Model Service Life Skills Counselling (Life Skills Mentoring) Based Tri Hita Karana Citizens Group to Learn in the District Badung, Gianyar and Singaraja Bali Province

Main Article Content

A.A. Ngurah Adhiputra

Abstract




The study has been intended to develop life skills counselling models based on the tri hita karana concept is needed because counselling services in most society tend to be academic and vocationally oriented. Therefore, models of life skills counselling are obligatory. Four steps were taken in the study. First, preliminary overviews of general life skills education program in the society. Second, developing ‘hypothetical’ life skills counselling models based on the tri hita karana and formulating an early life skills counselling services. Third, conducting a model validation though seminars, and trying -out models and data analyses. At this stage, the researcher conducted data analyses between pre-test and post-test implementations. Fourth, based on the data analyses, the researcher formulated a final model of the Tri hita karana-based counselling service and further socialized, disseminated, and strengthened the places of counselling activities the in society. In general, this research has achieved the targeted goals; to develop a tri hita karana-based models in life skills counseling work. The model can be applied by tutors, technical resource persons, counselors, organizers of fasilitators at the Province of Bali.




Downloads

Download data is not yet available.

Article Details

How to Cite
A.A. Ngurah Adhiputra. (2010). Model Service Life Skills Counselling (Life Skills Mentoring) Based Tri Hita Karana Citizens Group to Learn in the District Badung, Gianyar and Singaraja Bali Province. Mudra Jurnal Seni Budaya, 25(3), 281–292. https://doi.org/10.31091/mudra.v25i3.1566
Section
Articles

References

Adimihardja, K. & Hikmat, H. (2001), Strategi Pemberdayaan Masyarakat. Bandung: Humaniora Utama Press.

Adhiputra, A.A.N. (2002), “Pengembangan Model Layanan Bimbingan Berbasis Nilai Budaya lokal untuk Meningkatkan Kreativitas Anak”. Journal Psikopedagogia, 2 (4), 223-239.

Arwata, M. (2003), “Kesemestaan Tri Hita Karana”. Majalah Gumi Bali Sarad [Salah Makna Tri Hita Karana], vol.38, 34 – 35. Tersedia: http:// www.sarad.bali.com [21 Juli 2003].

Atmaja, P. (1999), Tri Hita Karana dalam Pembangunan Bali. Denpasar: PT. Bali Post.

Bagian Proyek Life Skills Diklusepa. 2002. Direktorat Jenderal Pendidikan Luar Sekolah dan Pemuda Nomor: PKS69/BPLS/VIII/2002, tertanggal; 28 Agustus 2002, Perjanjian Kerja Sama Penyelenggaraan Pendidikan Keterampilan Hidup (Life Skills), Bidang Pendidikan Luar Sekolah dan Pemuda. Jakarta: Depdiknas.

Biro Organisasi Setda Propinsi Bali. (2002), Peraturan Daerah Propinsi Bali No. 4 tahun 2002 tentang Pembentukkan, Susunan Organisasi dan Tata Kerja Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Perda Propinsi Bali.

Budhisantoso, S. (1983), “Ideologi Pancasila dan Tertib Sosial Budaya Bangsa Indonesia”. Journal Analisis Kebudayaan. 2 (1), 8 – 18.

Dahlan, M. D. (2002), “Warna Arah Bimbingan dan Konseling Alternatif di Era Globalisasi”. Journal Psikologi Pendidikan dan Bimbingan. 2 (3), 139 – 155.

Djulia, E. (2006), “Peran Budaya Lokal dalam Pembentukan Sains”. Journal Mimbar Pendidikan, 2, 21-28.

Direktorat Pendidikan Tenaga Teknis. (2002), Petunjuk Teknis Penyelenggaraan Keterampilan Hidup. Jakarta: Depdiknas.

Fraenkel, J. R. and Wallen, N. E. (1993), How to Design and Evaluate Research in Educaton. New York: Mc.Graw Hill Inc.

Kartadinata, S. (2000), “Pendidikan untuk pengembangan Sumber Daya Manusia Bermutu memasuki abad XXI: Implikasi Bimbingannya”. Journal Psikologi Pendidikan dan Bimbingan. 1 (1), 1 – 12.

Natawidjaja, R. (2000), “Reposisi program Studi bimbingan dan penyuluhan dalam menjawab tantangan masa depan” (Sebuah Analisis dan rekomendasi mengenai Visi dan Penilaian-Diri Program Studi Bimbingan dan Penyuluhan). Journal Psikologi Pendidikan dan Bimbingan. 1 (2), 71 –86.

Nelson-Jones, R. (1997), Practical Counselling & Helping Skills. Texts and Exercises for the Lifeskills Counselling Model. Fourth Edition. London: British Library Cataloguing in Publication Data.

Pedersen, P.B., et al. (1985), Handbook of Cross- Cultural Counselling and Therapy. Greenwood Press. Westport, Connecticut London, England.

Sekretaris Negara RI. (1989), Undang-Undang Nomor 2/1989, tentang Sistem Pendidikan Nasional, Jakarta.

Soebadio, H. (1983), “Ke-Bhinneka Tunggal Ika Kebudayaan Nasional”. Journal Analisis Kebudayaan. 2 (1), 5 – 10.

Sukartini, SP. (2002), Model Konseling Keterampilan Hidup untuk Mengembangkan Karakteristik Pribadi yang Tegar, Disertasi Doktor pada Program Pascasarjana UPI Bandung: tidak diterbitkan.

Supriadi, D. (2001), Konseling Lintas-Budaya: Isu- isu dan relevansinya di Indonesia. Pidato Pengukuhan Guru Besar Tetap dalam Bidang Bimbingan dan konseling Pendidikan pada Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pendidikan Indonesia. 18 Oktober 2001.

Surya, M. (1997), Bimbingan untuk Mempersiapkan Generasi Muda Memasuki Abad-21 (Pendekatan Psiko-pedagogis). Pidato Pegukuhan Guru Besar Tetap dalam Psikologi Umum IKIP Bandung, Tanggal 17 Oktober 1997.

Undang-undang Sistem Pendidikan Nasional. (UU RI No.2 Th. 1989) dan Peraturan Pelaksanaannya. (1994), Jakarta: Sinar Grafika.

Unesco-Apnieve. (2000), Belajar Untuk Hidup Bersama Dalam Damai dan Harmoni (alih bahasa WP Natpitupulu), Kantor prinsipal UNESCO untuk Kawasan Asia-Fasifik, Bangkok & Universitas Pendidikan Indonesia.

Wijaya, A. (2003), Kesemestaan Gaya Bali. Majalah Gumi Bali Sarad [Salah Makna Tri Hita Karana], vol. 38, 30 – 33. Tersedia: http://www.sarad.bali.com [21 Juli 2003]

Yusuf, S. (2003), “Konseling Kecakapan Hidup”. Makalah pada Konvensi Nasional XIII Bimbingan dan Konseling ABKIN, Bandung.