Aplikasi Ngayah Dalam Karya Seni Mari Menari

  • Kadek Kadek Shanti Gitaswari Prabhawita Penciptaan Seni Tari, Program Pascasarjana, Institut Seni Indonesia Surakarta Jl. Ki Hajar Dewantara No 19, Surakarta, 57126, Indonesia.
Keywords: kesadaran, koreografi lingkungan, media sosial

Abstract

Masyarakat Bali percaya jika setiap tindakan yang dilandasi ketulus-ikhlasan (ngayah) akan mendatangkan hal positif, baik bagi individu maupun kehidupan sosial bermasyarakat. Ngayah bukan sebuah kegiatan wajib, mengikat individu seperti yang selama ini berkembang di masyarakat Bali. Ngayah merupakan wujud kesadaran tertinggi manusia sebagai ciptaan Tuhan yang diberkati. Bukan hanya kesadaran dan keikhlasan memberi, tapi kesadaran untuk menerima segalanya dengan ikhlas. Karya ini menginterpretasikan ngayah dengan produk teknologi sebagai medianya. Hal ini merupakan upaya kreatif dalam merespon lingkungan dengan mengajak masyarakat untuk terlibat langsung dalam karya. Metode pembelajaran tari Bali dalam bentuk produk audio visual diberikan secara berkala kepada masyarakat melalui media sosial instagram dengan harapan masyarakat dapat mengaplikasikannya dimasing-masing tempat. Garapan ini menggabungkan vlog, happening art dan flashmob dalam sebuah pertunjukan. Karya ini dipentaskan di ruang terbuka dengan latar belakang gedung pertokoan Jalan Gatot Subroto, Kemlayan, Solo. Beberapa teori seperti koreografi lingkungan dan konsep hidup dalam ajaran agama Hindu Bali digunakan untuk melandasi dan memperkuat konsep garapan. Pada proses garap diawali dari observasi, mengajar tari dibeberapa tempat, hingga membetuk kelompok yang mewadahi keinginan untuk menampilkan karyanya. Karya ini merupakan wujud dari pengembangan kreativitas seorang pelaku seni dengan memanfaatkan media sosial, mencoba cara baru untuk mengemas sebuah karya tari. Hal ini adalah wujud konkrit dan dampak positif dari perkembangan media sosial terhadap sektor seni.

References

Ali, Matius. (2013).Filsafat Timur: Sebuah Pengantar Hinduisme &Buddhisme, Jakarta: Sanggar Luxor.

Anandakusuma, Sri Reshi. (1986). Kamus Bahasa Bali, Bali: Cv.Kayumas.

Koentjaraningrat.(1996). Pengantar Antropologi I, Jakarta: Rineka Cipta.

Martono, Hendro. (2012). Koreografi Lingkungan: Revitalisasi Gaya Pemanggungan dan Gaya Penciptaan Seniman Nusantara, Yogyakarya: Cipta Media.

Piliang, Yasraf Amir. (2004). Dunia Yang Dilipat: Tamasya Melampaui Batas-Batas Kebudayaan, Yogyakarta: Jalasutra.

Sunarto, Bambang. (2013). Epistemologi Penciptaan Seni, Yogyakarta: IDEA press.

Swami Prabhupada, Sri Srimad A.C. Bhaktivedanta. (2006). Bhagawad Gita Menurut Aslinya, Hanuman Sakti

Tim Penyusun Kamus Pusat Bahasa. (2005). Kamus Besar Bahasa Indonesia Edisi Ketiga, Jakarta: Balai Pustaka
Published
2019-05-22
How to Cite
Kadek Shanti Gitaswari Prabhawita, K. (2019). Aplikasi Ngayah Dalam Karya Seni Mari Menari. Mudra Jurnal Seni Budaya, 34(2), 199-204. https://doi.org/10.31091/mudra.v34i2.701
Section
Articles