Revivalisme Kebudayaan Jawa Mangkunegara VIII di Era Republik

Authors

  • Adi Putra Surya Wardhana Universitas Sebelas Maret http://orcid.org/0000-0002-9593-5102
  • Titis Srimuda Pitana Program Studi Arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas Sebelas Maret Surakarta
  • Susanto - Program Studi Ilmu Sejarah, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Sebelas Maret Surakarta

DOI:

https://doi.org/10.31091/mudra.v34i1.568

Keywords:

Mangkunegara VIII, Revivalisme Kebudayaan, Kebudayaan Jawa, Diskursus

Abstract

Tulisan ini bertujuan untuk membedah relasi kuasa-pengetahuan di balik diskursus revivalisme kebudayaan Jawa Mangkunegara VIII. Mangkunegaran adalah sebuah istana yang pernah menjadi salah satu pusat pemerintahan Jawa pada masa kolonial. Mangkunegaran dipimpin oleh seorang Mangkunegara. Pasca kemerdekaan, Mangkunegaran tidak lebih dari sebuah bangunan yang menyimpan kisah-kisah kejayaan para leluhur. Mangkunegara VIII adalah pemimpin Mangkunegaraan pada saat itu. Ia harus menghadapi berbagai macam tekanan sosial, politik, dan ekonomi. Ia kehilangan kedudukan sebagai kepala pemerintahan Mangkunegaran. Oleh sebab itu, ia membutuhkan sesuatu untuk memulihkan kehormatannya, yaitu kebudayaan Jawa. Ada tiga pokok bahasan yang dikaji oleh tulisan ini. (1) Bagaimana bentuk wacana revivalisme kebudayaan Jawa Mangkunegara VIII pada era Republik? (2) Bagaimana fungsi wacana revivalisme kebudayaan Jawa Mangkunegara VIII? (3) Bagaimana makna wacana revivalisme kebudayaan Jawa Mangkunegara VIII? Wacana revivalisme kebudayaan Jawa Mangkunegara VIII berbentuk klaim bahwa ia adalah pengayom kebudayaan Jawa. Mangkunegaran merupakan pusat pelestarian kebudayaan Jawa. Mangkunegaran mempertunjukkan kesenian-kesenian khasnya kepada khalayak umum, para pejabat, dan tamu-tamu asing. Mangkunegaran menjadi pusat untuk menggali kesenian-kesenian khasnya yang pernah mati suri. Fungsi dari wacana ini adalah untuk memperoleh kehormatan dari abdi dalem, masyarakat, dan petinggi republik dalam bidang kebudayaan. Makna dari wacana ini bagi mereka yang terhegemoni adalah anggapan bahwa Mangkunegaran menyimpan harta dan warisan budaya yang adiluhung dari para leluhur.

Downloads

Download data is not yet available.

Author Biography

Adi Putra Surya Wardhana, Universitas Sebelas Maret

Cultural Studies

Downloads

Published

2019-02-18

How to Cite

Wardhana, A. P. S., Pitana, T. S., & -, S. (2019). Revivalisme Kebudayaan Jawa Mangkunegara VIII di Era Republik. Mudra Jurnal Seni Budaya, 34(1), 105–115. https://doi.org/10.31091/mudra.v34i1.568

Issue

Section

Articles