Reka Ulang Koreografi Rejang Pala, Setelah 100 Tahun Menghilang: Sebuah Rekonstruksi Imajinatif

Authors

  • Ida Ayu Wayan Arya Satyani Institut Seni Indonesia Denpasar
  • I Wayan Adi Gunarta

DOI:

https://doi.org/10.31091/mudra.v36i1.1108

Keywords:

Imajinative Reconstruction, Rejang Pala, Nongan village, Panyacah Awig.

Abstract

Rekonstruksi Imajinatif merupakan proses reka ulang terhadap koreografi tari yang sudah punah, tetapi masih meninggalkan jejak masa lampau selain jejak koreografinya. Hal ini dialami oleh Rejang Pala di desa Nongan, kecamatan Rendang, kabupaten Karangasem, yang menghilang akibat gejor Bali 1917. Kisahnya terselip dalam mitos Pan Balang Tamak yang diwarisi di desa ini. Jejak lainnya berupa hiasan kepala (serobong), dan sedikit jejak arkeologis yang diyakini oleh masyarakat setempat sebagai peninggalan Pan Balang Tamak. Minimnya sumber informasi untuk merunut jejak sejarah maupun ke’asli’an koreografi rejang ini mengantarkan peristiwa rekonstruksinya pada rekonstruksi imajinatif. Apa yang dimaksud dengan rekonstruksi imajinatif?, bagaimana prosesnya?, dan bagaimana hasilnya?, menjadi fokus pembahasan artikel ini. Metoda rekonstruksinya mengkombinasikan metoda sejarah dengan metoda konstruksi tari. Metoda sejarah meliputi heuristik (pengumpulan data), kritik (analisis, eksternal dan internal), interpretasi (analisis dan sintesis), dan historiografi (penyampaian hasil). Sedangkan metoda konstruksi tari menurut Jacqueline  Smith, tersusun dalam lima langkah yaitu: konstruksi I bertumpu pada rangsang tari, konstruksi II pada motif dan komposisi, konstruksi III pada komposisi kelompok, konstruksi IV pada pengorganisasian bentuk tari, dan konstruksi V pada keutuhan karya. Pengetahuan metoda konstruksi tari menurut pandangan Smith, terhubung dengan imajinasi dan intuisi, pengetahuan tentang materi gerak, serta pengenalan bentuk melalui pengalaman estetis. Hasil pembahasan diperlukan sebagai refleksi terhadap apa yang telah dilakukan selama rekonstruksi imajinatif sejak 2017 hingga makebah (peluncuran) pada 9 April 2019. Butir-butir refleksi ini kemudian digunakan sebagai dasar untuk menyusun rancangan panyacah awig rejang, sebagai langkah awal penguatan ekosistem Rejang Pala.

References

Agastia, I. B. G. (2018). Kakawin Mayantaka: Karya Danghyang Nirartha. Taman Sastra Wagiswari Dharmasabha.

Bandem, I Made, & F. E. deBoer. (2004). Kaja dan Kelod, Tarian Bali dalam Transisi. Badan Penerbit Institut Seni Indonesia Jogjakarta.

Djelantik, A. A. M. (1990). Pengantar Dasar Estetika Jilid I: Estetika Instrumental. STSI Denpasar.

Gunarta, I. W. A., & Satyani, I. A. W. A. (2020). Tari Rejang Pala Di Desa Nongan, Kecamatan Rendang, Kabupaten Karangasem: Kajian Bentuk Dan Fungsi. Mudra Jurnal Seni Budaya, 35(2), 172–181. https://doi.org/10.31091/mudra.v35i2.1049

Herawati, K. P., & Prihatini, N. S. (2019). Rekonstruksi Tari Bedhaya Endhol-Endhol Oleh Gusti Kanjeng Ratu Wandansari Di Kraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat. Gelar : Jurnal Seni Budaya, 16(2), 168. https://doi.org/10.33153/glr.v16i2.2489

Herlina, N. (2014). Metoda Sejarah (revisi cet). Yayasan Sejarawan Masyarakat Indonesia (YMSI).

Mariasa, I. N. (2015). Rejang Kuningan di Kecamatan Abang Kabupaten Karangasem, Bali: Aspek Bentuk, Fungsi, Dan Makna. Pasca Sarjana Universitas Gajah Mada Yogyakarta.

Rianta, I. M., Santosa, H., & Sariada, I. K. (2019). Estetika Gerak Tari Rejang Sakral Lanang Di Desa Mayong, Seririt, Buleleng, Bali. Mudra Jurnal Seni Budaya, 34(3), 285–393. https://doi.org/10.31091/mudra.v34i3.678

Ruspawati, I. A. W. (2016). Legong Tombol di Desa Banyuatis, Buleleng, Bali Rekonstruksi dan Regenerasi. In Mudra Jurnal Seni Budaya (Vol. 31, Issue 1). https://doi.org/10.31091/mudra.v31i1.245

Satyani, I. A. W., & Gunarta, I. W. A. (2018). Rejang Di Pura Balang Tamak , Warisan Budaya Desa Nongan. 6(1), 1–9.

Suharto, B. (1985). Jacqueline Smith: Komposisi Tari, Sebuah Petunjuk Praktis Bagi Guru (1985 edisi). IKALASTI Yogyakarta.

Susanti, N. N. K. A., Seramasara, I. G. N., & Arshiniwati, N. M. (2019). Kajian Rekonstruksi Tari Legong Raja Cina Di Puri Taman Saba , Blahbatuh , Gianyar Sebuah Proses Kreatif. Kalangwan, Jurnal Seni Pertunjukan, 5(1), 7–20.

Tedjoworo, H. (2001). Imaji dan Imajinasi. Penerbit Kanisius.

Tusan, P. W. (2001). Selonding. Dinas Kebudayaan Propinsi Bali.

Downloads

Published

2021-02-17

How to Cite

Satyani, I. A. W. A., & Gunarta, I. W. A. (2021). Reka Ulang Koreografi Rejang Pala, Setelah 100 Tahun Menghilang: Sebuah Rekonstruksi Imajinatif. Mudra Jurnal Seni Budaya, 36(1), 33–45. https://doi.org/10.31091/mudra.v36i1.1108

Issue

Section

Articles