A Play Of Performance Waktu Batu Yogyakarta Teater Garasi In The Dramaturgi Study

Authors

  • Nur Iswantara

Keywords:

Performance, Waktu Batu, Theater, dramaturgy

Abstract

The title of the paper of Play of Performance Waktu Batu (WB) Yogyakarta Garasi Teater (TGY) in this Dramaturgy Study is a summary of research results at the Yogyakarta Institute of Indonesian (ISI) Research Institute in 2014. Research in dramaturgy studies uses the dramaturgy theory of George Kernodle & Portia Kernodle (1978 ). Kernodle states that in dramaturgy there are six possible dramatic values that can help arrange the unity of theater performances. The six dramatic values include plot, character, theme (structure), and dialogue, atmosphere and spectacles (texture). One of TGY’s inspirational works, namely the WB performances sourced from Javanese mythology: Watugunung, Murwakala, Sudamala and Late Majapahit History, became an aesthetic presentation especially “Waktu Batu” The Stories that Meet in the Ruang Tunggu’ (WB1) will be analyzed with a dramaturgy approach which includes structure: plot, character, theme, and texture: dialogue, atmosphere and spectacles. The results of analyzing the structure consisting of plots, characterizations and themes; texture: dialogue, mood and spectacle performance of WB 1, showing that TGY belongs to a theater group that positions as a ‘theater creation laboratory’ having a unique aesthetic concept, which is typical for building eclectic dramaturgy. The eclectic drama in the Indonesian contemporary theater scene, an TGY effort to create a WB 1 play originating from Javanese mythology: Sudamala, Murwakala, Watugunung and the late history of Majapahit so that it becomes an aesthetic presentation that can be enjoyed by the audience. TGY group can survive more than 20 years. In fact in Indonesia there are not many contemporary theater groups that can survive long enough. Every TGY staging is always in demand by the audience as the WB 1 play shows.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Aji, Kusworo Bayu. 2-4 Juli 2002 ”Ketika Kami berada di Sini” dalam Katalog Pertunjukan Waktu Batu 1, Kisah-Kisah yang Bertemu Di Ruang Tunggu. Teater Garasi & Lembaga Indonesia Perancis: Yogyakarta.

Anirun, Suyatna. 2002. menjadi Sutradara. STSI Press Bandung: Bandung.

Aristotle. 1960. “from the Poetics” (trans. By Ingram Bywater) dalam Levin, Richard. 1960. Tragedy: Plays, Theory, and Criticism. Harcourt Brace Jovanovich, Inc.: New York.

Barba, Eugenio. 1995. “Dramaturgy Actions at Works” dalam Barba, Eugenio & Savarese, Nicola. A Dictionary of Theatre Antroplogy: The Scret Art of the Performer. Routledge: London.

Damono, Sapardi Djoko. 2009. Drama Indonesia Beberapa Catatan. Editum:Ciputat.

“Dari Garasi Fisipol UGM Mencuat Teater Kampus Handal” 21-28 Januari 2000, SKH.Yogya Post: Yogyakarta.

DVD “Waktu Batu 1, Kisah-kisah yang Bertemu di Ruang Tunggu” di Gedung Sasono Hinggil Yogyakarta, 2-4 Juli 2002. Koleksi Teater Garasi; Laboratorium Penciptaan Teater.

Elbaz, Jean Pascal. 2002. Ungkapan dalam Katalog Pertunjukan Waktu Batu 1, Kisah-Kisah yang Bertemu Di Ruang Tunggu. Teater Garasi & Lembaga Indonesia Perancis: Yogyakarta.

Evans, James Roose. 1989. Experimental Theatre From Stanislavski to Peter Brook. Routledge: London.

Hanafi, Muchamad Agus. 2001. Akta Notaris No. 13 Tahun 2001 tentang Pendirian Yayasan Teater Garási. Yogyakarta.

hap. 2 Juli 2002. “Teater Garasi Eksplorasi Mitos Jawa”. SKH.Bernas: Yogyakarta.

Haryono, Edi. (penyusun), 2005. Menonton Bengkel Teater Rendra, Kepel Press: Yogyakarta.

Haryono, Timbul. 2008. Seni Pertunjukan dan Seni Rupa dalam Perspektif Arkeologi Seni. ISI Pres Solo: Surakarta.

Harymawan, RMA. 1993. Dramaturgi. PT. Remaja Rosda Karya: Bandung.

Hatley, Barbara. 2008. Javanese Performances On an Indonesian Stage Contesting Culture, Embracing Change. National University of Singapore: Singapore.

HRD. 22 Juni 2002. ”Metamorfosis Teater Garasi: Produk Teater Tidak Sekedar Pertunjukan”. SKH.Kompas: Jakarta.

Iswantara, Nur. 2009. “Umar Kayam, Teater Kontemporer, dan Universitas Gadjah Mada Yogyakarta dalam Dimensi Ruang Waktu” dalam Haryono, Timbul. (Penyunting). Seni Dalam Dimensi Bentuk, Ruang, dan Waktu. Wedatama Widya Sastra: Jakarta.

_______________. 2004. Sri Murtono Teater Tak Pernah Usai Sebuah Biografi. Intra Pustaka Utama: Semarang.

_______________. 1994. “Teater sebagai Kajian Keilmuan” SENI Jurnal Pengetahuan dan Penciptaan Seni, IV/01-Januari 1994. BP ISI Yogyakarta: Yogyakarta.

jay. 4 Juli 2004. “Pentas Teater Garasi Lakon ‘Waktu Batu’ Membaca Isyarat Mitos, Teks dan Batu”. Kedaulatan Rakyat : Yogyakarta.

___. 2 Juli 2002. “Selama 3 Hari di Sasana Hinggil, Teater Garasi Pentaskan Waktu Batu”. Kedaulatan Rakyat : Yogyakarta.

Kaelan. 2005. Metode Penelitian Kualitatif Bidang Filsafat, Paradigma bagi Pengembangan Penelitian Interdisipliner bidang Filsafat, Budaya, Sosial, Semiotika, Sastra, Hukum, dan Seni. Paradigma: Yogyakarta.

Kartodirdjo, Sartono. 1992. Pendekatan Ilmu Sosial dalam Metodologi. PT.Gramedia: Jakarta.

Kayam, Umar. 1986. “Nilai-Nilai Tradisi, dan Teater Kontemporer Kita”, dalam Malaon, Tuti Indra. Malna,

Afrizal. Dwi, Bambang. 1986. Menengok Tradisi Sebuah Alternatif Bagi Teaer Modern. Dewan Kesenian Jakarta: Jakarta.

______________. 1981. “Membangun Kehidupan Teater Kotemporer di Yogyakarta” dalam Kayam, Umar. 1981. Seni, Tradisi, Masyarakat. Sinar Harapan: Jakarta.

Kernodle, George. Kernodle, Portia. 1878. Invitation to the Theatre, Brief Second Edition. Harcourt Brace Javanovich, Inc.: New York.

Koentjaraningrat. ed. 1979. Metode-metode Penelitian Masyarakat, Gramedia: Jakarta.

Latif, Andri Nur. Maryanto, Gunawan. Prasad, Ugoran. 2004. Waktu Batu, Teater Garasi Laboratorium Penciptaan Teater 2001-2004. Indonesiatera: Magelang.

Lubis, Mochtar. 1981. Teknik Mengarang.:Nunang Jaya: Jakarta.

Malna, Afrizal. 2010. Perjalanan Teater Kedua Antologi Tubuh dan Kata. ICAN-Indonesia Contemporary Art Network: Yogyakarta.

_______________. 1999. Tubuh dan Kata: Teater Kontemporer Indonesia Sebuah Indonesia Kecil. Masyarakat Seni Pertunjukan Indonesia: Bandung.

“Mitos sebagai Sumber Kreativitas Dimaknai Melalui Reinterpretasi Penghayatan”. 24 Juni 2002. SKH. Kompas: Jakarta.

Nadjib, Emha Ainun. 2 Oktober 1993. “Teater Babak Belur di Yogya”. SKH. Kompas : Jakarta.

Nazir, Moh. 2005. Metode Penelitian. Ghalia Indonesia: Bogor.

Oemardjati, Boen. S. 1971. Sastra Lakon. Gunung Agung: Jakarta.

Riantiarno, N. 2011. Kitab Teater Tanya Jawab Seputar Seni Pertunjukan. Gramedia Widiasarana Indonesia: Jakarta.

Sudjiman, Panuti. ed. 1984. Kamus Istilah Sastra.Gramedia: Jakarta.

Soedarsono, R.M. 2001. Metode Penelitian Seni Pertunjukan dan Seni Rupa dengan Contoh-contoh untuk Tesis dan Disertasi. Cetakan Kedua. Masyarakat Seni Pertunjukan Indonesia: Bandung.

Soemanto, Bakdi. et.al. 2004. Kepingan Riwayat Teater Kontemporer di Yogyakara, Laporan Penelitian Existing Documentation dalam Perkembangan Teater Kontemporer di Yogyakarta Periode 1950-1990. Kalangan Anak Zaman, Pustaka Pelajar dan The Ford Foundation: Yogyakarta.

__________________. 2002. Godot di Amerika dan Indonesia Suatu Studi Banding. Gramedia : Jakarta.

Tajudin, Yudi Ahmad. 2004. ”Catatan Sutradara: Sampai pada batas manakah (proyek) teater harus menyelesaikan dirinya?” dalam Katalog ’Waktu Batu.Deus ex Machina dan Perasaan-Perasaanku Padamu. Teater Garasi: Yogyakarta.

____________________. 2-4 Juli 2002. ”Kenapa perjalanan ini Ditempuh” dalam Katalog Pertunjukan Waktu Batu 1, Kisah-Kisah yang Bertemu Di Ruang Tunggu. Teaterr Garasi & Lembaga Indonesia Perancis: Yogyakarta.

______________________. 13 Desember 1998. “Catatan dari Lima Tahun Teater Garasi Teater Dramatik, Teater Subversif”. SKH. BERNAS : Yogyakarta.

Tranggono, Indra. 17 Februari 2001. “Teater Garasi, dari Kampus ke Sanggar”. SKH. Kedaulatan Rakyat : Yogyakarta.

Waluyo, Herman J. 2007. Drama Naskah, Pementasan, dan Pengajarannya. Lembaga Pengembangan pendidikan (LPP) dan UPT Penerbitan dan Pencetakan UNS (UNS Press) Universitas Sebelas Maret Surakarta: Surakarta.

Wellek, Rene. Warren, Austin. 1995. Teori Kesusasteraan. PT. Gramedia Jakarta.

Yudiaryani. 2003. Teater Modern Indonesia di Yogyakarta: Analisis Tekstual Pertunjukan Teater Eska dan Teater Garasi. Laporan Penelitian dengan Surat Perjanjian Penelitian Nomor 37/P2IPT/DPPM/III/2003. Proyek Pengkajian dan Penelitian Ilmu Pengetahuan Terapan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Departemen Pendidikan dan Kebudayaan: Jakarta.

Downloads

Published

2021-10-18

How to Cite

Iswantara, N. (2021). A Play Of Performance Waktu Batu Yogyakarta Teater Garasi In The Dramaturgi Study. Lekesan: Interdisciplinary Journal of Asia Pacific Arts, 4(2), 51–66. Retrieved from https://jurnal.isi-dps.ac.id/index.php/lekesan/article/view/1757

Issue

Section

Articles