“Bade Beroda”: Transformasi dan Komodifikasi Budaya dalam Upacara Ngaben di Bali

  • I Nyoman Yoga Segara Institut Hindu Dharma Negeri Denpasar
Keywords: bade beroda, transformasi budaya, komodifikasi, upacara ngaben

Abstract

Artikel ini adalah satu bagian dari hasil penelitian tentang fenomena baru dalam ritual, yaitu “bade beroda” saat mengusung jenazah ke kuburan (setra). Saat ini, baik di perkotaan maupun pedesaan terdapat tren bade di atas pedati beroda. Fenomena ini lalu mendapat beragam respon. “Bade beroda” dianggap sebagai satu bentuk inovasi dan kreativitas masyarakat Bali dalam mengatasi kompleksitas pekerjaan yang sebelumnya agraris dan homogen ke sektor jasa dan industri yang heterogen. Akibatnya, krama adat atau warga terkendala waktu untuk dapat dalam waktu bersamaan mengantarkan jenazah sampai ke kuburan. Tujuan penelitian ini adalah untuk memahami bagaimana masyarakat Bali menghadapi perubahan budaya dan agama. Adapun teori yang menjadi inspirasi untuk menganalisis masalah ini adalah transformasi dan komodifikasi. Pendekatan penelitian menggunakan paradigma fenomenologi dengan metode penelitian kualitatif. Simpulan penelitian menunjukkan bahwa masyarakat Bali memiliki mekanisme sosial dan budaya yang secara lentur digunakan untuk mempertahankan ritus di tengah perubahan tanpa menghilangkan esensi dari makna bade dan upacara ngaben.

References

Agusyanto, Ruddy. 2010. Fenomena Dunia Mengecil. Jakarta: Institut Antropologi Indonesia.

Anadhi, I Made Gede. “Komodifikasi Arsitektur Bade di Kota Denpasar”. Jurnal Studi Kultural (2016) Volume I No.1: 46–49

Appadurai, Arjun. “Introduction: commodities and the politics of value,” in Arjun Appadurai (ed). The Social Life of Things: Commodities in a Cultural Perspective. Cambridge University Press. 1986: 3.

Appadurai, Arjun. “Definition: Commodity and Commodification,” in Martha Ertman, Joan C. Williams (eds). Rethinking Commodifications: Cases and Reading in Law and Culture. New York University Press. 2005: 35.

Atmadja, Nengah Bawa dan Tuty Maryati. “Geria Pusat Industri Banten Ngaben Di Bali Perspektif Sosiologi Komodifikasi Agama”. Kawistara. Volume 4 No. 2, 17 Agustus 2014: 111-224

Durkheim, Emile. 1964 (1893). The Division of Labor in Society. New York: The Free Press.

Durkheim, Emile. 1972 (1879). The Elementary Forms of Religious Life. London: Allen-Unwin.

Faireclough, N. 1995. Discourse and Sosial Change. Cambridge: Polity Press.

Geertz, Clifford. 1973. The Interpretation of Cultures. New York: Basic Books.

Geertz, Clifford. 2000. Negara Teater, Kerajaan-Kerajaan di Bali Abad Kesembilan Belas. Terjm. Hartono Hadikusumo dari Negara, The Theatre State in Nineteenth-Century Bali, 1980. Yogyakarta: Yayasan Bentang Budaya.

Gramsci, Antonio. 1971. Selection from the Prison Notebooks. Q. Hoare, Q and G Nowel Smith, eds. New York: International Publishers.

Kerepun, Made Kembar. “41 Kelemahan Karakter Orang Bali Berdasarkan Analisis SWOT” dalam I Wayan Ardika dan Darma Putra (ed), 2004. Politik Kebudayaan dan Identitas Etnik. Denpasar: Fakultas Sastra Universitas Udayana dan Balimangsi Press.

Manuaba, IB Gde Kartika. 2006. “Padmasana dari Konsepsi Menuju Bentuk”. Tesis (tidak diterbitkan). Universitas Hindu Indonesia, Denpasar.

Piliang, Yasraf Amir. 2003. Hipersemiotika: Tafsir Cultural Studies atas Matinya Makna. Yogyakarta: Jalasutra.

Pujileksono, S. 2009. Antropologi (Edisi Revisi). Malang: UMM Press.

Pranadji, Tri dan Endang Lestari Hastuti. “Transformasi Sosio-Budaya Dalam Pembangunan Pedesaan”. AKP. Volume 2 No. 1, Maret 2004: 77-92.

Rudyansjah, Tony. 2009. Kekuasaan, Sejarah, dan Tindakan. Sebuah Kajian Tentang Lanskap Budaya. Jakarta: Rajawali Press.

Segara, I Nyoman Yoga. “Transformation of Fishermen’s Culture Post Reclamation of Pt. Btid In Serangan, Denpasar”. Proceedings the 5th International Conferences on Cultural Studies, Udayana University Towards the Development of Trans-Disciplinary Research Collaboration in the Era of Global Disruption Thursday August 29th, 2019: 22-28. https://ojs.unud.ac.id/index.php/iccs/article/view/53330

Sudharsana, IB. 2007. Upacara Pitra Yajna. Denpasar: Yayasan Dharma Acarya.

Sulistyowati, 2008. Arsitektur Orang Mati di Bali. Pustaka Arsitektur Bali. Denpasar: Ikatan Arsitek Indonesia Daerah Bali.

Suyoga, I Putu Gede. 2014. Arsitektur Bade Transformasi Konsep Menuju Bentuk. Gianyar: Yayasan Kryasta Guna.

Triguna, IBG Yudha. 2011. Mengapa Bali Unik? Jakarta: Pustaka Jurnal Keluarga.

Triguna, IBG Yudha. “Kecenderungan Perubahan Karakter Orang Bali” dalam I Wayan Ardika dan Darma Putra (ed), 2004. Politik Kebudayaan dan Identitas Etnik. Denpasar: Fakultas Sastra Universitas Udayana dan Balimangsi Press.

Yunus, Rasid. “Transformasi Nilai-Nilai Budaya Lokal sebagai Upaya Pembangunan Karakter Bangsa” (hal 67-79) Staf Pengajar Universitas Gorontalo. Artikel diunduh dalam https://www.neliti.com tanpa penerbit tanpa tahun.

Wiana, I Ketut. 2004. Makna Upacara Yadnya dalam Agama Hindu II. Surabaya: Paramita.

Wikarman, I Nyoman Singgin. 2002. Ngaben (Upacara dari Tingkat Sederhana sampai Utama). Surabaya: Paramita.

Published
2020-04-21
How to Cite
Segara, I. N. (2020). “Bade Beroda”: Transformasi dan Komodifikasi Budaya dalam Upacara Ngaben di Bali. Mudra Jurnal Seni Budaya, 35(1), 94-102. https://doi.org/10.31091/mudra.v35i1.810
Section
Articles