Brand Identity Untuk Kampung Singkong Salatiga Sebagai Upaya Meningkatkan Kesadaran Merek

  • Herlina Kumala Sari Universitas Kristen Satya Wacana
  • Peni Pratiwi Universitas Kristen Satya Wacana
  • Birmanti Setia Utami Universitas Kristen Satya Wacana

Abstract

Kampung Singkong adalah salah satu pusat kuliner khas di Salatiga yang berbahan baku singkong, diolah sedemikian rupa menjadi olahan pangan moderen dan berkelas berdiri pada tahun 2016. Perkembangan Kampung Singkong tersebut berdampak luas terhadap kegiatan perekonomian masyarakat didaerah Ledok, Argomulyo sehingga terbentuk suatu paguyuban UMKM didaerah tersebut. Melihat dari potensi yang ada sangat disayangkan Kampung Singkong Salatiga belum memiliki brand identity dan pengaplikasiannya yang dapat mempresentasikan Kampung Singkong. Hal ini menjadi kendala besar bagi beberapa pemilik toko karena sebagian besar dari mayarakat tidakĀ  mengetahui adanya Kampung Singkong Salatiga. Masyarakat lebih mengenali Singkong Keju D-9 saja. Berdasarkan permasalahan yang ada, maka dirancanglah sebuah brand identity yang komunikatif untuk Kampung Singkong Salatiga. Brand identity dirancang guna menjelaskan citra Kampung Singkong dan juga diharapkan dapat meningkatkan kesadaran merek bagi wisatawan. Selain itu permasalahan lain yang dihadapi adalah minimnya grafis lingkungan, sehingga banyak wisatawan yang kesulitan menemukan Kampung Singkong atau tidak mengenali identitas Kampung Singkong. Hasil dari perancangan berupa logo sebagai identitas visual Kampung Singkong, media pengaplikasian logo seperti kartu nama, surat, amplop, karcis parkir dan perancangan graphic environment seperti sign system dan denah lokasi atau peta Kampung Singkong.

References

Aaker, David.A . (1991). Managing Brand Equality : Capitalizing on the value a brand name. New York: The Free Press.

Ardya W., Okky.. (2008). Environmental graphic design. Majalah Concept, vol. 4, edisi 23, Jakarta

Cartenius Jaya Wijaya, Deddi Duto H, Merry Sylvia. Perancangan Destination Branding Desa Wisata Bermi Kabupaten Probolinggo. (2016). Universitas Kristen Petra.

Kotler, P., & Pfoertsch, W. (2008). In B2B Brand Management. Jakarta: PT. Bhuana Ilmu Populer.

Kusrianto, Adi. (2007). Pengantar Desain Komunikasi Visual. Yogyakarta: Penerbit Andi.

Leni Maulinda , Nasrul ZA , Dara Nurfika Sari. (2015). Pemanfaatan Kulit Singkong sebagai Bahan Baku Karbon Aktif. Universitas Malikussaleh.

Rangkuti, Freddy. (2009). The Power Of Brands.Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama.

Rangkuti, Freddy. (2013). Strategi Semut Melawan Gajah. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama.

Rustan, Surianto.(2017). Mendesain Logo.Jakarta : PT Gramedia Pustaka Utama.

Sarwono, Jhonatan. (2007). Metode Riset Untuk Desain Komunikasi Visual. Penerbit ANDI, Yogyakarta.

Sri Dewi Rarasanti, Bernardus Andang Prasetya Adiwibawa, Annas Marzuki Sulaiman. Perancangan Ulang Visual Branding Kampung Anggrek Sodong di Desa Wisata Sodong-Mijen-Semarang. (2016). Universitas Dian Nuswantoro Semarang.

Sugiono. (2012). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.

Suprapti, Lies. (2009). Tepung Tapioka. Yogyakarta: Kanisius.

Wheeler, Alina. (2009). Designing Brand Identity : A Complete Guide to Creating, ,Building, and Maintaining Strong Brands. New Jersey: John Willey & Sons. Inc.

Willgraf Tuhenay. (2018). Pengaruh Lama Perebusan Terhadap Kandungan Zat Besi

Daun Singkong Varietas Mangi (Manihot Esculenta Crantz). (2018). Universitas Pattimura, Ambon.

X.Furuhitho, St., Mt. Art Nouveau. Diunduh pada 08 November 2018). http://furuhitho.staff.gunadarma.ac.id/Downloads

Published
2020-06-17
How to Cite
Sari, H., Pratiwi, P., & Utami, B. (2020). Brand Identity Untuk Kampung Singkong Salatiga Sebagai Upaya Meningkatkan Kesadaran Merek. Segara Widya : Jurnal Hasil Penelitian Dan Pengabdian Masyarakat Institut Seni Indonesia Denpasar, 8(1), 1-9. https://doi.org/10.31091/sw.v8i1.756
Section
Articles