Produksi Kerajinan Sarana Upacara Dan Gaya Hidup Religius Masyarakat Gianyar

  • Ni Kadek Karuni Program Studi Kriya Seni, Fakultas Seni Rupa dan Desain, Institut Seni Indonesia Denpasar, Indonesia
  • I Wayan Suardana Program Studi Kriya Seni, Fakultas Seni Rupa dan Desain, Institut Seni Indonesia Denpasar, Indonesia
  • I Made Suparta Program Studi Kriya Seni, Fakultas Seni Rupa dan Desain, Institut Seni Indonesia Denpasar, Indonesia
Keywords: gaya hidup, religius, sarana upacara

Abstract

Masyarakat Bali adalah masyarakat religius, tiada hari tanpa aktivitas keagamaan. Di bawah kungkungan globalisasi dengan kebebasan yang sangat terbuka tidak bisa menggoyahkan sikap religius masyarakat, bahkan justru menjadi semakin melekat kuat di hati masyarakat. Kuatnya nilai-nilai religius  dengan beranekaragam kegiatan adat dan agama menyebabkan  rasa ritual menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat Gianyar dengan segala aktivitasnya. Untuk mendukung aktivitas tersebut, tentunya membutuhkan berbagai bentuk dan jenis produk sarana upacara dengan segala fungsinya. Meningkatnya kebutuhan akan sarana upacara untuk mendukung ritual menggugah para perajin mengembangkan kreativitas menciptakan karya baru yang lebih  artistik dan menarik. Produksi seni kerajinan sarana upacara akhirnya mengalami dinamika yang cukup pesat dengan menawarkan model dan fungsi yang bervariatif. Tujuan penulisan ini untuk mendalami dinamika produksi seni kerajinan sarana upacara dalam mendukung gaya hidup religius masyarakat Gianyar. Mengacu pada metode penelitian kualitatif dengan analisis deskriptif analitik melalui pendekatan perubahan sosial. dengan pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa orientasi kehidupan religius masyarakat masih sangat kental yang terimplementasi pada meningkatnya aktivitas upacara adat dan agama. Ritual menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat untuk menunjukan jati diri dan kedudukan sosial yang lebih tinggi, didukung dengan penggunaan sarana upacara yang mewah dan elegan. Selain untuk mempersembahkan yang terbaik dan terindah pada Yang Maha Kuasa, sarana upacara menjadi standar kehidupan sosial masyarakat sebagai seorang yang berbudaya dan beriman. Hal ini berdampak pada dinamika produksi kerajinan sarana upacara semakin meningkat dan dapat menambah ekonomi perajin. Tulisan ini dapat dijadikan sumber referensi berkaitan dengan dinamika produksi seni kerajinan sarana upacara dengan keanekaragaman bentuk dan fungsinya.

References

Adiputra, Gede Rudia, 2004,“Asih-Punia-Bhakti Pilar Spirit Ajeg Bali, Dialog Ajeg Bali, Paramita, Surabaya.

Anas, Biranul, 1999, “Kriya dan Pemasarannya Suatu Tujuan Ke Dalam Pariwisata” Semiloka Seni Kriya dan Pariwisata, Ambarukmo, Yogyakarta.

Gunawan, Daddi H, 2014, Perubahan Sosial di Pedesaan Bali, Marjin Kiri,Tangerang.
.
Gustami SP., 1991, “Seni Kriya Indonesia: Dilema Pembinaan dan Pengembangannya”, Pidato Ilmiah pada Dies Natalis VII ISI Yogyakarta.

Kerepun, Made, Kembar, 2004,“Analisis SWOT dalam strategi mencapai dan MemeliharaAjeg Bali”, Dialog Ajeg Bali, Paramita Surabaya.

Moleong, Lexy, J, 2013, Metodologi Penelitian Kualitatif, PT Remaja Rosdakarya, Bandung.

Piliang, Yasraf Amir, 2011, Dunia Yang Dilipat: Tamasya melampaui Batas-Batas Kebudayaan, Bandung.

Pitana, I Gede, 2004,“Bali Yang Ajeg Adalah Bali Yang Berubah” Dialog Ajeg Bali, Paramita Surabaya.

Sanjaya, IGMA, 2002, Mengangkat Nilai-nilai Agama dalam Menghadapi Globalisasi, Paramita, Surabaya.

Soethama, Gde Aryantha, 2011, Jangan Mati di Bali, Kompas, Jakarta,.

Subawa, I Gede, 2012, Reformasi Ritual, Mentradisikan Agama bukan Mengagamakan Tradisi, Pustaka Bali Post, Denpasar,.

Titib, I Made, 2004, “ Ajeg Bali Perspektif Pengamalan Agama Hindu”, Dialog Ajeg Bali, Paramita Surabaya.

Widana, I Gusti Ketut, 2012, Penjor Lebay, Pustaka Bali Post, Denpasar.
Published
2019-02-13
How to Cite
Karuni, N. K., Suardana, I. W., & Suparta, I. M. (2019). Produksi Kerajinan Sarana Upacara Dan Gaya Hidup Religius Masyarakat Gianyar. Mudra Jurnal Seni Budaya, 34(1), 97-104. https://doi.org/10.31091/mudra.v34i1.644
Section
Articles