KECERDASAN BUATAN DAN SENI DALAM PERSPEKTIF MAHASISWA PENDIDIKAN SENI RUPA: MEDIA KREATIF ATAU AKHIR ORISINALITAS
DOI:
https://doi.org/10.31091/sw.v14i1.3677Keywords:
Kecerdasan Buatan, Orisinalitas, Etika Seni, Hak CiptaAbstract
Pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) dalam proses kreatif menjadi fenomena yang semakin berkembang di kalangan mahasiswa Pendidikan Seni Rupa, khususnya dalam kaitannya dengan aspek etika, orisinalitas, inklusivitas artistik, dan kesadaran hukum. Metode yang digunakan adalah deskriptif analitik dengan pendekatan kuantitatif. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner dengan skala Likert yang ditujukkan kepada 53 mahasiswa Pendidikan Seni Rupa. Temuan menunjukkan bahwa kesadaran etika dan hukum berada pada kategori tinggi, mengindikasikan pemahaman kuat terkait tanggung jawab moral dan batasan regulatif dalam pemanfaatan AI untuk produksi karya. Sementara itu, aspek orisinalitas dan inklusivitas berada pada kategori sedang, menandakan bahwa mahasiswa masih berupaya menyeimbangkan eksplorasi kreatif berbasis AI dengan identitas artistik pribadi serta mempertimbangkan keberagaman akses dan potensi bias budaya. Secara keseluruhan, mahasiswa memandang AI sebagai media kolaboratif yang dapat meningkatkan efisiensi, mempermudah proses kreatif, serta membuka peluang eksplorasi visual yang lebih luas. Namun demikian, penggunaan AI dipandang harus tetap dibingkai oleh prinsip etis, tanggung jawab akademik, dan pemahaman hukum yang memadai agar tidak mengancam autentisitas ekspresi artistik maupun hak cipta.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Siti Masna Padilah, Keizatalita Yovinda, Nisrina Rayya Muazah, Muhammad Luthfi Yasin, Muhammad Hilmi Azhar Shiddiq

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.