Makna Budi Pekerti Melalui Cerita Punakawan: Analisis Visual Dalam Seni Kreativitas Komik Kontemporer

  • Ndaru Ranuhandoko Program Studi Desain Komunikasi Visual, Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Indraprasta PGRI Jl. Nangka 58C Tanjung Barat Jakarta Selatan 12530 Indonesia
  • Santi Sidhartani
Keywords: budi pekerti, komik, punakawan, estetika

Abstract

Cerita Punakawan dalam karya komikus Tatang S. pernah sangat populer di tahun 80-an hingga 90-an. Cerita Punakawan yang terdiri dari Semar, Petruk, Gareng, dan Bagong ini juga pernah diangkat dalam program Ria Jenaka di TVRI pada era yang sama. Ada banyak makna tentang perilaku masyarakat yang disampaikan dalam cerita Punakawan tersebut, di antaranya makna budi pekerti. Budi pekerti merupakan sikap dan perilaku masyarakat yang diperlukan dalam interaksi sosial. Penyampaian pesan tentang budi pekerti melalui komik menjadi hal menarik untuk dianalisis karena penciptaan komik di era teknologi informasi saat ini tidak lagi baku pada bentuk-bentuk komik yang konvensional. Studi ini mencoba memvisualisasikan bagaimana memaknai budi pekerti dalam seni kreativitas komik kontemporer. Secara kualitatif, pembahasan dalam studi ini menggunakan prinsip-prinsip estetika dengan pendekatan pra-ikonografis, ikonografis, dan ikonologis. Studi ini diharapkan dapat menjadi referensi dalam penyampaian pesan sosial budaya melalui seni kreativitas komik.

References

Bohm, D. (2006). On Creativity. London and New York: Routledge Classics.

Darmawan, H. (2012). How To Make Comics, Menurut Para Master Komik Dunia. Jakarta: Plotpoint Publishing

Djelantik, A. A. M. (2008). Estetika Sebuah Pengantar. Bandung: Masyarakat Seni Pertunjukan Indonesia

Gunarti, W., Piliang, Y. A., & Syarief, A. (2013). Wacana Visual Talk Show ‘Mata Najwa’: Melihat Bahasa Tubuh Partisipan sebagai Kekuatan Visual. Panggung, 23(4), 369–385. DOI: http://dx.doi.org/10.26742/panggung.v23i4.149

Holly, M.A. (1985). Panofsky and the Foundations of Art History. Ithaca and London: Cornell University Press.

McCloud, S. (2008). Reinventing Comics, Mencipta Ulang Komik, Bagaimana Imajinasi dan Teknologi Merevolusi Seni Komik. Jakarta: Kepustakaan Populer Gramedia.

Ningrum, D. S., Al Hakim, S., & Winarno, S. (2014). Peran Tokoh Punakawan dalam Wayang Kulit sebagai Media Penanaman Karakter di Desa Bendosewu Kecamatan Talun Kabupaten Blitar. Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Universitas Negeri Malang, 1(1), 1–11 dari http://jurnal-online.um.ac.id/data/artikel/artikel6F9B020B70EF4461EB6E975A476AF8AF.pdf

Pratama, D. (2017). Wayang Sebagai Media Pembelajaran Pendidikan Karakter. Prosiding Seminar Nasional Pendidikan PGRI Tahun 2017 (24–29). Palembang: PGRI.

Pratama, D., & Muntazori, A. F. (2014). Animasi Punakawan Cilik Strategi Diseminasi Kebudayaan Melalui Tokoh Wayang Kulit Asli Indonesia. Seminar Nasional Seni Tradisi (251–265). Jakarta: Penerbit Universitas Trisakti Jakarta.

Rapita, D. D. & Winarno, S. (2012). Problematika Pendidikan Budi Pekerti di Lembaga Pemasyarakatan. Jurnal Ilmiah Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, 25(1), 16-23. Doi: http://dx.doi.org/10.17977/jppkn.v25i1.5502

Riyanto, B. dan Mataram S. (2018). Perkembangan Wayang Alternatif di Bawah Hegemoni Wayang Kulit Purwa. Panggung, 28(1), 1-15. DOI: http://dx.doi.org/10.26742/panggung.v28i1.440.g363

Sachari, A. (2007). Sosiologi Desain. Bandung: Penerbit ITB.

Seramasara, I. G. N. (2017). Perubahan Kreativitas Seni Sebuah Proses Simbolis Dalam Kategori Sejarah. Mudra Jurnal Seni Budaya, 32(2), 178–185. DOI 10.31091/mudra.v32i2.108

Walker, J. A. (2016). Desain, Sejarah, Budaya; Sebuah Pengantar Komperhensif. Jalasutra.

Published
2019-02-12
How to Cite
Ranuhandoko, N., & Sidhartani, S. (2019). Makna Budi Pekerti Melalui Cerita Punakawan: Analisis Visual Dalam Seni Kreativitas Komik Kontemporer. Mudra Jurnal Seni Budaya, 34(1), 53-60. https://doi.org/10.31091/mudra.v34i1.564
Section
Articles