Ekspresi Emosi Dalam Seni Patung

  • I Wayan Endra Kurniawan Program Studi Penciptaan Dan Pengkajian Seni, Progam Pascasarjana Institut Seni Indonesia Denpasar
  • Tjokorda Udiana Nindhia Pemayun Program Studi Penciptaan Dan Pengkajian Seni, Progam Pascasarjana Institut Seni Indonesia Denpasar
  • I Wayan Suardana Program Studi Penciptaan Dan Pengkajian Seni, Progam Pascasarjana Institut Seni Indonesia Denpasar
Keywords: emosi, ekspresi, teknik assembling

Abstract

Penciptaan ini dilatarbelakangi ketertarikan pencipta terhadap ekspresi emosi.Emosi dapat dilihat melalui ekspresi yang muncul pada wajah manusia.Emosi merupakan reaksi terhadap rangsangan dari luar dan dari dalam diri individu.Ketertarikan ini muncul karena di masyarakat muncul anggapan bahwa emosi semata-mata merupakan perasaan marah, padahal emosi tidak hanya tentang perasaan marah atau hal-hal yang negatif. Emosi dapat juga berupa hal yang positif.Pada tulisan ini dirumuskan dua masalah yakni, bagaimana memvisualisasikan ekspresi emosi ke dalam penciptaan karya seni patung?dan Bagaimana bentuk/ wujud karya pada penciptaan karya seni patung ekspresi emosi ini? Tujuan dari penciptaan ini yaitu memvisualisasikan ekspresi emosi ke dalam karya seni patung untuk dapat menyampaikan pesan dan menyadarkan masyarakat bahwa emosi bukan hanya tentang rasa marah melalui karya seni patung.Sasaran dari seluruh penikmat seni khususnya karya seni patung serta masyarakat awam. Pada penciptaan ini melalui tiga tahapan yakni eksplorasi, eksperimentasi/ perancangan dan proses pembentukan. Adapun teori yang digunakan pada penciptaan ini meliputi teori estetika, semiotika, dan kreativitas. Hasil Cipta pada penciptaan ini terdiri dari enam karya berupa patung berbahan logam yang dibuat dengan teknik assembling  disertai dengan teknik las dan solder. Selain logam, bahan tembaga juga digunakan untuk menambah nilai estetis pada karya.Objek-objek yang ditampilkan merupakan figur-figur wajah manusia dengan berbagai ekspresi emosi yang biasa muncul dalam kehidupan manusia.Figur-figur dan ekspresi emosi tersebut merupakan hasil pengamatan dan lihatan pribadi pencipta terhadap kehidupan manusia di sekitar.Selain itu banyak pesan yang terkandung di dalamnya untuk dapat membuat masyarakat awam mulai menyadari tentang lingkup emosi yang tidak hanya berkisar pada rasa marah saja.

References

Bahari, Nooryan. Kritik Seni: Wacana, Apresiasi dan Kreasi. Yogyakarta: Pustaka Pelajar. 2008.

Berger, Arthur Asa. Pengantar Semiotika. Tanda-tanda dalam kebudayaan kontemporer. Yogyakarta: Tiara Wacana,2010.

Bowles, J.E. Sifat-sifat Fisis dan Geoteknis Tanah (Mekanika Tanah): Jakarta. Erlangga,1991.

Boeree, C. George.General Psychology. Jogjakarta: Prismasophie,2016.

Damanjati, Irma. Psikologi Seni. Bandung: PT Kiblat Buku Utama, 2006.

Daryanto, Teknik Las, Bandung, 2012.

Djelantik, A.A.M..“Estetika, Sebuah Pengantar”. Yogyakarta : Media Abadi, 1999.

Ekman, Paul. Membaca Emosi Orang, Jogjakarta,2003.

Fudyartanta,Ki. Psikologi Umum 1 dan 2. Yogyakarta: Pustaka Pelajar,2011.

Hartati, R. D. Penentuan tembaga dalam contort geokimia di daerah Bangko, cara graphite furnace AAS. Jurnal Indo Kimia, 2(56), 215-220, (1996) .

Kartika, Dharsono Sony. Pengantar Estetika. Bandung,2004

Kartika, Dharsono Sony. Seni Rupa Modern, Cetakan Pertama, Rekayasa Sayn, Bandung,2017.

Khairani, H. Makmun. Psikologi Umum. Yogyakarta, 2016.

Marianto. M. Dwi.Menempa Quanta Mengurangi Seni. Yogyakarta: Badan Penerbit ISI Yogyakarta, 2011.

Sahman, H. Mengenali Dunia Seni Rupa. Semarang: IKIP Semarang Press. 1993. Mengenal Dunia Seni Rupa : Tentang Seni, Karya Seni, Aktifitas Kreatif, Apresiasi, Kritik dan Estetika. Semarang : IKIP Press1992..

Soedarsono, R.M. Metodelogi: Seni Pertunjukan dan eni Rupa, Bandung: MSPI (Masyarakat Seni Pertunjukan Indonesia), 2001.

Soedarso,Sp.Seni Patung Indonesia. Yogyakarta: Badan Penarbit ISI Yogyakarta, 1992.

Setiadi, Imam. Psikologi Positif: Pendekatan Saintifik Menuju Kebahagiaan, Jakarta, 2016.

Sulaiman Salangka. Sains Kimia berdasarkan kurikulum 1994. Poliyama Widya Pustaka. Jakarta. 1997.

Sugiharto, Bambang. Untuk Apa Seni. Bandung, 2013.

Sudira, Made Bambang Oka.Ilmu Seni Teori dan Praktek. Jakarta: Inti Prima,2010.

Susanto, Mikke.Diksi Rupa, Kumpulan Istilah & Gerakan Seni Rupa.Yogyakarta: DictiArt Lab & Djagad Art House, 2011.

Terzaghi, K. Mekanika Tanah dalam Praktek Rekayasa Edisi Kedua Jilid 1. Jakarta: Erlangga, 1987.

Sintalstr, Kecerdasan Emosi dan Pengendalian Diri. Jakarta, 2014 https://Istrsins.wordpress.com/2014/10/,11 Agustus 2018

AlilaPramiyanti dan MaylannyChristin, Makna Simbol Emotikon Dalam Komunitas Kaskus, lmu Komunikasi Telkom University.https://media.neliti.com/media/publications/41631-ID-makna-simbol-emotikon-dalam-komunitas-kaskus.pdf, 13 Agustus 2018.

Indar Luh Sepdyanuri, Sambungan Paku Keliling. Yogyakarta.https://drive.google.com/file/d/0B26edly7EXHcNlo3bXAwRlhHcDA/view,11Agustus 2014.

Published
2018-12-10
Section
Articles