Tradisi dalam Modernisasi Seni Lukis Sumatera Utara: Eksplorasi Kreatif Berbasis Etnisitas Batak Toba

  • Zulkifli Zulkifli Universitas Negeri Medan
  • Dermawan Sembiring Jurusan Seni Rupa, Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Medan
  • Mangatas Pasaribu Jurusan Seni Rupa, Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Medan

Abstract

  Artikel ini membahas tentang sejauhmana potensi nilai dan karakter tradisional dapat dikembangkan sebagai tema garapan dalam eksplorasi kreatif seni lukis masa kini. Artikel berbasis hasil penelitian terapan ini, bertujuan menemukan bentuk dan wujud seni rupa tradisi yang khas, khususnya dari etnik Batak Toba, untuk dikembangkan secara kreatif dalam garapan seni lukis Sumatera Utara. Tujuan dimaksud diwujudkan melalui aplikasi teknologi digital serta rekayasa media dan peralatan melukis. Metode yang digunakan adalah survey dan metode penciptaan kreatif, mulai persiapan, inkubasi, iluminasi, eksekusi, konfirmasi, dan validasi. Analisis data disajikan dalam bentuk deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukan bahwa eksplorasi seni lukis modern Sumatera Utara melahirkan karakter bentuk orisinil, sebagai penanda jati diri dan promosi budaya rupa etnik Batak Toba. Karakter seni lukis eksploratif ini berkontribusi pada pengayaan budaya rupa nasional. Hasil penelitian juga menemukan efektivitas penggunakan teknologi digital dan rekayasa media seni lukis, sebagai stimulasi penggunaan media alternatif dalam pengembangan model industri kreatif.    

References

Burhan, M.A. (Nopember 2018), “Seni Rupa Kontemporer Indonesia dan Multikulturalisme: Keberagaman dan Kontradiksi Satiris”, dalam Prosiding Seminar Seni Rupa Universitas Negeri Medan, Medan.

Dharsono. (Nopember 2018), “Indonesia Masa Depan Adalah Indonesia Masa Lalu yang Kreatif”, dalam Prosiding Seminar Seni Rupa Universitas Negeri Medan, Medan.

Djatiprambudi, D. (2007), Menggugat Seni Murni, Lembaga Penebitan Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Surabaya, Surabaya.

Harissman dan Suryanti. (Maret 2019), “Visualisasi Rumah Gadang dalam Ekspresi Seni Lukis”, dalam Jurnal Panggung, XIX/01, ISBI Bandung, Bandung.

Long, C.P. (2001), “Art’s Fateful Hour: Benjamin, Heidegger, Art and Politics”, dalam New German Critique, 83 Special Issue on Walter Benjamin.

Piliang, Y.A. (2018), Medan Kreativitas: Memahami Dunia Gagasan, Cantrik Pustaka, Yogyakarta.

Sachari, A. (2007), Budaya Visual Indonesia, Penerbit Erlangga, Jakarta.

Shultz, Derald. (Agustus 2008), How Creative Process Work, Media Rail Design, Inc. http://www.creativelatitude.com/article-schultz

Sirait, B. (1980). Pengumpulan dan Dokumentasi Ornamen Tradisional di Sumaatera Utara. Laporan Penelitian, Pemerintah Daerah Provinsi Sumatera Utara.

Sofyan, A.N., dkk. (Desember 2018), “Kerajinan Payung Geulis sebagai Kearifan Lokal Tasikmalaya”, dan Jurnal Panggung, XVIII/04, ISBI Bandung, Bandung.

Triyanto, R. dkk. (2015), Seni Lukis Medan: Potensi dan Perkembangannya, Unimed Press, Medan.

Wahid, J. & Alamsyah, B. (2013), Arsitektur dan Sosial Budaya Sumatera Utara, Graha Ilmu, Yogyakarta.

Yulinis, Y. (2019). Eksistensi Payung Dalam Kebudayaan Minangkabau Di Era Globalisasi. Mudra Jurnal Seni Budaya, 34(2), 275-283. https://doi.org/10.31091/mudra.v34i2.711

Zulkifli dan Ridwan, M. (Mei 2019), “Revitalization of the Traditional Values Lost Due To

the Commodification of Art/Crafts: A Case Study of Bataknese Traditional Ulos”, dalam Asian Ethnicity, XX/03, Routledge, London.

Zulkifli. (2016). Komodifikasi Seni Kriya Tradisional Batak dalam Perspektif Strukturalisme. Desertasi FISIP Universitas Airlangga, Surabaya.

Published
2020-09-30
How to Cite
Zulkifli, Z., Sembiring, D., & Pasaribu, M. (2020). Tradisi dalam Modernisasi Seni Lukis Sumatera Utara: Eksplorasi Kreatif Berbasis Etnisitas Batak Toba. Mudra Jurnal Seni Budaya, 35(3), 352-359. https://doi.org/10.31091/mudra.v35i3.878
Section
Articles