mendukung terciptanya fungsi bangunan secara maksimal.

References

Anink, D., Boonstra, Chiel, Mark, and John. (1996). Handbook of Sustainable Building. James & James, London.

Bogdan, R. C., & Biklen, S. K. (1992). Qualitative research for education. An introduction to theory and methods., MA: Allyn & Bacon. Carpenter, P. L., T.D. Boston

Koentjaraningrat. (1993). Metode-metode Penelitian Masyarakat. PT. Gramedia Pustaka Utama. Jakarta.

Pearson, David. (1998). The New Natural House Book. Fireside, New York.
Published
2019-09-06
How to Cite
Moniaga, C. (2019). Kajian Aroma Sebagai Salah Satu Pertimbangan Desain Ruang Huni Studi Kasus Cluster Naraya BSB Semarang. Mudra Jurnal Seni Budaya, 34(3), 335-340. https://doi.org/10.31091/mudra.v34i3.791
Section
Articles