KOREOGRAFI BEDHAYA GANDRUNGMANIS OLEH NAUFAL ANGGITO YUDHISTIRA: SUATU CATATAN PENGGALIAN TARI BERDASARKAN NASKAH KUNO
Suatu Catatan Penggalian Tari Berdasarkan Naskah Kuno
DOI:
https://doi.org/10.31091/sw.v14i1.3716Keywords:
Bedhaya, Naskah Kuno, Koreografi, PanjiAbstract
Artikel ini menjadi suatu dokumentasi proses koreografi karya Bedhaya Gandrungmanis oleh Naufal Anggito Yudhistira. Bedhaya Gandrungmanis merupakan tari yang diciptakan raja di Keraton Surakarta, yaitu Sinuhun Pakubuwana VIII ketika beliau belum bertahta. Tari Bedhaya Gandrungmanis mengangkat kisah Panji Mbedhah Bali. Tari ini telah hilang namun masih terdokumentasi dalam naskah kuno dan sumber-sumber lisan. Penelitian ini bertujuan untuk mendokumentasikan proses kreatif penggalian koreografi Bedhaya Gandrungmanis, Metode penggarapan karya dilakukan dengan merujuk pada proses kreatif K. P. Sulistyo Sukmadi Tirtokusumo dalam penciptaan Bedhaya Suryasumirat. Secara wujud, tari Bedhaya Gandrungmanis hasil rekonstruksi-revitalisasi terdiri atas dua babak utama dengan tambahan maju beksan dan mundur beksan. Koreografinya merujuk pada pola Bedhaya klasik gaya Keraton Kasunanan Surakarta. Kekhasan tari ini terletak pada adanya koreografi batak moncol sebagai klimaks. Secara maknawi, Bedhaya Gandrungmanis merupakai simbol suksesi tahta. Lebih jauh lagi, cerita Panji di dalamnya dapat pula dimaknai sebagai proses pencarian kesejatian diri.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Naufal Anggito Yudhistira

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.