Rekayasa Teknologi Pewarnaan Airbrush Untuk Peningkatan Kualitas Tekstil Menjadi High Fashion

  • Mursidah Waty
  • H Hasmah
  • H Hariana

Abstract

Tujuan jangka panjang penelitian ini menghasilkan bahan-bahan tekstil berkualitas high fashion dari rekayasa teknologi pewarnaaan airbrush pada bahan tekstil berkualitas rendah atau tekstil limbah. Guna peningkatan mutu produk serta seiring perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi dan seni, bahan dasar tekstil kulitas rendah atau tekstil limbah tersebut direkayasa menjadi produk baru dengan teknik pewarnaan airbrush. Teknik pewarnaan airbrush yang tadinya mempercantik tampilan di dunia otomotif, akan diaplikasikan pada bahan dasar tekstil tersebut sehingga menghasilkan bahan baku alternatif yang nantinya didesain berdasarkan kondisi bahan. Adapun metode yang dipakaiadalah eksperimen dan target khususnya adalah teridentifikasinya potensi—potensi daerah Gorontalo yang dapat dijadikan sumber-sumber ide baru penciptaan seni kriya serta terciptanya desainalternatif produk kriya tekstil dari hasil rekayasa tekstil. Untuk mencapai target tersebut,langkah nyata yang akan dilakukan adalah (1) eksplorasi dengan cara penggalian sumber—sumber ide baru dari berbagai produk kriya tekstil, melalui penelusuran data-data pustaka, data visual, dan data material, kemudian hasilnya digunakan sebagai dasar pembuatan dcsain; (2) perancangan yakni memvisualisasikan ide-ide kedalam bentuk desain atau gambar kerja;(3) perwujudan yaitu merealisasikan desain kedalam karya nyata dengan merekayasa tekstil berkualitas rendah atau tekstil limbah sebagai bahan utama berprospektif menjadi bahan high fashion yang berciri budaya Gorontalo.

References

............ ..l986.Pengetahuan Bahan Tekstil. Direktorat Jendral Pendidikan Tinggi Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. Jakarta.

Aesty D. Nawang Sidi. Dkk. 1998. Ekologi Industri Jakarta.Direktorat Jendral Pendidikan Tinggi Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. Jakarta.

Barnard. Nicholas. Living with Decorative Textiles. Tribal Arts. Amerika

Barnard, Malcolm (1996), Fashion as Communication atau Fashion sebagai Komunikasi: Cara Mengkomunikasikan Identitas Sosial, Seksual,

Kelas dan Gender, terjemahan Idi Subandy Ibrahim & Yosal Iriantara, Jalasutra, Yogyakarta

Cut Kamaril dkk. 2004. T ekstil. Buku Pelajaran Kesenian Nusantara. Jakarta.

Proseding Seminar Nasional. 2005. "Upaya Optimalisasi Eksplorasi Unsur Teknik Indonesia pada Produk Fashioned Universitas Negeri Malang.

Proseding Seminar Nasional. 2012. “Trend Vision for Creative Industry ”. Universitas Negeri Malang.

Rusli, Manorek, (2000), Tata Krama Suku Bangsa Gorontalo, Depanemen Pendidikan Nasional, Jakarta.

Seng-gye & Christopher hunt. 1998. The airbrush book .' art history, and technique,Van Nostrand Reinhold Co.

Sp. Soedarso. 2006. ’Trilogi Seni’ Penciptaan Eksis tensi dan Kegunaan Seni. ISI Yogyakarta. Yogyakarta.

Solomon M. R. 1992, Consumer Behavior. Allyn and Balon. New York.

Published
2017-04-12
How to Cite
Waty, M., Hasmah, H., & Hariana, H. (2017). Rekayasa Teknologi Pewarnaan Airbrush Untuk Peningkatan Kualitas Tekstil Menjadi High Fashion. Mudra Jurnal Seni Budaya, 31(2). https://doi.org/10.31091/mudra.v31i2.36
Section
Articles