Psychophysiological Responses to “Yogyakarta Nyaman” Music Composition

  • Ketut Sumerjana Music Department, Institut Seni Indonesia Denpasar

Abstract

  Manusia selalu berusaha sehat. Ketika sakit, mereka akan mencari serta menemukan pengobatan dan metode yang sesuai untuk kondisi fisiologis dan psikologis. Salah satu pengobatan dan metode yang unik dalam proses pengobatan adalah menggunakan musik untuk memberikan campur tangan terhadap kondisi psychophysiologicalnya. Beberapa studi lain menggunakan frekuensi tinggi modulasi (HFC) dalam merangsang kondisi peserta dan telah mendapatkan hasil yang baik. Tetapi penggunaan benda-benda ini hanya berupa satu suara yang dipilih dari lebar kisaran frekuensi musik dan bahkan tidak diarahkan ke musik. Salah satu jenis musik yang begitu menarik adalah MIDI sebagai musik yang berasal dari sampel suara komposisi yang ternyata memiliki wilayah frekuensi cukup lebar, salah satunya adalah wilayah ultrasonik dalam proyek musikal penulis yang berjudul “Yogyakarta Nyaman”. Secara fisik, dalam dunia medis, frekuensi suara ultrasonik digunakan dalam intervensi kondisi fisiologis. Berdasarkan uraian di atas, fokus dari studi ini adalah untuk menggunakan “Yogyakarta Nyaman” untuk mendapatkan tanggapan psikofisiologis para peserta. Metode yang digunakan adalah kuantitatif dengan responden 18 yang dibagi menjadi sembilan laki dan sembilan perempuan. Pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara di mana hasilnya dikonversi ke dalam angka untuk memberikan gambaran numerikal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa “Yogyakarta Nyaman” mampu memberikan campur tangan bagi kondisi fisiologis dan psikologis responden dengan fhitung > ftabel. Nilai fhitung  adalah 5.179 lebih besar dari ftabel sekitar 3.86.

References

Creswell, John. 2012. Research Design, Pendekatan Kualitatif, Kuantitatif dan Mixed. Pustaka Pelajar: Yogyakarta.

Gabriel, J.F. 1996. Fisika Kedokteran. Departemen Fisika UNUD, Penerbit Buku Kedokteran Bali.

Haas, Roland; Brandes, Vera, eds. 2009. Music that Works: Contributionof Biology, Neurophysiology, Psychology, Sociology, Medicine and Musicology. New York: Springer Wien

McFarlone, Thomas. 2000. Quantum Physics, Depth Psychology and Beyond. Standford Org.

Oohashi, Tsutomu, et al. 1993. “On Mechanism of Hypersonic Effect”. ICMC Proceeding, p. 432-434.

Oohashi, Tsutomu, et al. 2000. “Audible High-Frequency Sound Affect Brain Activity: Hypersonic Effect”, Journal of Neurophysiology, 83: 3548-3558. American Psychological Society.

Oohashi, Tsutomu, et al. 2002. “Multidisiplinary Study on the Hypersonic Effect”, International Congress Series, Volume 1226, Januari, p. 27-42.

Oohashi, Tsutomu, et al. 2006. “The Role of Biological System other than Auditory Air Conduction the Emergence of Hypersonic Effect”, Brain Research, Volume 1073-1074,16 February 2006. p. 339-2-347.

Schahter, S; Singer, J.E. 1962. “Cognitive, Social and Physiological Determinants of Emotion State”, Psychological Review, 69. p. 379-399.

Published
2019-01-15
How to Cite
Sumerjana, K. (2019). Psychophysiological Responses to “Yogyakarta Nyaman” Music Composition. Journal of Music Science, Technology, and Industry, 2(1), 125-134. https://doi.org/10.31091/jomsti.v2i1.608
Section
Articles

Most read articles by the same author(s)