Aspect of Art And Meaning of Staging The Traditional Dolanan Game In Sanggar Kebo Iwa Badung

I nyoman Subagia

Abstract


This article is a summary of the results of research to review aspects of the art, the meaning of staging traditional games studio Kebo Iwa dolanan in Badung. To reveal deeply these aspects, used a qualitative approach with the active participation of observation techniques, in-depth interviews and document study. Based on the methodology, the research explained that the first philosophical meaning, both philosophical meaning, the religious meaning of the third, the fourth meaning of aesthetics, the fifth meaning of education, sixth and seventh pelestraian meaning of togetherness. Dolanan performed by a group of children, where there is a beauty in conveying messages of religious teachings to the public through the medium of art. Because art as a symbol of truth (satyam), chastity (sivam) and beauty (sundaram).

Artikel ini adalah ringkasan hasil penelitian yang mengulas aspek seni, makna pementasan permainan tradisional dolanan di Sanggar Kebo Iwa Badung. Untuk mengungkap secara mendalam aspek-aspek tersebut, digunakan pendekatan kualitatif dengan teknik observasi partisipasi aktif,
wawancara mendalam dan studi dokumen. Berdasarkan metodelogi, hasil penelitian menjelaskan bahwa pertama makna filosofis, kedua makna religius, ketiga makna estetika, keempat makna pelestarian, kelima makna pendidikan, dan keenam kebersamaan. Dolanan yang dibawakan oleh sekelompok anak-anak, di mana terdapat suatu keindahan di dalam penyampaian pesan-pesan ajaran agama kepada masyarakat melalui media seni. Karena seni sebagai simbol kebenaran (satyam), kesucian (sivam) dan keindahan (sundaram).


Full Text:

PDF

References


Artadi, I Ketut. 2011. Kebudayaan Spiritualitas Nilai Makna dan Martabat kebudayaan (Dimensi Tubuh Akal dan Jiwa). Badung: Pustaka Bali Post.

Bagus, I Gusti Ngurah. 1998. Agenda Masa Depan Epilog Ulasan dan Pengambilan Langkah dalam Dinamika Masyarakat dan Kebudayaan Bali (pitana ed). Badung: Satya Wida.

Departemen Pendidikan Nasional Republik Indonesia. 2003. Undang-Undang Republik Indonesia No.20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional. Jakarta: Biro hukum dan Organisasi sekretariat Jenderal Departemen Pendidikan Nasional.

Dibia, I Wayan. 2012. Taksu dalam Seni dan Kehidupan Bali. Badung: Bali Mangsi.

Koentjaraninggrat, 1990. Pengantar Filsafat Antropologi. Jakarta:Renika Cipta

Mantra, Ida Bagus. 1996. Landasan Kebudyaan Bali. Badung: Yayasan Dharma Sastra

Pudja, G. 1999. Bhagawadgita (Pancama Veda). Surabaya: Paramita.

Rai S, I Wayan. 1985. “Mrdanggam Tani Avartanam: A Study of South Indian Solo Drumming” (tesis). San Diego: San Diego State University, California, USA.

Suarningsih, Ni Made. 1984. Bentuk dan Fungsi Gending rare dalam Permainan Anak-Anak (skripsi). Badung: Fakultas Sastra Universitas Udayana

Sugriwa. 1977. Penuntun Pelajaran Kakawin. Proyek Sasana Budaya Bali.

Taro, I Made. 2011. Plalian (Permainan Tradisional Bali). Badung: Balai Pelestarian Sejarah dan Nilai Tradisional Bali, NTB, NTT.

Windu, Ida Bagus Oka. dkk. 1986. Permainan Rakyat Daerah Bali. Badung: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.

Widia, I Gusti Made, Adiparwa (seri Mahabarata), CV. Kayumas Denpasar

Yudabakti, I Made. 2007. Filsafat Seni Sakral dalam Kebudayaan Bali. Surabaya: Paramita.




DOI: http://dx.doi.org/10.31091/mudra.v32i3.147

Article metrics

Abstract views : 108 | views : 76

Refbacks

  • There are currently no refbacks.






Indexed By

Crossref logo DOAJ Google Scholar   BASE


Editorial Office

Mudra Jurnal Seni Budaya
Indonesia Institute of The Arts of Denpasar
Jalan Nusa Indah Denpasar 80235
Phone : +62-361-227316 ext : 159 Fax : +62-361-236100
Email : penerbitan@isi-dps.ac.id

Creative Commons License
Mudra Jurnal Seni Budaya is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.