Koreografi Episode Hitam Manusia Pandemi

Authors

  • Hendro Martono Jurusan Tari, Fakultas Seni Pertunjukan, Institut Seni Indonesia Yogyakarta Jalan Parangtritis Km 6,5 Yogyakarta Kotak Pos 1284
  • Tamata Nona Armanda Jurusan Tari, Fakultas Seni Pertunjukan, Institut Seni Indonesia Yogyakarta Jalan Parangtritis Km 6,5 Yogyakarta Kotak Pos 1284

DOI:

https://doi.org/10.31091/mudra.v36i3.1614

Keywords:

episode, hitam, pandemik, obah, mamah

Abstract

Merebaknya pandemi virus Covid-19 yang mematikan mengancam kehidupan manusia seluruh dunia, rakyat kecil yang bekerja informal menghadapi pilihan sulit harus memilih antara bekerja demi kelangsungan hidup atau terinfeksi virus. Penelitian ini menjadikan mahasiswa Tari yang menjadi obyek penelitian dan sumber garapan tari, ada yang berkerja menjadi penari untuk acara pariwisata dan company gathering maupun menari untuk kepentingan kraton Yogyakarta . Selama ada pandemi semua kegiatan pariwisata lumpuh total, mahasiswa tidak mendapat pemasukan uang bila harus mengikuti anjuran pemerintah work from home. Mahasiswa yang biasanya mendapat penadapatan untuk menopang kebutuhan sehari hari, juga mengalami episode hitam, kebingungan tidak bisa mengungkapkan hasratnya sebagai penari, kecuali di sosial media. Isu kemanusiaan dalam menghadapi pandemi, dalam Bahasa Jawa Ora Obah Ora Mamah artinya tidak bekerja maka tidak bisa makan, menjadi tema koreografi. Gagasan tersebut diekspresikan ke media tari kontemporer menggunakan metode Proses Kreatif Koreografi Lingkungan dan pendekatan Intersubyektif. Didukung tata artistik yang membatasi ruang gerak penari berupa trap kayu, yang menjadi simbol terkungkung di ruang yang sempit. Musik tari diunduh dari Youtube yang dipilih sesuai dengan konsep Tik Tok di media sosial untuk menguatkan nuansa dramatik serta ekspresi tari. Perancangan tari terwujud dalam 2 bentuk koreografi tunggal lengkap dengan pendukung tata cahaya dan artistik yang direkam video dan foto berdurasi sekitar 6 menit untuk masing masing koreografi. Menggunakan TKT 5 Validasi prototipe/produk/karya seni skala studio.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Baswedan, Anis. (2020). Peraturan Gubernur Nomor 33 Tahun 2020. tentang pelaksanaan “Pembatasan Sosial Berskala Besar Dalam Penanganan Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) di Provinsi Daerah Khusus Ibu Kota Jakarta”.

Kompas.com. (15 April 2020). 151040/psbb-jakarta-mulai-berlaku-ini-yang-boleh-tak-boleh-di-dki. Kompas. Jakarta.

Hadi, Sumandiyo. (2016). Koreografi Bentuk-Teknik-Isi. Cipta Media, Yogyakarta.

Hidajat, Robby. (2005), Wawasan Seni Tari. Pengetahuan Praktis Bagi Guru Seni Tari, Universitas Negeri Malang, Malang.

Martono, Hendro. (2012). Koreografi Lingkungan: Revitalisasi Gaya Pemanggungan dan Penciptaan Seniman Nusantara, Cipta Media, Yogyakarta.

Martono, Hendro. (2012). “Koreografi Lingkungan Memperkaya Metode Penciptaan Tari di Indonesia” dalam Jurnal MUDRA Seni Budaya. Volume 27 no.2 - Juli 2012: 111-118. ISI Denpasar, Denpasar

Martono, Hendro. (2014). Ruang Berkesenian dan Pertunjukan, Cipta Media, Yogyakarta

Pranita, Ellyvon (15 April 2020) artikel kompas.com “Indonesia Tak Pilih Lockdown untuk Perangi Corona, Begini Kata Ahli”…, Kompas, Jakarta

Smith, Jacqueline. (1976), Dance Composition A Practical Guide For Teachers atau Komposisi Tari Sebuah Petunjuk Praktis Bagi Guru, terjemahan Ben Suharto. IKALASTI YOGYAKARTA (1985), Yogyakarta

Sudewi, N. N., Dana, I. W., & Cau Arsana, I. N. (2019). Legong Dan Kebyar Strategi Kreatif Penciptaan Tari. Mudra Jurnal Seni Budaya, 34(3), 285–290. https://doi.org/10.31091/mudra.v34i3.784

Sustiawati, Ni Luh. (2011), “Kontribusi Seni Tari Nusantara dalam Membangun Pendidikan Multikultur” dalam Jurnal Mudra Seni Budaya. Volume 26, Nomor 2, Juli 2011: 126-131. ISI Denpasar, Denpasar

Downloads

Published

2021-08-03

How to Cite

Martono, H., & Armanda, T. N. (2021). Koreografi Episode Hitam Manusia Pandemi. Mudra Jurnal Seni Budaya, 36(3), 350–358. https://doi.org/10.31091/mudra.v36i3.1614

Issue

Section

Articles