SEJARAH SOSIAL SENI: TRANSFORMASI KESENIAN KOMUNITAS SANGGAR PARIPURNA DALAM INDUSTRI PERTUNJUKAN BALI AGUNG
Sejarah Sosial Seni: Transformasi Kesenian Komunitas Sanggar Paripurna dalam Industri Pertunjukan Bali Agung
DOI:
https://doi.org/10.31091/sw.v14i1.3469Keywords:
Social History of Art, Community Art, Sanggar Paripurna, Bali Agung, Performance Industry, Cultural TourismAbstract
Pertunjukan Bali Agung di Taman Safari Bali, Gianyar, menjadi salah satu contoh konkret bagaimana kesenian komunitas mengalami transformasi dalam kerangka industri pertunjukan dan pariwisata budaya. Sanggar Paripurna, sebagai pelaku utama dalam produksi pertunjukan tersebut, menunjukkan pergeseran praktik artistik dari basis ritual dan sosial komunitas menuju sistem representasi yang dikurasi dan dikomodifikasi. Melalui pendekatan sejarah sosial seni, kajian ini menelaah bagaimana relasi kuasa, kepentingan ekonomi, dan narasi budaya membentuk posisi dan peran Sanggar Paripurna dalam Bali Agung. Analisis ini didasarkan pada studi pustaka, observasi lapangan, dan dokumentasi pertunjukan untuk membaca kesenian komunitas sebagai bagian dari dinamika sosial yang kompleks. Hasil kajian menunjukkan bahwa kesenian yang semula berakar pada nilai-nilai lokal kini beroperasi dalam medan sosial baru yang sarat dengan tuntutan komersial, identitas kultural yang dikonstruksi, dan ekspektasi global. Transformasi ini menjadi refleksi dari bagaimana seni komunitas dinegosiasikan dalam lanskap industri hiburan dan pariwisata kontemporer.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Ni Wayan Yuliani Ayu

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.