“Body Shaming” Dalam Dekonstruksi Seni Lukis

  • I Gede Dwitra N. Artista
  • Tjokorda Udiana Nindhia Pemayun
  • I Nyoman Suardina
Keywords: obesitas, body shaming, dekonstruksi seni lukis

Abstract

Perkembangan zaman dan teknologi menyebabkan perkembangan gaya hidup masyarakat yang berbeda dengan zaman dahulu. Berkembang pula gaya hidup mengadopsi gaya hidup Barat, yaitu mengonsumsi makanan serba instant atau cepat saji. Hal ini disinyalir dapat memicu jumlah penderita obesitas yang semakin meningkat. Obesitas adalah suatu kondisi kronis akibat penumpukan lemak dalam tubuh yang sangat tinggi. Seiring dengan munculnya obesitas yang cenderung memberi tampilan oversized pada penderitanya, muncul pula fenomena maraknya body shaming. Penciptaan karya ini menggunakan beberapa tahapan yaitu eksplorasi, eksperimentasi, pembentukan, dan finishing. Keempat tahapan yang pencipta gunakan tersebut merupakan adaptasi dari metode penciptaan yang diungkapkan oleh Alma M. Hawkins.. Adapun teori yang digunakan pada penciptaan ini meliputi teori dekonstruksi dan semiotika. Hasil penciptaan pada karya ini terdapat tujuh karya yaitu berjudul Sembunyi dalam Lipatan, Kita Bicara Ukuran, Isolasi dalam Kegagahan, Pasrah, Tidak Berani Menoleh, Gelambir, dan Dikuliti. Karya-karya seni lukis tersebut merupakan karya hasil dekonstruksi pada bentuk-bentuk tubuh oversized karena obesitas. Karya-karya lukis dekonstruksi tersebut terdapat bentuk objek alam dan lingkungan dalam gaya Seni Lukis Tradisi Wayang Kamasan. Pewarnaan karya menggunakan gradasi warna-warna analogus yang visualisasinya tampak seperti pewarnaan dengan menggunakan teknik Sigar Mangsi. Pencipta berharap melalui karya-karya ini dapat menyampaikan kekhawatiran pribadi dan mengajak masyarakat untuk sadar dan peduli terhadap bahaya dari body shaming karena seseungguhnya body shaming juga merupakan salah satu bentuk bullying yang dapat membahayakan seseorang.

References

Djelantik, A.A.M. (2008), Estetika Sebuah Pengantar. Cetakan Keempat. Jakarta: Masyarakat Seni Pertunjukan Indonesia (MSPI).

Marianto, Dwi.M. (2002), Seni Kritik Seni. Yogyakarta: Lembaga Penelitian Institut Seni Yogyakarta.

Nirma, I Nyoman. (2010), Wayang Kamasan I. Denpasar: Institut Seni Indonesia Denpasar.

Piliang, Yasraf Amir. (2012), Semiotika dan Hipersemiotika. Edisi Keempat. Bandung: Matahari.

Sahman, Humar. (1993), Mengenali Dunia Seni Rupa. Semarang: IKIP Semarang Press.

Susanto, Mikke. (2011), DIKSIRUPA: Kumpulan Istilah dan Gerakan Seni Rupa. Cetakan Pertama. Yogyakarta: DictiArt Lab & Djagat Art House.

Nabila, Feby. 2019. “Ada Apa dengan Body Shaming?”. Tersedia pada https://www.kompasiana.com/febynabila6596/5dfd9c53d541df51fb6664f2/ada-apa-dengan-body-shaming (diakses tanggal 22 Maret 2020 pukul 11.30 WITA)

Perwitasari, Nur Hidayah. 2019. “Memahami Bullying dan Jenis-jenis Intimidasi”. Tersedia pada https://tirto.id/memahami-bullying-dan-jenis-jenis-intimidasi-ekdN (diakses tanggal 22 Maret 2020 pukul 11.15 WITA)

Rachmijati, Cynantia. 2019. “Mengenal Jenis-jenis Bullying atau Perundungan”. Tersedia https://www.cnnindonesia.com/gaya-hidup/20190411135109-260-385320/mengenal-jenis-jenis-bullying-atau-perundungan (diakses tanggal 22 Maret 2020 pukul 11.25 WITA)

Safitri, Adelia Marista. 2018. “Sering Tidak Sadar, Ini 4 Tanda Anda Suka Mengejek Fisik Orang Lain (Body Shaming)”. Tersedia pada https://hellosehat.com/hidup-sehat/psikologi/ciri-body-shaming-adalah/ (diakses tanggal 22 Maret 2020 pukul 10.54 WITA)
Published
2020-11-26
How to Cite
Dwitra N. Artista, I. G., Udiana Nindhia Pemayun, T., & Suardina, I. N. (2020). “Body Shaming” Dalam Dekonstruksi Seni Lukis. Prabangkara : Jurnal Seni Rupa Dan Desain, 24(2), 73-81. Retrieved from https://jurnal.isi-dps.ac.id/index.php/prabangkara/article/view/1217
Section
Articles