Kajian Estetika Tabuh Manukaba Dalam Gamelan Gambang
Keywords:
Gamelan Gambang, Tabuh ManukabaAbstract
Gamelan gambang merupakan sebuah barungan gamelan yang dikelompokan ke dalam barungan gamelan tua yang berlaras pelog tujuh nada yang terdiri atas empat gambang yang terbuat dari bambu dan dua tungguh gangsa yang masing masing terdiri atas tujuh nada atau bilah yang bahannya terbuat dari perunggu (kerawang).Gamelan Gambang merupakan salah satu perangkat gamelan Bali yang erat hubungannya dalam mengiringi prosesi upacara Pitra Yadnya (Ngaben) yang membuat gamelan Gambang dikelompokan sebagai seni sakral. Dalam upacara Pitra Yadnya, gamelan Gambang biasanya difungsikan dalam prosesi pembakaran jenazah bagi orang yang sudah meninggal.Dari berbagai tingkatan upacara Pitra Yadnya gamelan Gambang hanya lumrah digunakan dalam tingkatan upacara tertinggi atau utama (ngewangun). Terkait dengan proses upacara pitra yadnya (Ngaben), ada beberapa repertoar-repertoar gending Gambang yang sering dimainkan yakni, Palugangsa/Palugon, Panji Marga, Alis-alis Ijo, Martamasadan Manukaba. Kelima gending tersebut sangat disakralkan dikarenakan memiliki peranan yang penting dalam prosesi Pengabenan. Dari sekian banyak tabuh-tabuh yang ada dalam gamelan Gambang, Tabuh Manukaba merupakan salah satu gending yang sangat unik dalam penyajiannya.TabuhManukabaadalah sebuah gending yang dipergunakan pada saat upacara pegiber-iber atau pengitik-itikserangkaian upacara Pengabenan. Tabuh Manukaba mempunyai tujuh bagian yaitu pengrang-rang, ping pisan, ping pindo, ping tiga, ping pa, ping lima dan penyuud.
