Peran Kearifan Lokal Masyarakat Dayak dalam Mengembangkan Batik Benang Bintik di Kalimantan Tengah

Authors

  • linggua sanjaya usop Universitas Palangka Raya
  • Tari Budayanti Usop Fakultas Teknik Arsitektur, Universitas Palangka Raya, Jalan H. Timang, Palangka Raya

DOI:

https://doi.org/10.31091/mudra.v36i3.1502

Abstract

Kegiatan yang menghasilkan nilai filosofi tinggi pada batik masih belum maksimal oleh masyarakat pembuatnya yakni para perajin batik. Fenomena minimnya pengetahuan tentang jenis, motif, dan pakem penggunaanya oleh pengusaha batik lokal dalam pembuatan batik benang bintik di sentra-sentra batik merupakan masalah yang harus dipecahkan dari berbagai latar belakang, di antaranya secara sosial dan budaya. Solusi dan alternatif pemecahan masalah dengan menggunakan konsep kearifan lokal yang diterapkan kembali oleh para perajin batik di kalimantan tengah. Rumusan masalah penelitian antara lain: 1) apa faktor yang menyebabkan minimnya pengetahuan tentang pembuatan dan fungsi batik tradisi di kalimantan tengah?, 2) apa peran kearifan lokal masyarakat Dayak di kalimantan tengah untuk melestarikan batik benang bintik?, dan 3) bagaimana cara penerapan kearifan lokal masyarakat Dayak di kalimantan tengah?. Metode etnografi dipergunakan dalam penelitian ini. Teori kebudayaan superorganik dari Melville J. Herkovits dipergunakan untuk menemukan korelasi antara peran kearifan lokal dengan pelestarian batik benang bintik. Teknik pengambilan data yakni wawancara mendalam pada para perajin batik di kalimantan tengah, tokoh, dan pakar batik sebagai data primer; serta studi pustaka referensif sebagai data sekunder. Pendekatan antropologis dipergunakan sebagai instrumen analisis berdasarkan realitas sosial dan budaya. Penelitian ini menemukan bahwa peran kearifan lokal masyarakat Dayak dalam mengembangkan dan melestarikan batik benang bintik di Kalimantan Tengah dapat berjalan efektif melalui dukungan pendidikan pranata sosial seperti keluarga dan universitas secara intensif.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Adnyani, N. W. Giri. (2017), Batik: The Colors of Life. Jakarta: Kementerian Pariwisata Republik Indonesia.

Amanda, Irine Carissa Desmaristi. (2018), “Identifikasi Bentuk-bentuk Kearifan Lokal dalam Sistem Religi Masyarakat Situs Sangiran Studi Kasus di Kecamatan Gondan- grejo, Karanganyar”, in the Jurnal Sangiran, VII/1, Balai Pelestarian Situs Manusia Purba Sangiran, Sragen.

Astuti D., Siti Irene. (11th July 2012), “Kearifan Lokal sebagai Modal Sosial dalam Pendidikan Karakter di Sekolah”, in the Seminar Nasional Ilmu Pendidikan Program Studi Ilmu Pendidikan Program Pascasarjana Universitas Negeri Makasar, di Gedung AD Lantai 5 PPs UNM.

Endraswara, Suwardi. (2018), Falsafah Hidup Jawa: Menggali Mutiara Kebijakan dari Intisari Filsafat Kejawen, Cakrawala, Yogyakarta.

Herdiana, Uung Runalan Soedarmo, & Yadi Kusmayadi. (2020), “Motif Ragam Hias dan Nilai-nilai Filosofis Batik Ciamis”, in the Jurnal Artefak, VII/1, 1-15, Program Studi Pendidikan Sejarah, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Galuh, Ciamis.

Hutabarat, Edward. (1999), Busana Nasional Indonesia. Jakarta: PT. Karia Karia Cipta Mandiri.

Ihromi, T. O. (2004), Pokok-pokok Antropologi Budaya, Yayasan Obor Indonesia, Jakarta.

Kristie, Sella, Tessa Eka Damayanti, & Sriwinarsih Maria Kirana. (2019), “Makna Motif Batik Parang sebagai Ide dalam Perancangan Interior”, in the AKSEN Journal of Design and Creative Industry, III/2, 57-69, Interior Architecture Department Ciputra University, Surabaya.

Ningsih, Zain Rochmati. (2018), “Kearifan Lokal Masyarakat Jawa dalam Novel Genduk Sundari Mardjuki (Kajian Antropologi Sastra)”, in the Jurnal Mahasiswa Unesa, I/1, 1-11, Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Surabaya, Surabaya.

Nurcahyanti, D., Sachari, A., & Destiarmand, A. H. (2020). Peran Kearifan Lokal Masyarakat Jawa Untuk Melestarikan Batik Tradisi di Girilayu, Karanganyar, Indonesia. Mudra Jurnal Seni Budaya, 35(2), 145–153. https://doi.org/10.31091/mudra.v35i2.816

Pramono, Kartini. (2013), “Nilai Kearifan Lokal dalam Batik Tradisional Kawung”, in the Jurnal Filsafat, XXIII/2, 134-146, Fakultas Filsafat Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta.

Qiram, I., -, B., & Rubiono, G. (2018). Batik Banyuwangi: Aesthetic and Technical Comparison of Coastal Batik. Lekesan: Interdisciplinary Journal of Asia Pacific Arts, 1(2), 79–85. https://doi.org/10.31091/lekesan.v1i2.407

Salilah, Yohanes, (1984), Aneka Ragam Ukiran dan Lukisan Dayak Ngaju Kalimantan Tengah, Lembaga Bahasa dan Seni Budaya, Universitas Palangka Raya, Palangka Raya.

Suarta, I. M. (2018). Nilai-nilai Filosofis Didaktis, Humanistis, dan Spiritual dalam Kesenian Tradisional Macapat Masyarakat Bali. Mudra Jurnal Seni Budaya, 33(2), 191–199. https://doi.org/10.31091/mudra.v33i2.364

Suminto, R. A. Sekartaji. (2015), “BATIK MADURA: Menilik Ciri Khas dan Makna Filosofinya”, in the CORAK Jurnal Seni Kriya, IV/1, 1-12, Institut Seni Indonesia Yogyakarta, Yogyakarta.

Situngkir, Hoki. (2016), Kode-kode Nusantara, Exposé, Jakarta Selatan.

Suparlan, Parsudi, (2004), Hubungan antar-sukubangsa. Yayasan Pengembangan Kajian Ilmu Kepolisian, Jakarta.

Tabrani, Primadi. (2012), Bahasa Rupa, Kelir, Bandung.

Usop, KMA M, (1994), Pakat Dayak Sejarah Integrasi dan Jatidiri Masyarakat Dayak dan Daerah Kalimantan Tengah, Yayasan Pendidikan dan Kebudayaan Batang Garing, Palangkaraya.

Usop, Linggua Sanjaya, (2015), “Maniring Hinting sebagai Gerakan Kontra Hegemoni Masyarakat Dayak dalam Pembertahanaan Hak-hak atas Tanah di Kotawaingin Timur”. Disertasi, Program Pascasarjana, Universitas Udayana.

Wahida, A., Handayani, E. S., & Supriyadi, S. (2020). The Philosophical Values of Kawung Batik Motif in Contemporary Batik Painting. Mudra Jurnal Seni Budaya, 35(1), 76–82. https://doi.org/10.31091/mudra.v35i1.1001

Wiranata, I Gede A. B. (2011), Antropologi Budaya, PT Citra Aditya Bakti, Bandung.

Downloads

Published

2021-08-03

How to Cite

Usop, L. S., & Usop, T. B. (2021). Peran Kearifan Lokal Masyarakat Dayak dalam Mengembangkan Batik Benang Bintik di Kalimantan Tengah. Mudra Jurnal Seni Budaya, 36(3), 405–413. https://doi.org/10.31091/mudra.v36i3.1502

Issue

Section

Articles