Pemberdayaan Tari Sanghyang Di Banjar Jangu, Desa Duda Kecamatan Selat, Kabupaten Karangasem, Bali

  • I Made Purna Balai Pelestarian Nilai Budaya Bali

Abstract

Kearifan lokal yang diwadahi Tari Sanghyang di Banjar Jangu, Desa Duda, Kecamatan Selat, Kabupaten Karangasem, Bali mengandung nilai-nilai budaya nilai kemanusiaan, kebersamaan, persaudaraan, kearifan terhadap lingkungan, ketauladan. Karena itu tidak mengherankan oleh pendukungnya Tari Sanghyang telah difungsikan sebagai tari yang memiliki fungsi religius-magis, fungsi sosial, keharmonisan terhadap lingkungan alam, serta memiliki makna moral yang sederhana baik gending maupun pakaiannya yang sangat tergantung pada alam. Rumusan masalah yang dibahas dalam tulisan ini, antara lain, 1) kenapa tari Sanghyang di Banjar Jangu diberdayakan; 2) apa usaha pemberdayaan yang sudah dan yang akan dilakukan oleh masyarakat pendukungnya. Tujuan penulisan ini yaitu, 1) menghidupkan kembali Tari Sanghyang sebagai warisan budaya lokal; 2) membangkitkan suasana magis-religius; 3) Mempertahankan Tari Sanghyang sebagai salah satu Tari Wali yang harus tetap “hidup” ikut menunjang pelaksanaan upacara agama Hindu. Agar pemberdayaan Tari Sanghyang dapat optimal, dan bertaksu, maka model pember- dayaannya perlu dilakukan melaluicara structural dan kultural.

References

Aryasa, I Wayan Mandra. 1993. Seni Sakral. Jakarta : Dirjen Hindu-Budha dan Universitas Terbuka.

Dibia, I Wayan. , dkk. 1999/2000. Tari Wali, Sanghyang, Rejang, Baris. Dinas Kebudayaan Provinsi Bali.

Dinas Pengajaran Daerah Tingkat I Bali. 1993. Bali

Kamus Bali-Indonesia. Editor : I Wayan Warna.

Geertz, Clifford. 1992. Tafsir Kebudayaan, Terje- mahan Francisco Budi Hardiman. Yogyakarta. Kanisius.

Gidden, Anthony. 2000. Anthony Gidden Suatu Pengantar. Terjemahan Henrry – Priyono. Kepusta- kaan Populer Gramedia. Yogyakarta.

Indira, Made Dyah. 2009. Resistensi Masyarakat Terhadap Penguasa dan Pengusaha di Nusa Cenin- gan 1999-2008 (Studi Kasus Proyek Green Island). Skripsi S1 Jurusan Sejarah Fakultas Sastra dan Budaya, Unud.

Kaplan, David dan Albert A. Manner, 1999. Teori Budaya. Penerjemah Landung Simatupang. Yogya- karta : Pustaka Pelajar.

Koentjaraningrat. 1997. Teori Antropologi II. Jakarta : UI Press

Marjanto, Damardjati Kun, dkk. 2003. “Nilai Budaya dan Fungsi Upacara Pesta Ponan di Desa Poto, Kabupaten Sumbawa”. Dalam Jurnal Penelitian Sejarah dan Nilai Tradisional. No. 08/III/2003. Balai Kajian sejarah dan Nilai Tradisional Denpasar.

Michael Pichard, 2006. Bali Pariwisata Budaya dan Budaya Pariwisata. Jakarta :Kepustakaan Populer Gramedia.

Marinis, Marco, 1993. The Semiotics of Perpoimence, Transleted by Aine O’Healy Blomo- mington and Indianapolis : Indiana Univerfsity Press.

Murdiyati, Y. 2009. “Seni Pertujukan Ritual Dalam Upacara Labuhan di Parangkusuma”. Jurnal Seni Budaya Mudra. Vol 24. No 1. Januari 2009.

Nuryahman, dkk. 2015. Inventarisasi Perlindungan Karya Budaya Tari Tandak Gerak Provinsi Nusa Tengggra Barat. Denpasar : Balai Pelestarian Nilai Budaya Bali.

Purna, I Made. 2000. “Pemberdayaan Masyarakat Miskin di Kabupaten Badung”. Jurnal Jnana Budaya, Media Informasi dan Publikasi Sejarah dan Nilai Tradisional. Edisi ke-4, No. 04/IV/2000. Denpasar : BKSNT Bali, Ditjenbud, Kemendikbud.

Purna, I Made. 2012. Pesta Ponan, Kearifan Lokal Masyarakat Samawa. Yogyakarta : Penerbit Ombak.

Panji I G. B. N. dan I Made Bandem. 1979. Ensiklopedi Musik dan Tari Bali. Yogyakarta : Kanisius.

Putra, Agung, A.A. Gde. Cudamani Tari Wali, tt.

Putra, Sudharma Ketut. 2015. “Tari Sanghyang Janger Maborbor di Desa Yang Api, Kecamatan Tembukuy, Kabupaten Bangli”. Jurnal Jnana Budaya. Vol. 20.No. 1. Februari 2015. Denpasar : Balai Pelestarian Nilai Budaya Bali.

Raka, I Dewa Gede dkk., Deskripsi Tari Sanghyang Desa Jangu Karangasem Bali. Denpasar : Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, Kantor Wilayah Provinsi Bali, Bidang Kesenian , Bagian Proyek Pembina Kesenian Bali.

Santosa, Dwi Bambang I Made Dharma Suteja, I Made Purna, I Made Suarsana, Raj Riana Dyah Prawitasari. 2016. Kajian Tari Sanghyang di Banjar Jangu, Desa Duda, Kecamatan Selat, Kab Karangasem. Balai Pelestarian Nilai Budaya Bali. Penerbit : Kepel Press.

Sudarma, I Wayan. 2015. “Tari Sanghyang Gandrung Tradisi Sakral Masyarakat Sidetapa Kecamatan Banjar Kabupaten Bulelelng”. Jurnal Jnana Budaya. Vol. 20. No. 2. Agustus 2015. Denpasar : Balai Pelestarian Nilai Budaya Bali.

Sanderson, Stephen K. 2000. Makro Sosiologi, Sebuah Pendekatan terhadap realitas Sosial. Jakarta : PT. Raja Grafindo Persada.

Soemarwotto, Otto. 1997. Ekologi Lingkungan Hidup dan Pembangunan. Jakarta : Djambatan.

Susanto, Budi, S. J. 1992. “Sekapur Sirih”. Dalam Clifford Geertz, Tafsir Kebudayaan. Yogyakarta : Kanisius.

Tim Peneliti, 1984/1985. Pemeliharaan dan Pemanfaatan Kesenian, Naskah Pendokumentasian Tari Sanghyang Desa Jangu Perbekalan Duda, Kecamatan Selat, Kabupaten Karangasem. Denpasar : Proyek Pengembangan Kesenian Bali, Direktorat Jenderal Kebudayaan Depdikbud.

Tim Peneliti, 2002. Hasil Penelitian Tari Sanghyang di Banjar Jangu Desa Duda Kecamatan Selat, Kabupaten Karangasem. Denpasar: Dinas Kebudayaan Provinsi Bali.

Taster, Keith. 2003. Media Budaya dan Moralitas. Terjemahan. Yogyakarta : Juxtapose bekerjasama dengan Kreasi Wacana, Jogyakarta.

Published
2017-09-11
How to Cite
Purna, I. M. (2017). Pemberdayaan Tari Sanghyang Di Banjar Jangu, Desa Duda Kecamatan Selat, Kabupaten Karangasem, Bali. Mudra Jurnal Seni Budaya, 32(2). https://doi.org/10.31091/mudra.v32i2.114
Section
Articles