Peran Guru dalam Pengoptimalan Potensi Emosi Anak terhadap Peningkatan Kreativitas Ekspresi pada Pembelajaran Seni Rupa di SD Kota Semarang

Authors

  • Mujiyono Mujiyono Jurusan Seni Jurusan Seni Rupa, Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Semarang, Jl. Raya Sekaran Gunungpati Semarang 50229, Indonesia
  • Eko Haryanto Jurusan Seni Jurusan Seni Rupa, Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Semarang, Jl. Raya Sekaran Gunungpati Semarang 50229, Indonesia
  • Gunadi Gunadi Jurusan Seni Jurusan Seni Rupa, Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Semarang, Jl. Raya Sekaran Gunungpati Semarang 50229, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.31091/mudra.v36i2.1456

Keywords:

emosi, kreativitas, seni rupa, sekolah dasar

Abstract

Semua emosi dapat dipandang sebagai sumber informasi dan potensi untuk pemikiran dan produksi kreatif, tergantung pada keterampilan seseorang dalam mengenali, memahami, dan menyalurkan emosi-emosi itu secara efektif. Tujuan penelitian untuk menyelidiki metode pembelajaran dan hasil pembelajaran seni rupa yang dilakukan guru sekolah dasar di Kota Semarang dalam upaya mengoptimalkan kecerdasan emosional anak agar berperan menghasilkan kreativitas artistik. Pendekatan penelitian adalah deskriptif kualitatif yang bersifat eksplanatoris. Desain penelitian yang dipilih adalah studi kasus pada sekolah yang berkategori prestasi baik dengan melibatkan beberapa sekolah di wilayah yang berbeda dengan permasalahan atau unit analisisnya yang sama. Lokasi penelitian di SD Negeri Kota Semarang. Teknik pengumpulan data adalah wawancara, observasi, dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan tahapan reduksi data, sajian data, dan diakhiri dengan penarikan simpulan. Hasil penelitian menujukkan hal-hal sebagai berikut. Pertama, guru menggunakan strategi pendekatan inspiratif melalui stimulasi individual dan klasikal untuk membangunkan dan memperdalam pengalaman emosional rutin maupun isidental hingga perasaan anak tersentuh agar kreativitas gambar terbentuk melalui pengoptimalan potensi emosi siswa. Peranan ini dapat dimainkan guru, baik pada saat awal ataupun proses pembelajaran khususnnya saat menggambar sedang berlangsung. Guru meminta siswa berekpresi pada gambar dengan tema bebas berdasarkan pilihan siswa dengan alat atau crayon. Kedua, gambar yang dihasilkan siswa menunjukkan kecenderungan kreativitas siswa yang baik, terlihat tema yang bervariasi mulai, suasana liburan, cita-cita, orang yang disayang, keceriaan, kegiatan yang disukai, lingkungan alam dan sebagainya. Corak gambar relatif sama yaitu representatif namun belum menunjukkan tingkat realistik yang sempurna. Selain itu, bentuk figur/subjek, warna, goresan garis yang bervariasi, kuat dan spontan.

References

Baas, M., De Dreu, C. K. W., Nijstad, B. A. 2008. “A meta-analysis of 25 years of mood-creativity research: Hedonic tone, activation, or regulatory focus?” Psychological Bulletin, 134(6), 779–806. doi:10.1037/a0012815

Beghetto, R. A., Kaufman, J. C. 2007. “Toward a broader conception of creativity: A case for “mini-c” creativity”. Psychology of Aesthetics, Creativity, and the Arts, 1, 73–79. doi:10.1037/1931-3896.1.2.73

Beghetto, R. A., & Kaufman, J. C. 2011. Teaching for Creativity with Disciplined Improvisation. In Sawyer R. K. (ed.). Structure and Improvisation in Creative Teaching . pp. 94 109. New York: Cambridge University Press

Brenner, E. M., & Salovey, P. 1997. Emotional regulation during childhood: Developmental, interpersonal, and individual considerations. In P. Salovey & D. J. Sluyter (Eds.), Emotional development and emotional intelligence: Educational implications (pp. 168-195). New York: Harper Collins.

Byron, K. and Khazanchi, S. 2011. “A meta-analytic investigation of the relationship of state and trait anxiety to performance on figural and verbal creative tasks”. Personality and Social Psychology Bulletin, 37, 269–283. doi:10.1177/0146167210392788.

BSNP. 2006. Panduan Penyusunan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan Jenjang Pendidikan Dasar dan Menengah. BSNP: DEPDIKNAS.

Csikszentmihalyi, M. 1988. “Motivation and creativity: Toward a synthesis of structural and energistic approaches to cognition”. New Ideas In Psychology, 6(2), 159-176.

Darsono, 2000. Belajar dan Pembelajaran. Semarang: IKIP Press

Feldman, E.B. (1967). Art as Image and Idea. New Jersey: Prentice-Hall, Inc., Englewood Cliffs.

Goleman D. 1997. Kecerdasan Emosional: Mengapa EI Lebih Penting Daripada IQ. Heryana T, penerjemah. Jakarta (ID): PT Gramedia Pustaka Utama.

Iryanti dan Jazuli. 2001. Mempertimbangkan Konsep Pendidikan Seni. Semarang: FBS Unnnes

Ivcevic, Z. and Hoffmann, J. D. 2017. “Emotions and creativity: From states to traits and emotion abilities”. In Feist, G., Reiter-Palmon, R., Kaufman, J. C. (Eds.), Cambridge Handbook Of Creativity And Personality Research (pp. 187–213). New York: Cambridge University Press.

Plucker, J. A., Beghetto, R. A., Dow, G. T. 2000. “Why isn’t creativity more important to educational psychologists? Potentials, pitfalls, and future directions in creativity research”. Educational Psychologist, 39, 83–96. doi:10.1207/s15326985ep3902_1

Rengganis, I. 2011. Analisis Gambar Karya Anak Sekolah Dasar (Karakteristik Gambar Anak Usia 7 – 9 Tahun) dalam Jurnal Ilmu pendidikan Vol 15 No. 1 2017. FIP Universitas Pendidikan Indonesia.

Rohidi, T.J., 2005, “Menegaskan Seni Ketika Pendidikan Menafikannya: Refleksi Budaya Tentang Manusia Seutuhnya Dalam Konteks Masyarakat Bhinneka Tunggal Ika” dalam Rampaian Orasi Ilmiah Guru Besar Universitas Negeri Semarang dalam Dies Natalis ke 41, Semarang: UNNES Press.

Rosyada, D., 2007, Paradigma Pendidikan Demokratis: Sebuah Model Pelibatan Masyarakat dalam Penyelenggaraan Pendidikan. Jakarta: Kencana

Russ, S. W., Grossman-McKee, A. 1990. “Affective expression in children’s fantasy play, primary process thinking on the Rorschach, and divergent thinking”. Journal of Personality Assessment, 54, 756–771. doi:10.1207/s15327752jpa5403&4_28

Russ, S. W., Grossman-McKee, A. 1999. Affective expression in children’s fantasy play, primary process thinking on the Rorschach, and divergent thinking. Journal of Personality Assessment, 54, 756–771. doi:10.1207/s15327752jpa5403&4_28

Martin, L. L., Ward, D. W., Achee, J. W., & Wyer, R. S. 1993. Mood as input: People have to interpret the motivational implications of their moods. Journal of Personality and Social Psychology, 64(3), 317–326. https://doi.org/10.1037/0022-3514.64.3.317.

Mayer, J. D., & Salovey, P. 1999. “What is emotional intelligence?” In P. Salovey & D. J. Sluyter (Eds.), Emotional development and emotional intelligence: Educational implications (pp. 3-34). New York: Harper Collins.

Salam, Sofyan. 2001. Pendidikan Seni Rupa di Sekolah Dasar. Makasar: Universitas Negeri Makasar.

Salovey P and Mayer J. 1990. Emotional Intellidence. Imagination, cognition, and personality, 9(3), 185-21.

Sugandi, A. & Haryanto, 2004. Teori Pembelajaran. Semarang: UPT MKK Unnes

Sudjana. 2000. Dasar-Dasar Proses Belajar Mengajar. Bandung: Sinar Baru Algensido

Sugiarto, Eko. 2019. Kreativitas, Seni dan Pembelajarannya. Yogyakarta: LKiS

Sumardjo, J. 2000. Filsafat Seni. Bandung: ITB Press

Susanto, E. 2017. “Budaya Kreatif dalam Konsep dan Pengembangan” Journal of Multicultural Studies in Guidance and Counseling Vol 1(2) Departemen Psikologi Pendidikan dan Bimbingan UPI Bandung

Syafii, 2006. “Konsep dan Model Pembelajaran Seni” dalam Handout Jurusan Seni Rupa FBS Universitas Negeri Semarang

Winner, E., Goldstein, T. R., Vincent-Lancrin, S. 2014. “Does arts education foster creativity?” The evidence so far. In L. O’Farrell, S. Schonmann, & E. Wagner (Eds.), International yearbook for research in arts education (Vol. 2, pp. 95–100). Hong Kong: Waxmann Verlag.

Yin, Robert K. 2008. Studi Kasus: Desain dan Metode, diterjemahkan M Djauzi Mydzakir. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada.

Downloads

Published

2021-06-11

How to Cite

Mujiyono, M., Haryanto, E. ., & Gunadi, G. (2021). Peran Guru dalam Pengoptimalan Potensi Emosi Anak terhadap Peningkatan Kreativitas Ekspresi pada Pembelajaran Seni Rupa di SD Kota Semarang. Mudra Jurnal Seni Budaya, 36(2), 146–152. https://doi.org/10.31091/mudra.v36i2.1456

Issue

Section

Articles