Penerapan Protokol Kesehatan dalam Latihan Menabuh bagi Anak-Anak di Desa Adat Seminyak

  • I Nyoman Payuyasa Prodi Produksi Film dan Televisi, FSRD , ISI Denpasar, Jalan Nusa Indah Denpasar, Bali
  • I Gede Adi Surya Prodi Seni Karawitan, FSP, ISI Denpasar, Jalan Nusa Indah Denpasar, Bali
Keywords: protokol kesehatan, menabuh bagi anak-anak, desa adat seminyak

Abstract

Dari awal masa pandemi covid-19 segala kegiatan adat, sosial, dan budaya khususnya kegiatan kesenian seperti pelatihan menabuh untuk anak-anak di lingkungan Desa Adat Seminyak terpaksa harus dihentikan. Dihentikanya kegitan berkesenian tersebut disebabkan karena kesenian tersebut pastinya akan melibatkan personil dalam jumlah besar yang dianggap bertentangan dengan protokol kesehatan pada masa pandemi covid-19. Selain itu dalam kegitan berkesenian tersebut pesertanya adalah anak-anak yang dianggap rentan dapat terpapar virus covid-19. Hal tersebut menyebabkan kegiatan kesenian itu menjadi vakum kurang lebih selama tiga bulan dan dalam rentang waktu tersebut anak-anak desa kehilangan sebuah ruang untuk mengasah kreativitasnya khususnya dalam menabuh karawitan Bali. Dari hal tersebut maka penulis bermaksud untuk menawarkan sebuah solusi dari masalah di atas melalui sebuah program kerja di Desa Adat Seminyak. Adapun program kerja yang dimaksud adalah menyelenggarakan kembali proses latihan menabuh dengan menyesuaikan sistem penerapan kegiatan latihan agar sesuai dengan protokol kesehatan yang dianjurkan pada masa pandemi covid-19. Adapun penyesuaian sistem penerapan kegiatan latihan dengan protokol kesehatan yang dimaksud adalah sebagai berikut. 1). membagi waktu dan family instrument gamelan untuk mengurangi jumlah personil pada kegiatan latihanya sehingga tidak perlu lagi melibatkan personil dalam jumlah besar. 2). Menyemprotkan cairan desinfektan pada alat-alat gamelan secara berkala. 3). Menerapkan sistem jaga jarak. 4). Mewajibkan peserta  untuk menggunakan masker pada kegiatan latihan serta 5). Mewajibkan peserta untuk selalu  rajin mencuci tangan. Melalui penerapan program kerja tersebut, diharapkan kedepannya eksistensi dari kegiatan pengembangan seni budaya khususnya seni karawitan di Desa Adat Seminyak dapat bangkit kembali walupun masih di tengah suasanan pandemi covid-19.

References

Moleong, Lexy. 2005. Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.Supardi, M.d, 2006. Metodologi Penelitian. Mataram : Yayasan Cerdas Press.
Published
2020-11-06
How to Cite
Payuyasa, I. N., & Adi Surya, I. G. (2020). Penerapan Protokol Kesehatan dalam Latihan Menabuh bagi Anak-Anak di Desa Adat Seminyak. Segara Widya : Jurnal Hasil Penelitian Dan Pengabdian Masyarakat Institut Seni Indonesia Denpasar, 8(2), 100-107. Retrieved from https://jurnal.isi-dps.ac.id/index.php/segarawidya/article/view/1178
Section
Articles