Jember Fashion Carnaval (JFC) Dalam Industri Pariwisata Di Kabupaten Jember

  • Chandra Ayu Proborini Program Studi Pendidikan Seni Budaya, Universitas Negeri Surabaya

Abstract

Fenomena Jember Fashion Carnaval (JFC) yang terjadi di Kabupaten Jember menjadi salah satu latar belakang dilakukannya penelitian ini. Jember yang mempunyai latar belakang masyarakat pandalungan, diantara masyarakatnya terbentuk sebuah karnaval fashion yang saat ini dikenal hingga dunia. Fenomena ini menjadi hal yang menarik, karena Jember tidak mempunyai riwayat sejarah fashion dan dikenal dengan kota santri. JFC yang diprakarsai oleh Dynand Fariz telah menunjukkan eksistensinya selama 14 tahun dan telah berhasil merubah Jember menjadi kota karnaval tingkat dunia. Selain itu JFC menjadi barometer karnaval fashion di Indonesia karena menginspirasi daerah lain untuk membuat karnaval yang serupa. JFC memamer- kan busana hasil kreativitas dari peserta yang mengikutinya. Peserta diberikan pelatihan untuk membuat dan memperagakan busana. Adanya proses pelatihan tersebut bertujuan untuk meningkatkan kreativitas peserta sehingga dapat membuat busana yang memiliki standart keindahan tersendiri. Proses tersebut secara tidak langsung membuat JFC mengalami proses komodifikasi, yaitu JFC bertransformasi menjadi event yang layak jual. Berdasarkan latar belakang yang telah diungkapkan, penelitian ini bertujuan untuk mengkaji tumbuh dan berkembangnya JFC diantara masyarakat Jember. Adapun secara spesifik mengkaji tentang latar belakang sosial budaya terbentuknya JFC sebagai industri pariwisata di Kabupaten Jember. Hasil pene- litian ini menunjukkan bahwa Jember memiliki ciri khas kultural serta modal yang mendukung tumbuh dan berkembangnya JFC di Jember, sehingga Jember dapat bersaing dengan daerah lain dalam ranah sektor pariwisata.Abstrak memuat uraian singkat mengenai masalah dan tujuan penelitian, metode yang diguna- kan, dan hasil penelitian. Tekanan penulisan abstrak terutama pada hasil penelitian.

References

Barker, Chris. 2005. Cultural Studies, Teori dan Praktik (terjemahan). Yogyakarta: PT. Bentang Pustaka.

Barnard, Malcolm. 2011. Fashion sebagai Komunikasi, (Cara Mengkomunikasikan Identitas, Sosial, Seksual, Kelas, dan Gender). Yogyakarta: Jalasutra.

Bourdieu, Pierre. 2010. Arena Produksi Kultural, Sebuah Kajian Sosiologi Budaya. Bantul: Kreasi Wacana.

Bungin, Burhan. 2001. Metodologi Penelitian Sosial, Format-format Kuantitatif dan Kualitatif. Surabaya: Airlangga University Press.

Cakwigi. 2013. (2013, Januari 21). Jember Fashion Carnaval 2013 dari Rakyat Untuk Indonesia. Diperoleh dari [email protected]

Jenkins, Richard. 2004. Membaca Pikiran Pierre Bourdieu. Yogyakarta: Kreasi Wacana.

Jenks, Chris. 2013. Culture Studi Kebudayaan. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Kutha Ratna, Nyoman. 2010. Metodologi Penelitian, Kajian Budaya dan Ilmu Sosial Humaniora pada Umumnya. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Mardiana Pambudy, Ninuk. (2011, Oktober 7). Mimpi Fariz Memeluk Dunia. Diperoleh dari tulisaninspiratif.wordpress.com.

Mc Robbie, Angela. 2011. Postmodernisme dan Budaya Pop. Bantul: Kreasi Wacana.

Muljadi, A.J. 2009. Kepariwisataan dan Perjalanan. Jakarta: Rajagrafindo Persada.

Published
2017-09-11
How to Cite
Proborini, C. (2017). Jember Fashion Carnaval (JFC) Dalam Industri Pariwisata Di Kabupaten Jember. Mudra Jurnal Seni Budaya, 32(2). https://doi.org/10.31091/mudra.v32i2.116
Section
Articles