Gandrung Marsan: Eksistensi Tari Gandrung Lanang Di Banyuwangi

Heni Widya Santi, Ni Made Arshiniwati, Suminto -

Abstract


Tari Gandrung Marsan merupakan objek yang dijadikan penelitian. Tujuan dari penelitian ini sebagai artikel penunjang untuk mendapatkan gelar S-1 Seni Tari di Institut Seni Indonesia Denpasar. Tujuan lainnya adalah untuk mengungkapkan dan mendeskripsikan keberadaan, bentuk dan keunikan dari tari Gandrung Marsan. Metode yang digunakan pada penelitian adalah kualitatif dengan sumber data berupa primer dan sekunder yang dikumpulkan berdasarkan hasil observasi, wawancara, studi pustaka dan studi dokumentasi. Keseluruhan data tersebut dianalisis secara deskriptif kualitatif dan dibagi dalam 3 tahap, yakni: (1) data yang berhubungan dengan keberadaan tari; (2) data yang berhubungan dengan bentuk tari; (3) data yang berhubungan dengan keunikan tari; dan (4) data yang berhubungan dengan fungsi tari. Hasil yang diperoleh dari penelitian menyatakan, bahwa: (1) Gandrung Marsan merupakan satu-satunya tari Gandrung lanang kreasi yang diciptakan setelah sekian lama tenggelamnya era Gandrung lanang pada tahun 1914 di Banyuwangi; (2) inspirasi penciptaan tari adalah kehidupan seorang Marsan, yang pada tahun 1890 adalah penari Gandrung lanang yang paling terkenal; (3) tari Gandrung Marsan dibawakan oleh 9 orang penari laki-laki memakai kostum gandrung perempuan dengan gerak yang lincah dan kemayu. Salah satu keunikan pada tarian terdapat di akhir pertunjukan, yaitu ketika karakter penari yang awalnya perempuan berubah menjadi laki-laki gagah berpakaian wanita dan berkumis.

Gandrung Marsan Dance is the object of research. The purpose of this research as a supporting article to get the degree of S-1 of Dance at Institut Seni Indonesia Denpasar. Another purpose is to express and describe the existence, form and uniqueness of Gandrung Marsan dance. The method used in this research is qualitative with the result of primary and secondary data collected based on observation, interview, literature study and documentation study. The entire data is analyzed descriptively qualitative and divided into 4 parts, namely: (1) data relating to the existence of dance; (2) data related to the form of dance; (3) data related to the uniqueness of dance; and (4) data related to function of dance. The results obtained from the study states that: (1) Gandrung Marsan is the only one Gandrung Lanang creations dance were created after the long sinking of the Gandrung Lanang era in 1914 in Banyuwangi; (2) inspiration for the creation of dance is the life of a Marsan, who in 1890 was the most famous Gandrung Lanang dancer; (3) Gandrung Marsan dance performed by 9 male dancers wearing gandrung women’s costume with agility and wood. One of the uniqueness of the dance is at the end of the show, that is when the of the dancer who was originally a female turned into a handsome man dressed in a woman and a mustache.

 

Keywords


gandrung marsan; eksistensi tari gandrung lanang

Full Text:

PDF

References


Dariharto. 2009. Kesenian Gandrung Banyuwangi. Banyuwangi: Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Banyuwangi.

Djelantik, A.A.M. 1990. Pengantar Pasar Estetika Jilid 1 Estetika Instrumental. Denpasar: STSI Denpasar.

Emzir. 2016. Metodologi Penelitian Kualitatif Analisis Data. Jakarta: PT. RajaGrafindo Persada.

Hikmawati, Fenti. 2017. Metodologi Penelitian. Depok: Rajawali Press.

Juanda, Ilham, dkk. 2007. Ufuk Kebudayaan Banyuwangi Sebuah Tulisan. Banyuwangi: Yayasan Pusat Dokumentasi Budaya Banyuwangi.

Lutfie, Julia Maharani. 2016. “Kreativitas Subari Sufyan Dalam Karya Tari Gandrung Marsan”. Skripsi. Jurusan Tari Fakultas Seni Pertunjukan Institus Seni Indonesia Surakarta: tidak diterbitkan.

Mandasari, Yunita Agustin. 2012. “Pembelajaran Tari Gandrung Lanang Di Sanggar Sayu Gringsing Banyuwangi”. Skripsi. Jurusan Seni dan Desain Fakultas Sastra Universitas Negeri Malang: tidak diterbitkan.

Moleong, Lexy J. 2011. Metodologi Penelitian Kualitatif Edisi Revisi. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya.

Murgiyanto, Sal M. dan A.M. Munardi. Seblang dan gandrung. Jakarta: Proyek Pembinaan Media Kebudayaan Jakarta.

Soedarsono, R.M. 2001. Metodologi Penelitian Seni Pertunjukan dan Seni Rupa. Bandung: Masyarakat Seni Pertunjukan Indonesia.


Article metrics

Abstract views : 5 | views : 2

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
Kalangwan is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.