Representasi Budidaya Rumput Laut Dan Kain Rangrang Dalam Tari Gulma Penida

Authors

  • Ni Made Arshiniwati Program Studi Seni Tari FSP Institut Seni Indonesia Denpasar.
  • I Wayan Mudra Program Studi Desain Program Magister Institut Seni Indonesia Denpasar.
  • Ni Luh Sustiawati Program Studi Pendidikan Seni Pertunjukan FSP Institut Seni Indonesia Denpasar.
  • I Gusti Ngurah Sudibya Program Studi Seni Tari FSP Institut Seni Indonesia Denpasar.
  • Yanti Heriyawati Program Studi Penciptaan dan Pengkajian Seni Pascasarjana Institut Seni Budaya Indonesia Bandung.

DOI:

https://doi.org/10.31091/mudra.v36i2.1475

Keywords:

tari Gulma Penida, rumput laut, kain rangrang

Abstract

Nusa Penida merupakan kecamatan di dareah pesisir di Kabupaten Klungkung Bali yang banyak dikunjungi wisatawan nasional maupun internasional dan terkenal dengan mata pencahariannya berupa budi daya rumput laut dan kerajinan kain rangrang. Penelitian ini bertujuan menciptakan sebuah tarian yang mengangkat potensi SDA rumput laut dan kerajinan kain rangrang di Desa Nusa Penida Kecamatan Klungkung Kabupaten Klungkung Bali sebagai upaya pengembangan atraksi wisata di desa tersebut. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara dan dokumentasi. Metode penciptaan tari ini dilakukan melaui tahapan eksplorasi, improvisasi, dan pembentukan. Dalam proses penciptaannya melibatkan publik sebagai penilai untuk penyempurnaan karya yang dilakukan melalui FGD dan pementasan. Hasil penelitian menunjukkan tercipta sebuah tari pesisir yang berdurasi 8.14 menit, diberi judul Tari Gulma Penida. Tarian ini dibawakan oleh 4 orang penari laki-laki dan perempuan sebagai penggambaran petani rumput laut di Desa Nusa Penida. Pada tarian ini ditampilkan kisah keseharian petani rumput laut dalam melakoni aktifitasnya mulai dari bangun pagi, pergi kelaut, menanam, merawat, memanen, dan membawa pulang hasil panennya dan menikmati kegembiraan atas berkah yang dilimpahkan oleh Tuhan Yang Maha Kuasa. Kain rangrang dalam penciptaan tari ini digunakan sebagai kostum untuk menggambarkan potensi sumber daya yang ada di Nusa Penida.

References

Budiarsa, I. W. (2020). Penciptaan Karya Seni Tari Baris Gede Gentorag. Kalangwan : Jurnal Seni Pertunjukan, 6(2), 84-94. Retrieved from https://jurnal.isi-dps.ac.id/index.php/kalangwan/article/view/1224

Damayanti, I. A. K. W., Wijaya, I. N., & Kanca, I. N. K. (2017). Strategi pengembangan Pulau Nusa Penida sebagai kawasan pariwisata yang berkelanjutan. Soshum: Jurnal Sosial dan Humaniora, 5(2), 136.

Hadi, Y. Sumandiyo. (1990). Mencipta Lewat Tari. Yogyakarta: Institut Seni Indonesia.

Indrawan, A. A. G., Sariada I. K., & Arshiniwati N. M. (2021). Bentuk Tari Renteng di Dusun Saren I, Nusa Penida, Klungkung. Mudra Jurnal Seni Budaya, 36(1), 46-54. https://doi.org/10.31091/mudra.v36i1.1129

Kemendikbud Dirjen Kebudayaan. 2015. Tarian Sakral “Baris Jangkang”. https://kebudayaan.kemdikbud.go.id/bpnbbali/tarian-sakral-baris-jangkang/ (diakses 12 Januari 2021).

Moenandir, J. (2010). Ilmu gulma. Universitas Brawijaya Press.

Pradnyana, I., & Nugroho, S. (2019). Upaya Revitalisasi Pertanian Rumput Laut Dalam Praktik Pariwisata Di Desa Lembongan, Kabupaten Klungkung. Jurnal Destinasi Pariwisata, 7(2), 352-363.

Pramana, I. G. E. B. (2014). Tari Gandrung Di Desa Batukandik, Nusa Penida, Klungkung, Bali (Sebagai Media Belajar Sejarah Kebudayaan). Widya Winayata: Jurnal Pendidikan Sejarah, 2(1).

Priono, B. (2016). Budidaya rumput laut dalam upaya peningkatan Industrialisasi perikanan. Media Akuakultur, 8(1), 1-8.

Sukerti, N. K., Pratam, N. W. C. A., & Sukamdi, Y. (2016). IbM Industri Rangrang Di Desa Karang Ampel Nusa Penida. Prosiding Semnas Hasil Pengabdian Masyarakat.

Yusril. (2018). Konsep Garapan Dan Kreativitas Seni Teater “Rumah Dalam Diri”. Mudra Jurnal Seni Budaya, 33(1), 104-113. https://doi.org/10.31091/mudra.v33i1.315

Downloads

Published

2021-06-11

How to Cite

Arshiniwati, N. M. ., Mudra, I. W. ., Sustiawati, N. L. ., Sudibya, I. G. N. ., & Heriyawati, Y. . (2021). Representasi Budidaya Rumput Laut Dan Kain Rangrang Dalam Tari Gulma Penida. Mudra Jurnal Seni Budaya, 36(2), 237–244. https://doi.org/10.31091/mudra.v36i2.1475

Issue

Section

Articles