Art, Music, and Identity in the Global Era

  • Tomas Ondrusek Academy of Performing Arts University of Osijek
Keywords: art, music, identity, global era.

Abstract

 This paper investigates the interconnections between art as a cultural phenomenon and identity as a social phenomenon. Focused on the changes art and identity are going through in global era, it is divided into two sections: the cultural experience and the intercultural experience. Understanding both this forces, we investigate the challenges coming with the global era. Global era makes high-speed connection affordable at low-cost: Humans have access to information, but also access to physical move in the world through affordability of international transportation. Globalization brought incredible changes in the life of humans. It gives the possibility of first hand experience of the diversity in the world and makes intercultural experience accessed. A global citizen is a moving citizen, a person experiencing different countries and cultures. But: will these global citizens also in future have there own “global culture.” We are dealing with a big paradox: on one side we have the era of globalization which produced already the first global citizens. On the other side we have art and creativity, which cannot exist without (local) cultural identity and which can even not be recognized out of their own culture as such and often seems funny or ridiculous. Art is deeply rooted in - and connected to - the local culture or cultural circle: like a flower, art creativity is growing in the soil of local culture: it uses signs, grammar, semantics, emotions and intellectual associations understood only by members socialized in a common cultural environment.  Tulisan ini meneliti keterkaitan antara seni sebagai fenomena budaya dan identitas sebagai fenomena sosial. Berfokus pada perubahan seni dan identitas yang terjadi di era global, tulisan ini dibagi menjadi dua bagian: pengalaman budaya dan pengalaman antarbudaya. Memahami kedua kekuatan ini, kita menyelidiki tantangan yang datang dengan era global. Era global membuat koneksi berkecepatan tinggi terjangkau dengan biaya rendah: Manusia memiliki akses ke informasi, tetapi juga akses ke pergerakan fisik di dunia melalui keterjangkauan transportasi internasional. Globalisasi membawa perubahan luar biasa dalam kehidupan manusia. Ini memberikan kemungkinan pengalaman tangan pertama dari keragaman di dunia dan membuat pengalaman antarbudaya dapat diakses. Warga global adalah warga negara yang bergerak, seseorang yang memiliki pengalaman berbagai negara dan budaya. Tetapi: apakah warga global ini juga di masa depan akan memiliki "budaya global" di sana. Kita berhadapan dengan paradoks besar: di satu sisi kita memiliki era globalisasi yang telah menghasilkan warga global pertama. Di sisi lain kita memiliki seni dan kreativitas, yang tidak mungkin ada tanpa identitas budaya (lokal) dan bahkan tidak disadari oleh kebudayaan di luar kebudayaan dirinya karena sering tampak lucu atau menggelikan. Seni berakar dalam - dan terhubung dengan - budaya lokal atau lingkaran budaya: seperti bunga, kreativitas seni tumbuh di tanah budaya lokal: ia menggunakan tanda, tata bahasa, semantik, emosi, dan asosiasi intelektual yang hanya dipahami oleh anggota yang disosialisasikan di lingkungan budaya bersama. 

References

Barabakadse, D; Trinke J (Hrsg.). 2016. Chancen und Schwierigkeiten des Interkulturellen Dialogs uber aesthetische Fragen. Lit Verlag Wien.

Barley, N. 2000. Tanz ums Grab. Munchen: dtv Munchen.

Bateson, G. 2018. “Information Is the Difference”, internet source.

Berghaus, HKW. 1843. Grundiss der Geographie in funf Buchern.

Einstein, A. 2018. “All should be as Simplel as Possible – but not more than Necessary”, internet source.

Herzog, G. 1946. Comparative Musicology, 1946, in A. Merriam: Anthropology of Music, Evanston Northwestern University Press.

Kubik, G. 2004. Zum Verstehen Afrikanischer Musik, Wien.

McPhee, C. 1947. A House in Bali, London.

Merriam, A. 1964. Anthropology of Music, Evanston Northwestern University Press.

Schuh, G. 1954. Inseln der Gotter. Buchergilde Gutenberg, Frankfurt.

Seeger. 1941 in A. Merriam: Anthropology of Music, Evanston.

Published
2019-01-15
Section
Articles