Membangun Karakter Berbasis Pendidikan Seni Budaya di Sekolah

  • I Gusti Lanang Jelantik

Abstract

Kajian pendidikan seni budaya dalam membangun karakter didasarkan atas pertimbangan bahwa Bali dikenal sebagai Pulau Dewata yang masyarakatnya memiliki peradaban tinggi dan berbudaya luhur yang berpedoman pada nilai»nilai Weda. Corak budaya yang khas ini menjadi pendukung pembangunan karakter peserta didik di sekolah. Namun sejalan dengan perkembangan jaman kadang mengalami masalah-masalah yang berkaitan dengan mentalitas akibat penurunan karakter sebagai masyarakat beradab. Karakteristik masyarakat seolah tercabut dari akar budayanya, indikasinya sering terjadi tinclakan kekerasan dan penyimpangan prilaku pada generasi muda. Karenanya pendidikan seni budaya menjadi sangat penting sebagai strategi kebudayaan untuk membentuk watak atau karakter peserta didik di sekolah dengan sistem pembelajaran yang diarahkan untuk mentrans/‘er of value, transfer of knowledge, dan transfer of training (skill) dalam mengembangkan berbagai potensi peserta didik atau daya cipta, karsa, dan karya yang menjadi inti proses budaya. Untuk meningkatkan kualitas system pembelajaran kegiatannya diarahkan berpusat pada peserta didik untuk meningkatkan kreatifitas, kemandirian, kerjasama, solidaritas, kepemimpinan, empati, tolerensi dan kecakapan hidup peserta didik guna membentuk watak atau karakter serta meningkatkan peradaban. Materi ajarannya banyak mengangkat muatan lokal atau kearifan lokal sehingga karakter yang terbentuk dapat menjadi pelestari, pencipta, dan pengembangan seni dan budaya. Untuk menguatkan karakter peserta didik sering dilakukan studi karya seni budaya dan praktek berkarya seni budaya,

References

Agustian, Ary Ginanjar. 2001. ESQ Emotional Spiritual Questient. Jakarta : Arga.

Aryadharma, Ni Kadek Senpi. 2010, Melahirkan Generasi Berkarakter Dewata Kiat Sukses Siswa Menurut Hindu, dun Pasar, Pustaka Bali Post.

Budi, dkk. 2009. Pembelajaran Seni Budaya dan Keterampilan. Jakarta : Direktorat Jenderal Pendidikan Agama RI.

Dewantara, Ki Hadjar. 2009. Menuju Manusia Merdeka, Yogyakarta : Leutika.

Kementrian Pendidikan Nasional, 2011. Panduan Pelaksanaan Pendidikan Karakter. Jakarta : Badan Penelitian dan Pengembangan Pusat Kurikulum dan Perbukuan.

Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan. 2014. Seni Budaya Buku Guru, Jakarta : Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan.

Lansing, K.M. 1990, Art Artists and Education. London : MsGr0w-Hill Book Company.

Nashir, Haedar. 2013. Pendidikan Karakter Berbasis Agama dan Budaya, Yogyakarta : Multi Presindo.

Naradha. ABG Satria. 2004. Ajeg Bali. Denpasar :Bali Post.

Permendikbud. Nomor 81 A. 2013. Implementasi Kurikulum dan Pedoman Umum Pembelajaran. Jakarta : Pusat Kurikulum dan Perbukuan.

Suyanto, 2001. Formula Pendidikan Nasional Global. Makalah Disajikan dalam Forum Komunikasi Mahasiswa Program Pascasarjana UNM.

Suwardani, Ni Putu. 2011, Jttrnal Pendidikan Agama dart Seni Denpasar: Fakultas Pendidikan Agama dan Seni UNHI.

Undang-Undang R1 Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. Jakarta : Sinar Grafika

Widja, I Gde. 2012. Pendidikan sebagai ldeologi Budaya. Denpasar : Program Magister (S2) dan Doktor (S3) Kajian Budaya Universitas Udayana bekerjasama dengan Sari Kahyangan Indonesia.

Winamo Surakhmad, 2009. Pendidikan Nasional Strategi dan Tragedi. Jakarta : Kompas.

Published
2017-04-12
How to Cite
Lanang Jelantik, I. G. (2017). Membangun Karakter Berbasis Pendidikan Seni Budaya di Sekolah. Mudra Jurnal Seni Budaya, 31(2). https://doi.org/10.31091/mudra.v31i2.29
Section
Articles