Implikatur Presentasi Komplementarisme Verbal dan Nonverbal Tari Gambiranom Susunan S. Ngaliman

  • - Maryono Jurusan Seni Tari, Fakultas Seni Pertunjukan, Institut Seni Indonesia Surakarta, Indonesia
Keywords: implikatur, verbal dan non verbal, tari gambiranom, perkawinan budaya jawa

Abstract

Penelitian ini adalah untuk mengkaji implikatur presentasi komplementarisme komponen verbal dan nonverbal tari Gambiranom susunan S. Ngaliman. Karya tari sebagai ungkapan ekspresi jiwa seniman merupakan media komunikasi bahasa simbolik yang hendak disampaikan secara implisit terhadap penghayat. Pesan seniman yang dibalut dalam artitistik visual komposit bahasa verbal dan nonverbal tari Gambiranom merupakan strategi off record yang memungkinkan implikaturnya bermakna bagi sepasang pengantin dan masyarakat pengahayat. Metodologi penelitian kualitatif menjadi pilihan peneliti dalam upaya mengkaji implikatur presentasi tari Gambiranom. Teori rujukan adalah teori pragmatik dan teori seni pertunjukan. Pengumpulan data, diantaranya: studi pustaka, studi visual dokumen tari Gambiranom, wawancara dan observasi. Model analisisnya bersifat jalinan yang prosesnya secara garis besar diawali dari pengumpulan data kemudian direduksi lalu dikembangkan menjadi sajian data dan selanjutnya diverifikasi menjadi simpulan (Sutopo, 2006:118). Temuan penelitian bahwa Implikatur pertunjukan tari Gambiranom dalam perkawinan budaya Jawa adalah sebagai hiburan dan edukasi nilai-nilai perjuangan tentang cinta-kasih agar diserap dan dicontoh sepasang pengantin. Bagi masyarakat selain hiburan juga sebagai wawasan dan perenungan membudaya.

References

Finoza, Lamuddin. (2005), Komposisi Bahasa Indonesia, Jakarta, Diksi Insan Mulia.

Gunarwan, Asim. (2006), “Implikatur Percakapan: Perspektif Grice dan Perspektif Sperber & Wilson”, Makalah, Jakarta, Depok.

Geertz, Clifford. (1992), Kebudayaan dan Agama,Yogyakarta, Kanisius.

Grice, H.P. (1981), Presupposition and Conversational Implicature, New York, Academic Press.

Heriwati, Sri Hesti. (2003), “Kemetaforaan Cakepan Tembang-Tembang Jawa”, Tesis, Program Pascasarjana, Universitas Sebelas Maret Surakarta.

Koentjaraningrat. (1984), Kebudayaan Jawa, Jakarta, Balai Pustaka.

Kreidler, W. Charles. (1998), Introducing English Semantics, London, Routledge.

Leech, Geoffrey. (1993), Prinsip-prinsip Pragmatik, Penerjemah, M.D.D Oka, Penerbit, UI Press.

Maryono. (2010), “Komponen Verbal dan Nonverbal dalam Genre Tari Pasihan Gaya Surakarta (Kajian Pragmatik)”, Disertasi, Program Pascasarjana, Universitas Sebelas Maret Surakarta.

Maryono. (2015), Analisa Tari, Penerbit, ISI Press Solo.

Ngaliman, S. (1976), “Bondhan, Gendhing Beksan”, Produksi, Lokananta Surakarta.

Parker, De Witt.H. (1980), Dasar-dasar Estetika, Terjemahan, SD. Humardani, Surakarta, Akademi Seni Karawitan Indonesia (ASKI).

Soedarsono. (1996), Indonesia Indah: Tari Tradisional Indonesia, Jakarta, Yayasan Harapan Kita/BP 3 TMII.

Sutopo H.B. (2006), Metodologi Penelitian Kualitatif, Surakarta, Universitas Sebelas Maret.

Thomas, Jenny. (1995), Meaning in Interaction: An Introduction to Pragmatics, London/ NewYork, Longman.
Published
2019-02-13
How to Cite
Maryono, -. (2019). Implikatur Presentasi Komplementarisme Verbal dan Nonverbal Tari Gambiranom Susunan S. Ngaliman. Mudra Jurnal Seni Budaya, 34(1), 116-126. https://doi.org/10.31091/mudra.v34i1.646
Section
Articles