Inkonsistensi Ashta Kosali Pada Bangunan Hunian Bali Madya Masa Kini Di Kabupaten Gianyar

  • A. A. GD Rai Remawa

Abstract

Peraturan dan khazanah bangunan (bale), pada hunian Bali Madya, ditulis di atas daun lontar (borassus flabellifer) yang disebut Ashta Kosali. Permasalahan dalam penelitian ini adalah ditemukannya perbedaan implementasi antara ide (lontar) dan bentuk gubahan bangunan huniannya (artefak). Hal ini disinyalir dapat menurunkan kualitas estetika bangunan hunian Bali Madya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan implementasi antara ide dan bentuk gubahan tersebut, sehingga memudahkan usaha untuk meningkatkan kualitas estetika dan revitalisasi bangunan hunian Bali Madya pada masa yang akan datang. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif analitik, pendekatan etnosains dengan analisis groundedtheory. Hal ini dilakukan untuk mengetahui bagaimana masyarakat Bali Madya menyusun dan mengorganisir budayanya, sehingga menghasilkan model bangunan hunian seperti yang diwarisi sampai saat ini. Dengan mengetahui konsep rumusan Ashtu Kosali, maka konsep ini dapat digunakan sebagai variabel penilai pada implementasi aturan bangunan Bali Madya masa kini. Hasil dari penelitian ini adalah diketahuinya prosentase inkonsistensi penerapan Ashta Kosali pada bangunan hunian Bali Madyu seperti pada ukuran dasar (Sukat Satus Sawelas), ukuran kaki tiang (Sukat Suku Bawak), ukuran ruangan pendek (Sukat Rongan Bawak) dan Ukuran ruangan panjang (Sukat Rongan Dawa).

References

Alwasilah, A. Chaedar. 2011: Pokoknya Kualitatif Dasar-dasar Merancang dan Melakukan Penelitian Kualitatif, Pustaka Jaya. Jakarta.

Arikunto, Suharsirni. 2010: Prosedur Penelitian Sualu Pendekatan Praktek, Penerbit Rineka Cipta.

Endraswara, Suwardi. 2006: Metodologi Penelitian Kebudayaan, Gadjah Mada University Press, Yogyakarta.

Koentjaraningrat, 1985: Kebudayaan Mentalitas dan Pembangunan, Penerbit PT. Rinekacipta, Jakarta.

Remawa, A.A.Gd.Rai. 2015: Konsep Estetika dan Ruang pada Gubahan Bangunan Hunian Bali Madya. Disertasi S3. FSRD. ITB. Bandung.

Saliya, Yuswadi. 2005: Pragmatik Estetiko-Religios Dalam Arsitektur Vernakular di Bali, Disertasi S3., FT. Arsitektur ITB. Bandung.

Santosa, Imam. 2006: Kajian Estetik dan Unsur Pembentuknya Pada Keraton Surakarta, Desertasi S3., FSRD ITB Bandung.

Sugiyono, 2011: Memde Penelitian Kuantitatif Kualitatifdan R&D, Penerbit Alfabeta Bandung.

Sukawati Tjokorde Oka Artha A: Maju Bersama Untuk Kabupaten Gianyar, Sejahtara dan Berbudaya

Widagdo, 1999, “Pluralisme Dalam Estetika”, Orasi Ilmiah pada Sidang Terbuka Senat 1TB dalam Rangka Dies ke 40 Lustrum VIII ITB.

---------, 2013: Gianyar dalam Angka, Badan Pusat Slatistik Kabupaten Gianyar, BPS Statistics of Gianyar.

Published
2017-04-12
How to Cite
Rai Remawa, A. A. G. (2017). Inkonsistensi Ashta Kosali Pada Bangunan Hunian Bali Madya Masa Kini Di Kabupaten Gianyar. Mudra Jurnal Seni Budaya, 31(2). https://doi.org/10.31091/mudra.v31i2.39
Section
Articles